Itu dia bos.. ente sendiri bilang, umumnya dialami yang sudah >3 tahun. Tinggal bagaimana pengalaman positif tersebut ditularkan kepada mereka yang baru/belum pengalaman jadi TKI/W.. agar mereka dapat menikmati hasil kerja.. bukan para pemeras itu.. :-(
KPK perlu meluaskan sayapnya ke semua tempat pelayanan publik. seperti yang pernah diminta Fraksi PAN (kalo gak salah).. CMIIW.. Wassalam, Irwan.K 2008/6/19 ghozan_gmail <[EMAIL PROTECTED]>: > Pengalaman saya terkadang chating dengan beberapa teman/ TKI di korea.. > hongkong...jepang...arab..... ketika saya tanya...alhamdulillah...ada yg > sudah > punya banyak kontrakan di kampung...ada juga yang buka wartel sampai > warnet.... > ada yg buka bengkel sepeda motor....ada juga yg buka kios kecil/ jajanan... > belum lagi yg tiap bulan di transfer...jadi ketika pulang hanya membawa > uang > secukupnya saja....ini biasanya dialami oleh teman TKI yg sudah lebih dari > 3th. > > setuju....pembenahan sistem ini sudah menjadi keharusan....agar jangan > hanya > dijadikan ...mohon maaf...'sapi perah' saja..saudara2 kita itu. > > salam, > ghz > > > ----- Original Message ----- > *From:* IrwanK <[EMAIL PROTECTED]> > *To:* [EMAIL PROTECTED] > *Sent:* Thursday, June 19, 2008 3:05 PM > *Subject:* Re: Terminal Neraka Bagi Para TKI > > Di luar perlunya pembenahan dari sisi birokrasi, apakah para TKI tersebut > membawa uang kes(?) atau membiasakan diri untuk sesedikit mungkin > membawa uang.. dan menggunakan jasa perbankan/transfer sebelum > pulang ke Indonesia.. > > Setidaknya, tidak banyak yang dapat 'diperas' kalau sebagian besar dana > sudah ditransfer via bank, toh? > > CMIIW.. > > Wassalam, > > Irwan.K > > 2008/6/19 Institute Ecosoc Rights <[EMAIL PROTECTED]>: > >> Perhatian dan empati kita saja ternyata tak cukup untuk menolong para >> TKI di Bandara Soekarno-Hatta. Mereka sudah mirip domba lumpuh yang >> dikerubuti beramai-ramai oleh serigala-serigala birokrasi. Kerakusan >> mengaburkan kemanusiaan mereka yang tak ragu lagi menjadi jagal bagi >> yang takut dan tidak mengerti. Tidak heran jika melewati bandara ini, >> kadang menjadi mimpi buruk bagi para TKI. >> >> Baca pengalaman tragis Lani, buruh migran yang terlunta-lunta di >> Singapura sekaligus menjadi mangsa pemerasan persekongkolan aparat >> bandara. >> >> Baca pengalaman lani di blog kami: >> http://ecosocrights.blogspot.com/ >> >> salam >> yanti >> > >
