Cara Lahir Anak Haram Tidak Ada Bedanya Dengan Anak Halal !! Di Amerika banyak sekali anak2 yang lahirnya dari orang tua yang tidak menikah, tetapi tidak ada satupun dianggap anak Haram. Anak2 ini lahir kedunia dengan cara yang sama seperti cara anak2 lain yang orang tuanya menikah.
Anak haram tidak dibedakan dari anak halal, bahkan tidak bisa dibedakan sama sekali, haknya sama, juga dihargai sama, karena gimana mau dibedakan kalo kata2 "Haram" saja tidak pernah digunakan disini? Anak haram hanya dikenal dalam kominitas agama saja, terutama sekali agama Islam. Agama Kristen, katolik dan Yahudi sudah lama meninggalkan bahkan melarang kata2 haram ini digunakan meskipun mereka yang fanatik masih juga menggunakannya. Mayoritas masyarakat Indonesia yang Islam sekalipun terenyuh dengan kata2 haram ini, sehingga banyak yayasan2 Islam di Indonesia memelihara anak2 haram yang dimanfaatkan untuk menarik infaq paqsa di-pengkolan2 jalan. Karena bangsa Indonesia ini memiliki budaya yang luhur sehingga tidak bisa dipaqsa untuk mengharamkan anak haram. Akhirnya Islam di Indonesia jadi beda dari yang di Arab, untuk membedakannya itulah di Indonesia dikenal sebagai Islam Kejawen. Yaitu ajaran Islam yang halal hanya di Indonesia dan diharamkan di negara2 Islam lainnya. > Zenzi Aekido <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > tidak ada anak haram..., yang ada itu anak yang > lahir degan cara yang haram. jangan perdebatkan > agama..., bagi yang bisa ikut aturan islam... > jadikanlah islam pedoman hidup..bagi yang tidak > bisa,.. ikutlah pedoman yang lain... > Anak haram cara lahirnya sama saja dengan anak yang enggak haram! Kalo pakai pedoman Islam, anak haram dilahirkan oleh pezinah ! Kalo pakai pedoman lain tidak dikenal anak yang haram. Bahkan dalam pedoman lain tidak pernah digunakan kata HARAM. Marilah tak usah pakai pedoman untuk mem-beda2kan anak ataupun manusia, karena HAM juga melarang mem-beda2kan manusia dari keimanan atau dari agamanya. Cuma Islam saja yang membedakan manusia dari keimanannya bahwa hanya muslim yang paling tinggi derajat kemanusiaannya sedangkan yang bukan muslim bukan dianggap manusia tetapi lebih rendah daripada manusia. Biadab bukan ajaran begitu ??? Sejak lahir sebagai muslimah saya sudah diajarkan bahwa hanya muslim sajalah yang merupakan manusia yang derajatnya ditinggikan Allah. Biadab sekali Allah seperti itu bukan ??? Kita cuma perlu jujur mengakui yang salah adalah salah, dan yang benar jangan disalahkan. Sebagai umat Islam saya juga harus menghargai sama derajatnya semua orang2 kafir, menyayangin orang2 murtad, menghormati orang murtad sama seperti juga menghormati ulama. Orang murtad dan ulama dan muslim derajatnya sama yaitu sama2 manusia dengan kemuliaan yang sama. Setuju ??? Meskipun Quran sebaliknya mengutuk pendapat ini. Ny. Muslim binti Muskitawati.
