Tangerang Penimbun BBM Terbanyak
http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/25/12183376/tangerang.penimbun.bbm.terbanyak


 
RADITYA HELABUMI
Hingga
pukul 22.30 antrean kendaraan yang akan mengisi bahan bakar di sejumlah
SPBU di Kota Surabaya, Jawa Timur, masih padat seperti tampak di SPBU
Jalan Diponegoro, Surabaya, Jumat (23/5). Harga bahan bakar sesudah
pukul 00.00 naik menjadi Rp 6.000 per liter untuk premium dan Rp 5.500
per liter untuk solar. Kompas/Raditya Helabumi (RAD) 23-05-2008
Alamak, Premium Rp 6000 Mitah Rp 2500/KompasTV
Artikel Terkait: 
        * Polisi Ungkap Penimbunan 4.500 Liter Minyak Tanah Bersubsidi
        * Poltabes Bandar Lampung Ungkap Penimbunan Solar Ilegal 
        * Spekulan Ramai-ramai Timbun BBM 
        * Delapan Ton BBM Bersubsidi Ditimbun di Kolam Ikan
        * Polres Tanahbumbu Sita 45 Ton Solar Ilegal
        * Jelang Harga BBM Naik, SPBU Diserbu
        * Tolak BBM Dengan Jas, Dasi dan Batik
        * Kerusuhan Unas
        * Tolak Kenaikan Harga BBM
Minggu, 25 Mei 2008 | 12:18 WIB
TANGERANG, MINGGU -
Kepolisian Resort Metro (Polrestro) Tangerang, Kabupaten Tangerang,
tercatat paling banyak mengungkap kasus penimbunan dan penyalahgunaan
Bahan Bakar Minyak (BBM) se-Polda Metro Jaya.
     
Kepala Satuan
Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestro Tangerang Kabupaten, Ajun
Komisaris Polisi Ade Ary, Minggu (25/5), mengatakan, pengungkapan kasus
penimbunan BBM tersebut selama Januari hingga 21 Mei 2008 lalu sebanyak
29 kasus.
     
Catatan Polisi Kabupaten Tangerang, pengungkapan
penyalahgunaan BBM sebanyak 29 kasus tersebut terdiri dari 13 kasus
sudah selesai diproses ke kejaksaan untuk disidangkan dan 16 kasus
masih dalam proses yang ditargetkan akan selesai dalam jangka waktu
satu bulan ke depan.
     
Dengan demikian, Polrestro Tangerang
Kabupaten paling unggul mengungkap kasus penimbunan BBM di antara
wilayah hukum Polrestro Tangerang, Jakarta Barat, Jakarta Timur,
Jakarta Utara, Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Polrestro Tangerang
Kabupaten mengamankan 32 tersangka yang terlibat dalam 29 kasus
pengungkapan penimbunan BBM tersebut.
     
Selain itu, barang
bukti yang berhasil diamankan yakni enam unit mobil pick-up, satu unit
bus, delapan truk, tiga truk tangki kapasitas 16 ribu liter. Sedangkan
BBM ilegalnya yakni 32 ton solar, 39 ton residu atau bahan bakar kapal
laut, 36 jerigen solar, 33 jerigen minyak tanah, 13 drum solar, delapan
drum minyak tanah, 14 drum bahan kimia jenis kondesat, dua bon
pembayaran tunai, satu lembar surat tilang dan satu mesin pompa solar
dan selang.
     
Ade Ary menegaskan, pihaknya masih terus
meningkatkan pengawasan terhadap penyaluran BBM meski kenaikan harga
sudah terjadi sejak Sabtu dinihari (24/5) kemarin.
     
Para
pelaku menimbun BBM dengan berbagai modus operandi mulai dari
menggunakan tangki tanpa izin pemesanan barang atau surat jalan
pengiriman, pembelian dengan truk tangki polos, memodifikasi bus dan
menyalahgunakan pembelian eceran. 
     
Bahkan saat ini,
Kabupaten Tangerang termasuk kategori siaga satu terkait dengan
keamanan pascakenaikan BBM sejak pertengahan Mei hingga awal Juni 2008
mendatang.
MBK 
Sumber : Antara 


      

Kirim email ke