Dear Rekans,

Lebih 'kuasa' mana sih (ca)gub dengan RI-1? :-) Kalau cagub tidak mengangkat

topik Lapindo saja sudah 'dituduh' menerima kucuran dana dari Lapindo,
bagaimana dengan yang jabatan&kekuasaannya lebih (paling) tinggi di RI?
Demi 2009 mengorbankan rakyat banyak? :-p

CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

---------- Forwarded message ----------
From: firdaus cahyadi <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 2008/7/8
Subject: Lapindo Tak Disinggung

Apakah semua calon gubernur Jawa Timur telah menerima kucuran uang dari
Lapindo?

----------------------------------------
Lapindo Tak Disinggung

Calon Kepala Daerah Jatim Dinilai Tidak Visioner
Kompas/Selasa, 8 Juli 2008 | 03:00 WIB

Surabaya, Kompas - Calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur sama sekali
tak membahas penyelesaian masalah lumpur Lapindo di Kabupaten Sidoarjo,
Jawa Timur, saat memaparkan visi-misi di DPRD Jatim, Senin (7/7). Padahal,
lumpur Lapindo adalah persoalan nyata dan besar di Jatim dalam beberapa
tahun
terakhir.

Pakar lingkungan hidup dari Universitas Airlangga, Surabaya, Suparto Wijoyo
mengatakan, calon memang memasukkan masalah lingkungan hidup dalam
visi dan misinya. Sayangnya, tidak satu pun calon secara empiris menegaskan
akan menyelesaikan kasus lumpur Lapindo selama masa jabatannya.

"Saya prihatin mereka tidak berani," ujarnya.Padahal, lumpur Lapindo adalah
persoalan besar di Jatim sejak menyembur dua tahun lalu. Lumpur akan tetap
menjadi masalah selama belum dihentikan semburannya dan dampaknya
tak ditanggulangi. "Barangkali lumpur Lapindo bukan persoalan besar bagi
calon gubernur-wagub Jatim," ujarnya.

Ia juga prihatin tidak satu pun calon kepala daerah membahas dua isu besar
lingkungan hidup di Jatim. Mereka sama sekali tidak menyinggung penambangan
pasir di Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Penambangan itu merusak keseimbangan
ekosistem di kawasan sekitarnya.

Calon juga tidak menyinggung penggundulan hutan yang mengakibatkan 65 persen
hutan di Jatim hilang. Jatim juga tinggal menyisakan 14 persen hutan lestari
di
wilayahnya. Namun, calon gubernur dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan
Partai
Demokrat, Soekarwo, membantah tak memasukkan penyelesaian masalah lumpur
Lapindo dalam visi dan misinya. Masalah itu dibahas dalam soal lingkungan
hidup,
tetapi tidak bisa dibacakan.

"Kami hanya diberi waktu 25 menit untuk memaparkan visi dan misi. Jadi,
waktunya
tidak cukup," ujarnya. Namun, dalam buku visi dan misi yang dibagikan tim
pemenangan Soekarwo-Saifullah Yusuf tak dimasukkan masalah lumpur Lapindo.
Dari 17 rencana program kerja bidang lingkungan hidup yang dipaparkan, tak
ada
yang menyinggung penyelesaian masalah lumpur Lapindo. Penyelesaian masalah
lumpur Lapindo justru muncul dalam debat publik calon yang digelar semalam.

Perdebatan terjadi antara Soekarwo dan calon wagub yang diusung Partai
Demokrasi
Indonesia Perjuangan (PDI-P) Ridwan Hisjam. Ia menanyakan kepada Soekarwo
mengapa saat menjabat Sekretaris Daerah Jatim tidak memperjuangkan masalah
lumpur Lapindo.

Soekarwo pun menjawab, "Saya kira Pak Ridwan selaku Wakil Ketua DPRD sudah
tahu
persis soal ini. Kami, saya, dan Pak Ridwan, melakukan 'demonstrasi' ke
Jakarta
membawa persoalan Lapindo ini." Suparto menambahkan, calon kepala daerah
Jatim
tak visioner. Hal itu terlihat dari paparan visi dan misi mereka.

"Paparan mereka seperti laporan pertanggungjawaban gubernur. Semua
memosisikan
diri sebagai gubernur," ujarnya. (vin/raz/idr/ina)

Kirim email ke