Erwinku di padepokan yang kini dipenuhin uler ijoh..
daku emang risih dan reseh.. mendenger di ancurkennyah danao danao kerna ke rangkusan lurah camat bupatinyah yang kini mulaen menjajah dengen ugamak.. ku kenang depok.. tempatnyah belanda item ku kenang depok kutika ketemu nyaik nyaik yang wangih.. tatapi ternyatah diah piaran haji makbrur di depok..di kota kenanganku sawaktu daku mabok babi panggang. yang kini hilang dari tanah depok?? mangka detik detik sepih hajah yang kurangsaken..di malamnyah duka!! --- In [email protected], "Erwin Arianto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sebuah ingatan > Tersusun rapi > Dalam relung-relung imaji > terhempas di badai fantasi > > Sepenggal waktu berdetik > Merambat, merangkak, dan berlari > Sebuah Elegi yang terpatri > Ada seperti tiada, terus teratapi > > Kabut diri menjadi pelangi > Tidak hanya berbuih putih > Tapi teraroma Berwarna-warni > sesuatu mulia, hina, tiada lagi > > Tetesan air suci > ikut mengenangi > Setelah kata lagi > kini hanya ada sepi > > berpalingkah kau kini > Setelah tiada lagi nyanyi puisi > Adalah makna berharap sunyi > mungkin bukan saatnya kita meratapi > Membiarkan semua terjadi > Erwin Arianto > Depok, 15 Agustus > http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/06/sepenggal-waktu- berdetik.html > -- > Best Regard > Erwin Arianto,SE > ¥¨¥ë¥¤¥ó ¥¢¥ê¥¢¥ó¥È ¡ÊÆâÉô´Æºº»ö̳¶É¡Ë > ------------------------------------- > SINCERITY, SPEED, INOVATION & INDEPENDENCY >
