Refleksi: Apa yang dilakukan  FPI menyebabkan MUI menyerahkan masalah FPI ke 
pemerintah? Apakah FPI bukan onderbouw organisasi dari MUI?

http://www.gatra.com/artikel.php?id=115363


MUI Serahkan Masalah FPI ke Pemerintah


Jakarta, 5 Juni 2008 17:28
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerahkan penyelesaian masalah insiden di 
Monas, Minggu (1/6), yang melibatkan massa Front Pembela Islam (FPI) kepada 
pemerintah.

"Soal itu kami serahkan kepada pemerintah, penegak hukum, karena itu memang 
kewenangan mereka. Tapi tentu penyelesaian hukumnya tetap harus berdasarkan 
praduga tak bersalah," kata Ketua MUI Amidhan, di Jakarta, Kamis (5/6).

MUI dan organisasi-organisasi massa Islam yang tergabung dalam Forum Ukhuwah 
Islamiyah juga meminta aparat penegak hukum untuk melakukan pengusutan dan 
menyelesaikan masalah itu secara proporsional, profesional dan adil.

Jika Ketua FPI Habib Rizieq dan anggota FPI yang sedang ditahan aparat 
kepolisian terbukti tidak bersalah dalam insiden itu, juru bicara Hizbut Tahrir 
Indonesia Ismail Yusanto menambahkan, "aparat harus melepaskan, jangan sampai 
ada upaya untuk mencari-cari cara untuk menjerat beliau."

Amidhan menambahkan, masalah itu sebaiknya juga dilihat secara rinci dan dicari 
kebenaran ihwal kejadiannya supaya tidak ada pihak yang tidak diperlakukan 
secara adil. "Sebab konflik itu pasti terjadi akibat adanya provokasi, 
masyarakat harus tahu juga bahwa itu pasti terjadi karena ada yang memancing 
dan ada yang terpancing," katanya.

Pemerintah dan aparat penegak hukum, lanjut Amidhan, agar melakukan introspeksi 
sebab hal itu mungkin terjadi karena pemerintah dan aparat terlambat mengambil 
sikap dan tindakan.

Pada Minggu (1/6) terjadi bentrokan antara massa beratribut FPI dengan anggota 
Aliansi Kebangsaan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang baru 
selesai mengadakan aksi damai di Monas, Jakarta. Insiden itu mengakibatkan 
sejumlah peserta aksi damai AKKBB terluka dan dirawat di rumah sakit.

Banyak kalangan menyesalkan tindakan kelompok beratribut FPI tersebut dan 
beberapa pihak mendesak organisasi massa Islam itu dibubarkan karena dianggap 
sering melakukan tindakan kekerasan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun kemudian angkat bicara, meminta para 
pelaku kekerasan yang memicu keributan pada acara peringatan hari lahir 
Pancasila di Monas itu ditindak tegas dan selanjutnya aparat kepolisian 
mengidentifikasi dan anggota FPI yang menjadi tersangka dalam insiden kekerasan 
tersebut. [TMA, Ant] 

Kirim email ke