Mengatur Giliran Listrik Mati Yang Islamiah !!! Dijam Kerja siang hari udara panas dan kebanyakan rumah tangga cuma ditinggali pembantu yang harus mencuci baju pakai mesin cuci yang perlu listrik, dan mencegah daging di kulkas busuk maka listrik rumah tidak boleh mati sewaktu jam kerja. Hal ini sangatlah baik mengingat sepulang kerja buruh bisa merasakan segarnya air kulkas, dan bajunya bisa tercuci bersih untuk kerja besok paginya.
Jadi listrik rumahan penting untuk tetap nyala dijam kerja karena buruh bekerja yang kerja diluar rumah membutuhkan listrik untuk menyelesaikan kerjaan2 yang tidak bisa mengerjakannya dirumah. Sebaliknya, karena listrik rumahan harus tetap nyala di jam kerja, maka listrik kantor dan pabrik2 terpaksa harus mati di jam kerja. Matinya listrik kantor dan pabrik2 di Jam kerja ini secara Islamiah menguntungkan umat karena bisa menambah waktu untuk meningkatkan jumlah rakaat dalam shalatnya, bisa meningkatkan dzikirnya dalam shalatnya, bisa ada waktu menekuri AlQuran dijam kerjanya. Biar gimanapun, Quran, Hadist, dan Islam selalu mengajarkan keadilan, dikala kekurangan listrik, maka pembagian listri harus diatur pembagiannya dengan cara2 yang adil secara Islamiah. Artinya, kalo listrik rumahan harus nyala, maka listri kantor, pabrik dan perusahaan2 harus giliran mati dulu. Sepulang buruh dari kerja, artinya diluar jam kerja, tentu hari sudah sore, sudah malam, tidak lagi panas, dan kalopun listrik mati, kalopun kulkas mati, daging yang membeku tidak cepat lumer bahkan hingga paginya pun tidak akan lumer. Disore dan malam hari ini, buruh bisa mengerjakan banyak dirumahnya tanpa perlu bantuan listrik lagi sehingga wajar secara Islamiah yang berkeadilan ini tentu listrik mati dirumah diluar jam kerja tidak banyak mengganggu buruhnya. Memang dikala sore atau malam hari kalo listrik mati jadi susah baca Quran, tetapi untuk baca Quran sebetulnya tidak perlu dirumah, juga diluar rumah atau dikantor tidak berkurang pahalanya apabila kita membaca Quran. Sewaktu listrik rumahan mati disore dan malam hari, maka listrik perusahaan, kantoran, dan pabrik2 haruslah menyala karena alat2 security yang dipasang untuk mencegah pencurian harus aktiv menyala diwaktu sore atau malam hari yang merupakan waktu yang banyak dimanfaatkan oleh pencuri yang bisa merugikan kantor, pabrik maupun perusahaan yang menjadi gantungan hidup para buruh Islamiah. Demikianlah, pembagian listrik yang Islamiah bisa lebih meningkatkan keimanan Islamiah dan mendorong pabrik2 menjadi sumber kehidupan buruh yang Islamiah. Jadi kalo ada pabrik2 kafir yang mengancam dan mau merugian buruh2 Islamiah dengan alasan2 listrik mati menjadi rugi sehingga tidak bisa memenuhi kewajiban bayar gaji kepada buruh yang penuh kerajinan, kesetiaan, dalam kewajiban2 kepada agamanya, maka hal itu cuma cari gara2 untuk memusuhi, untuk merugikan, untuk memurtadkan kondisi lingkungan kehidupan kita yang Islamiah. Islam dan Muslim diajarkan untuk tidak menyerang lebih dulu, tapi kalo sudah diserang duluan, diancam duluan, maka kita harus membakar pabrik2, kantor2, dan perusahaan yang memusuhi Islam ini. Ny. Muslim binti Muskitawati.
