Sebuah ingatan
Tersusun rapi
Dalam relung-relung imaji
terhempas di badai fantasi

 Sepenggal waktu berdetik
 Merambat, merangkak, dan berlari
 Sebuah Elegi yang terpatri
 Ada seperti tiada, terus teratapi

Kabut diri menjadi pelangi
Tidak hanya berbuih putih
Tapi teraroma Berwarna-warni
sesuatu mulia, hina, tiada lagi

 Tetesan air suci
 ikut mengenangi
 Setelah kata lagi
 kini hanya ada sepi

berpalingkah kau kini
Setelah tiada lagi nyanyi puisi
Adalah makna berharap sunyi
mungkin bukan saatnya kita meratapi
Membiarkan semua terjadi
Erwin Arianto
Depok, 15 Agustus
http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/06/sepenggal-waktu-berdetik.html
-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
エルイン アリアント (内部監査事務局)
-------------------------------------
SINCERITY, SPEED,  INOVATION & INDEPENDENCY

Kirim email ke