> "edwinyoes" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > ayo dong bu, dari pada berkutat membicarakan soal agama terus > menerus sampe mulut berbusa dan jari kriting... bukankah lebih baik > berdayakan otak milik mas/mbak/ibu/bapak/om/tante/oma/opa/eyang > seorang mustikawati yang pintar itu membuat sesuatu yang bisa > membantu saudara2 di Indonesia yang tengah dilanda berbagai krisis... >
Saya sudah banyak menyumbangkan pikiran saya disini, saya bukan membicarakan agama, dan tidak ada agama yang saya bicarakan. Yang saya bicarakan adalah etika, demokrasi dan HAM bukan agamanya. Apakah pernah anda menemukan tulisan saya mengenai agama??? Misalnya bagaimana caranya shalat yang benar dan bla, bla, bla....???? Tentu tidak pernah ada pembicaraan agama dalam semua tulisan saya, bahkan saya telah menegaskan bahwa saya tidak akan terseret atau terpancing untuk debat kusir tentang ayat2. Hanya anda yang tidak memahami inti tulisan saya. Beberapa kali juga saya tulis jangan berdebat kusir tentang agama misalnya tidak mungkin Tuhan beranak atau Tuhan mengirim utusan ataupun Tuhan yang benar dan yang salah. Yang saya tulis adalah pelanggaran HAM yang diajarkan agama kepada umatnya harus dihentikan, dan pelaku2nya harus dihukum tanpa memandang apakah benar tidaknya ajaran agama tsb. Ajaran agama boleh saja salah, boleh saja jahat, tetapi kalo dijadikan teladan maka kejahatan tsb harus ditumpas tegas pelakunya dihukum berat. Begitulah yang saya bicarakan dan juga sebagai sumbangan pikiran saya sebagai seorang scientist. Juga saya menuliskan bahwa MUI harus dibubarkan untuk memperbaiki keadaan di Indonesia karena MUI adalah sumber semua bencana mulai dari pelanggaran HAM hingga korupsi dan penyelewengan2 hukum negara. Sangatlah berbeda dengan orang2 yang mengaku scientist di Indonesia yang selain tidak ada sumbangannya tetapi bahkan merusak dan menghancurkan dunia pendidikan di Indonesia, seperti halnya melarang Teori Darwin dan menggantikannya dengan teori Harun Yahya si penipu. Ny. Muslim binti Muskitawati.
