http://www.sinarharapan.co.id/berita/0807/23/pol04.html

Indonesia Butuh Pemimpin yang Mampu Bertindak 


Jakarta-Indonesia kekurangan pemimpin yang mampu bertindak. Pemimpin dan aktor 
politik saat ini cenderung hanya kuat dalam konsep namun lemah dalam 
implementasi."Kita butuh pemimpin yang memimpin dengan aksi, dan bukan hanya 
punya visi misi," kata Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam 
diskusi tentang kepemimpinan kaum muda di Jakarta, Selasa (22/7). 


Setelah 10 tahun, katanya, Indo-nesia belum juga mampu mewujudkan cita-cita 
reformasi, hal ini dikarenakan pola kepemimpinan yang lebih mengedepankan 
konsep, tetapi miskin dalam pelaksanaan. Keadaan bangsa tidak akan banyak 
berubah, jika para pemimpinnya tidak mau bergerak. "Perubahan itu tergantung 
pada aktor-aktor politiknya," katanya. Dia mengatakan jangan sampai suksesi 
kepemimpinan di Indonesia hanya suksesi biologis saja, yaitu menempatkan 
seseorang pada kursi kekuasaan, namun tidak menghasilkan apa-apa.Kepemimpinan 
dengan aksi, kata Sultan, bukanlah pemimpin yang sering tebar pesona. "Jangan 
menjadi pemimpin berkarakter selebritas yang hanya tampil di depan pers," 
katanya.Usai acara, ketika didesak wartawan, siapa yang dimaksud pemimpin yang 
hanya tebar pesona, Sultan menjawab. "Bisa siapa saja, termasuk juga presiden," 
katanya.

Calon Presiden
Mengenai pencalonan dirinya sebagai presiden, Sultan mengatakan dirinya belum 
memustuskan. Saat ini, dia bukan kandidat presiden atau calon wakil presiden. 
Sultan juga mengaku tidak tahu-menahu soal klaim partai yang menyebut akan 
mengusung namanya sebagai kandidat. "Mungkin partai-partai itu hanya 
mengumumkan berdasarkan hasil polling saja," katanya.Salah satu parpol yang 
disebut-sebut akan menggandeng Sultan sebagai cawapres adalah Partai Bulan 
Bintang yang mengusung Ketua Majelis Syuro Yusril Ihza Mahendra untuk capres 
2009.Sultan juga mengatakan pen-calonan kandidat dari parpol akan bergantung 
pada hasil pemilu legislatif 2009. Dia berpendapat, parpol akan cenderung 
mengusung calon internal jika meraih suara di atas 15 persen. "Kalau 15 persen 
ke atas, ya partai nyalonin ketua umumnya sendiri," katanya.Di lain hal, Sultan 
juga meminta sistem politik memberi peluang kepada generasi muda untuk menjadi 
capres. Hanya saja, Sultan meminta anak muda yang ingin jadi pemimpin tidak 
hanya berkecimpung di dunia politik, namun juga harus membangun jaringan di 
masyarakat, pengusaha, dan seniman. (vid

Kirim email ke