Ideologi Penulis Oleh : Reza Ervani (komunitas : http://groups.yahoo.com/group/rezaervani <../../../../rezaervani> )
Jadi pengarang apa ? Barangkali tuan sangka akan lebih mudah lagi jika mengarang soal-soal agama. Itupun bukan sedikit kesulitannya. Sebab pengarang itu harus bebas dari taklid harus berpendirian sendiri, walaupun berlawanan dengan mazhab dan ulama yang dahulu. Sebab yang dinantikan orang dari seorang pengarang, bukan gramofon fikiran orang lain tetapi pendapatnya sendiri. "Tentukanlah tujuan hidup, dan berjuanglah untuk mencapainya !!!" (Buya HAMKA, Kenang-kenangan Hidup halaman 124) Penulis tanpa ideologi adalah penulis tanpa tenaga Khayalnya terbang kemana-mana tetapi kakinya tak pernah berpijak pada ruang dan waktu yang nyata yang tertinggal hanya prolog, alur dan epilog sebuah cerita mungkin sempurna secara bahasa tapi hampa tanpa daya Tulisan adalah duta ideologi Sang pujangganya. Di balik katanya tersimpan seruan lembut yang tak terdengar oleh telinga tapi mampu menyusup ke selongsong dada dan menggetarkan dawai-dawainya dari dalam jiwa Kata yang terangkai adalah pedang sang penyairnya Ia mampu robohkan ribuan benteng perkasa tanpa harus lontarkan meriam kearahnya ia gelisahkan jenderal lawan nan digdaya tanpa harus kumpulkan pasukan di sekelilingnya Yang dipegang seorang sastrawan bukanlah pena kecilnya tapi ideologi besarnya Semakin tinggi keyakinannya, semakin luas pula cakrawala paparannya Tulisan-tulisan yang muncul dari celupannya mampu membasahi gersang hati yang merindu nasehat sempurna mampu lahirkan air mata bahkan kerelaan berkorban serahkan harta dan nyawa Jiwa teguh itu digambarkan kitab suci dengan sebuah perupa Kamatsalil jannah bi rabwatin ashoobahaa Waabilun fa-aatat ukulahaa Dhi'fayni Fa inlam yushibhaa Waabilun fathal Semisal kebun rimbun di dataran tinggi Tersiram hujan lebat Buahnya dua kali lipat Jika tak ada hujan Gerimis dan embunpun mencukupi Rangkaian kalimat kokoh itu berdiri di atas keyakinan ideologi seorang penulis Wallahu ta'maluuna bashir Allahu `Alam Bandung, 28 Jumadil Ula 1429 H Ditulis sebagai ucapan terima kasih kepada Bapak Mif Baihaqi, Ketua Jurusan Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia atas pengantar indahnya dibuku "Ada Cinta di Masjidku" <http://penerbitan.rezaervani.com/>
