Refleksi: Sedandainya Obama terus berdiam di Indonesia, apakah dia bisa 
menencapai apa yang sekarang dicapainya? Apa komentar Anda?

http://www.banjarmasinpost.co.id/content/view/34896/450/


      Anak Menteng Sambut Kemenangan Obama  


      Jumat, 06-06-2008 | 01:05:20  
      Halaman 1 dari 2
      .  Bisa Menghentikan Perang Irak

      JAKARTA, BPOST - Teman masa kecil Barack Obama di Indonesia penuh suka 
cita menyambut kemenangan senator itu dalam konvensi calon presiden Amerika 
Serikat dari Partai Demokrat.

      "Saya tidak pernah membayangkan dia akan menjadi orang hebat," kata 
Widianto Hendro Cahyono (48). Pria ini pernah menjadi teman sebangku Obama saat 
belajar di SDN Menteng 01 Jakarta.

      Di sekolah itulah Obama pernah menghabiskan sebagian masa kecilnya di 
Indonesia yaitu antara usia 6-10 tahun. Ketika nama Obama mulai dikenal, mantan 
teman dan gurunya pun mencoba menggali kembali ingatan mereka ke masa lampau.

      "Dia tergolong anak yang biasa-biasa saja, tetapi sangat aktif. Dia 
selalu main bola tiap istirahat sampai mandi keringat," kata Cahyono yang 
sama-sama duduk di kelas tiga di sekolah itu.

      Sang kepala sekolah, Kuwadiyanto pun tak kalah bangga. Dia berharap suatu 
saat Obama mau berkunjung ke Indonesia. "Semoga nanti dia mau berkunjung ke 
Indonesia," katanya.

      Anggota DPR dari Partai Amanat Nasional, Djoko Susilo pun menaruh bangga 
terhadap Obama. Sebab dia melihat, jika Obama menjadi presiden AS maka bisa 
diajak meningkatkan hubungan bilateral. "Tapi yang penting adalah menghentikan 
perang di Irak, Afghanistan dan lain-lain," katanya.

      Tidak hanya di Indonesia, warga negara lain juga berharap pada perubahan 
yang kelak dibawa Obama. Khususnya tentang janji mengubah wajah Amerika yang 
militeristik menjadi lebih ramah. Penghentian perang merupakan salah satu isu 
penting yang digarap Obama untuk mengobati kekecewaan warga Amerika yang sudah 
lelah berperang.

      Wajah damai yang diinginkan Obama terhadap Amerika antara lain 
ditampilkannya janji-janji untuk membuka dialog dengan negara-negara yang 
selama ini menjadi musuh Amerika. Sebut saja Iran, Korea Utara, dan Kuba yang 
sejak lama diisolasi Amerika.

      Di Vietnam, pengusaha real estate Ngo Van Hung (33) mengaku mengalihkan 
dukungannya dari Hillary Clinton ke Obama setelah menyaksikan Obama 
berkampanye. Di Vietnam, keluarga Clinton dipuja-puja karena berinisiatif 
memulihkan hubungan diplomatik yang puluhan tahun terputus.

      Seperti kebanyakan warga Vietnam lain yang menderita dalam perang yang 
melibatkan militer AS, Hung menentang perang Irak. Dia sangat senang ketika 
mendengar Obama menentang perang itu.

      "Obama menolak perang Irak sejak awal. Dia terlihat sebagai pecinta 
damai. Dia punya pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana memperlakukan 
orang yang berbeda kewarganegaraan dan berbeda negara," kata Hung. (kmp/ap
     

Kirim email ke