JAKARTA, SELASA - Secara khusus, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan,
Megawati Soekarnoputri menantang Presiden Partai Keadilan Sejahtera
(PKS), Tifatul Sembiring untuk maju sebagai calon presiden pada 2009.
Megawati berpesan kepada Tifatul untuk tidak takut bila ingin maju,
bersaing dalam pertarungan mendatang.

"Kalau ada dan memang ada, ya silakan, maju dong. Yang ada sekarang
kan, hanya media yang membuat terwacanakan saja. Pasar selalu
memberikan wacana seperti itu. Memang disukai, tapi tidak kemudian
dijadikan bahan polemik," tegas Megawati usai memberikan orasi
politiknya di depan ratusan kader dalam acara kaderisasi nasional
kader muda PDI Perjuangan, di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Raya
Lenteng Agung, Selasa (22/7).

"Kalau memang berani, silakan maju, jangan berwacana saja. Pak Tifatul
kalau mau maju, monggo. Makanya saya bilang, yang mau maju dari partai
politik, mau dari independen, ya ayo," tegasnya lagi.

Apa yang diungkapkan Megawati ini sekaligus menjawab pernyataan
Tifatul Sembiring dalam acara mukernas PKS di Makassar. Tifatul dalam
acara itu sedikit menyindir kepada para politisi uzur untuk segera
pensiun dalam dunia perpolitikan. Menurut Tifatul, sudah waktunya para
politisi gaek untuk pensiun. "Pemimpin 2009 adalah pemimpin muda dan
enerjik serta berani mengambil risiko," katanya.

"Ada yang pernah gagal tapi kepingin lagi maju. No way. Silahkan
minggir. Pemimpin baru itu balita dibawah lima puluh tahun. Dan
jadilah bangsa yang siap pada perubahan karena perubahan adalah
keniscayaan," tegas Tifatul dalam pidato politiknya, di Hotel Clarion,
Jl AP Pettarani, Makassar, Senin (21/7).

Kalau saja Tifatul berani menyambut tantangan Megawati untuk bertarung
pada Pilpres 2009 nanti tentu akan menjadi hal yang menarik. Menurut
analisa politik dari Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicated
(SSS), Sukardi Rinakit, PKS belum akan berani mengumumkan calon
presidennya pada 2009.

PKS, kata Sukardi, akan bersikap realistis melihat perolehan suaranya
terlebih dahulu pada pemilu legislatif nanti. Sikap PKS ini sekaligus
memberikan jawaban mengapa PKS menyatakan sikap hanya akan mendukung
pemerintahan sampai tahun 2008 saja.

"Untuk sementara ini, PKS saya pikir akan pilih figur lain. Termasuk
mencari figur lain selain Presiden SBY. Namun semuanya, memang
tergantung dari situasi perubahan politik yang tak terduga," kata
Sukardi Rinakit.

Ia tidak sepakat bila dikatakan keinginan PKS yang bersikap hanya akan
mengawal pemerintahan SBY-JK sebagai bentuk dari ketakutan politik PKS
mendukung hingga akhir 2009.

"Akan tetapi, PKS sudah semakin yakin dengan kandidat yang ada
sekarang yang sudah mereka temukan. Dengan demikian, paling tidak di
2009 mereka (PKS) sudah bisa berkampanye untuk figurnya itu.
Harapannya tentu, akan bisa mendongkrak suara PKS dalam memperoleh
kursi di DPR. Antara figur yang diusung dengan PKS harus saling
menguntungkan," jelas Sukardi Rinakit.

Kini, menarik ditunggu, apakah Tifatul akan menerima tantangan
Megawati untuk maju dalam pertarungan di 2009. Tapi, bila mengacu pada
survei terkini yang dirilis Indobarometer beberapa waktu lalu,
Megawati adalah yang terkuat. Capres terkuat masih didominasi calon
yang pernah jadi presiden (Megawati, SBY, dan Gus Dur) atau pernah
jadi capres (Wiranto, Amien Rais). Nama Tifatul Sembiring, tak muncul
dalam hasil survei ini. (Persda Network/yat)

http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/07/22/19495188/megawati.tantang.ti\
fatul.maju.jadi.capres.


[EMAIL PROTECTED]
http://groups.yahoo.com/group/santrikiri
 

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke