=======================================
THE WAHANA DHARMA NUSA CENTER [ WDNC ]
[ Seri : "Membangun Ekonomi Rakyat Indonesia"
=======================================
[Ec_Q]
BANK KAUM MISKIN
Oleh : Muhammad Yunus
Peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2006
Bersama Alan Jolis
Belajar dari :
Kisah Muhammad Yunus dan Grameen Bank, dalam
Memerangi Kemiskinan
67. Proyek Replikasi Grameen Bermunculan
Kemudian dua kemujuran terjadi
Bahkan sebelum tahap percontohan Proyek Ikhtiar tuntas, proyek-proyek yang
dengan serius mereplikasi Grameen mulai bermunculan di sejumlah negara lainnya.
Tiga di antaranya yang tampak paling menjanjikan berlokasi di Filipina. Dr.
Generoso Octavio, profesor ekonomi di University of the Philippines, Los Banos,
mengunjungi Bangladesh pada 1989 dan sebentar sesudahnya merintis program di
desa-desa sekitar kampusnya. Karena saya sendiri termasuk dalam Dewan Pengawas
Lembaga Riset Beras Internasional (IRRI), yang kantor pusatnya berjarak hanya 3
km dari kampus Los Banos, saya bisa sering mengunjungi Gene dan para
nasabahnya. Dengan bakat alamiahnya untuk berhubungan dengan kaum miskin, Gene
melakukan kerja luar biasa yang menjadikan proyek ini terlaksana. Kebanyakan
nasabahnya sukses beternak babi, sebuah usaha berlaba tinggi yang tidak ada di
Bangladesh karena larangan memakan babi dalam agama Islam.
Awalnya saya pikir melaksanakan program kredit Grameen di Filipina akan lebih
mudah ketimbang di Bangladesh, yang kemiskinannya sudah berlangsung lama,
status perempuannya rendah, dan sering terjadi bencana alam. Tetapi Gene
mengalami masalah ketika dengan dorongan saya ia mulai memasang target
ekspansi. Ia memang jago untuk bekerja langsung dengan para peminjam, tetapi
mengelola dewan direksi dan staf-stafnya ternyata jauh lebih sulit baginya.
Begitu proyek riset-aksinya dikonversi menjadi organisasi kredit mikro
independen bernama Ahon Sa Hirop (ASHI), Gene berjuang membentuk struktur
manajemen yang bisa diandalkan. Setelah beberapa tahun konflik internal dalam
ASHI, ia hengkang untuk mengajar di Malaysia dan menjadi konsultan kredit mikro
bagi beberapa organisasi yang punya program kredit mikro di Asia Tenggara.
Awalnya saya kuatir dengan masa depan ASHI, tetapi kemudian dua kemujuran
terjadi. Pertama, Sukor Kasim masuk sebagai konsultan untuk merehabilitasi
cabang ASHI yang paling bermasalah. Dalam waktu yang tak nyana singkatnya,
segalanya mulai membaik. Kedua, seorang anggota dewan ASHI bernama Mila Mercado
merelakan diri menjadi direktur eksekutif penuh waktu. Mila adalah seorang
perempuan yang blak-blakan dengan latar belakang kuat di sektor swasta,
kemampuan manajerial yang mumpuni, dan bakat alamiah untuk bekerja dengan
perempuan miskin. Kini, berkat jerih payah Sukor, Mila dan stafnya, ASHI
menjadi salah satu program replikasi Grameen yang paling berhasil di Filipina.
______
Ia memang jago untuk bekerja langsung dengan para peminjam,
tetapi mengelola dewan direksi dan staf-stafnya
ternyata jauh lebih sulit baginya.
______
Awalnya saya kuatir dengan masa depan ASHI,
tetapi kemudian dua kemujuran terjadi.
______
[ bersambung ]
* * * * *
“Mereka yang tidak bisa menghargai generasi tuanya
berarti telah melupakan dari mana dia berasal
dan tidak tahu ke arah mana dia akan pergi.”
[Ramsey Clark, mantan Jaksa Agung AS]
* * * * *
The Flag
Air minum COLDA - Higienis n Fresh !
ERDBEBEN Alarm
SONETA INDONESIA <www.soneta.org>
Retno Kintoko Hp. 0818-942644
Aminta Plaza Lt. 10
Jl. TB. Simatupang Kav. 10, Jakarta Selatan
Ph. 62 21-7511402-3