http://www.poskota.co.id/redaksi_baca.asp?id=1589&ik=32


Darah Muda Si Dukun 

Selasa 29 Juli 2008, Jam: 8:54:00 

Dukun cabul model Saripin, 50, memang licik benar. Yang darah tinggi sampai 
stroke ibunya Mintul, 20, tapi yang "darah muda" malah sang dukun sendiri. 
Dengan alasan mengobati Ny. Marmi, 45, berulangkali si dukun datang ke rumah 
pasien. Padahal aslinya, bukan mengobati, tapi malah menikmati tubuh mulus si 
Mintul. 

Akal lelaki memang banyak, lebih-lebih dalam soal keperempuanan. Dia bisa 
ngibul sana ngibul sini, hanya untuk memuluskan programnya sebagai penjahat 
kelamin. Tanyakan saja kepada para selingkuhwan. Bila mereka mau jujur, pasti 
tak terhitung lagi dia membohongi istri di rumah. Padahal sekali berbuat 
bohong, dia pasti akan menciptakan kebohongan-kebohongan baru untuk menutupi 
kebohongan sebelumnya. Itulah fenomena selingkuh, deg-degan pada permulaaan, 
dan bikin krenggosan (ngos-ngosan) dalam pelaksanaan. 

Hal ini dialami pula oleh Saripin, dukun setengah baya dari kampung Jambewangi 
Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi. Sungguh mati, awalnya dia lelaki 
baik-baik sebagaimana kesaksian polisi dalam Surat Keterangan Berkelakuan Baik. 
Tidak pernah terlibat urusan polisi, tidak pula tersangkut peristiwa 
G.30.S/PKI. Tapi setelah dapat pasien Ny. Marmi dari Desa Tulungrejo Kecamatan 
Glenmore, semuanya jadi berubah. Sosok Saripun yang dulu alim dan kalem, 
ternyata itu mengandung makna: sak kal gelem (spontan mau). 

Bagi warga sekampungnya, sebetulnya Saripin tak dipercaya benar sebagai dukun 
atau paranormal handal. Tapi ternyata bagi orang luar kampung, dia adalah wong 
tuwa (orang pintar) yang menjadi tempat berkonsultasi berbagai penyakit batin 
maupun yang kasat mata. Setiap hari ada saja tamu yang datang, sambil membawa 
air putih. Air dalam kemasan plastik Akua tersebut, setelah dijopa-japu 
(dijampi-jampi) oleh Saripin menjadi punya daya sembuh luar biasa. Pendek kata 
mengalahkan "blue energi"-nya Djoko Suprato yang kini meringkuk di tahanan 
Polda DIY. 

Enak memang Saripin, hanya dengan berkomat-kamit, sudah dapat duit. Sampai 
kemudian kepiawiannya terdengar oleh keluarga Marmi, penderita stroke dari desa 
Tulungrejo Kecamatan Glenmore. Mbah dukun lalu diminta ke sana untuk mengobati 
Ny. Marmi yang sudah sekian lama mati sebelah akibat penyakit ludira inggil 
(darah tinggi) tersebut. Ternyata, setelah ditangani Saripin, mulai ada 
kemajuan sedikit. Tangan kanan Ny. Marmi mulai bisa digerakkan, wajahnya pun 
juga mulai bersinar, bukan lagi macam orang Korea murus (mencret). 

Rupanya yang terjadi perubahan bukan saja Ny. Marmi, tapi juga Saripin selaku 
dukunnya. Setelah mengenali Mintul putri sang pasien, ada perangkat tubuh si 
dukun yang ikut pula bergerak-gerak. Ya, Mintul memang cantik, dan Saripin 
sebagai lelaki normal, tak bisa menyembunyikan hasrat kelelakiannya. Setiap dia 
dilayani gadis yang seksi dan putih itu, pendulumnya langsung kontak, blip, 
blip, blip. "Sabar Bleh, nanti kau akan dapat juga bagiannya," kata Saripin 
menghibur sang pendulum. 

Sejak itu, dia semakin rajin menerapi Ny. Marmi. Soal perkembangan penderita 
stroke tersebut, Saripin tak memikirkan benar. Sebab yang penting, bisa 
"menerapi" si Mintul yang sekel nan cemekel itu. Soalnya, lewat ilmu "jaran 
guyang"-nya dia telah berhasil pula membuat si gadis bertekuk lutut dan berbuka 
paha untuknya. Akibatnya yang terjadi kemudian, si ibu kele-kele (klenger) tak 
bisa bergerak di kamarnya, di kamar lain Mintul juga nyaris tak bisa bergerak 
karena "disekap" Saripun yang tengah melampiaskan gairah "darah muda"-nya 

Itulah kemudian yang selalu terjadi, sampai warga kemudian curiga. Masa diobati 
berbulan-bulan Ny. Marmi tak kunjung sembuh, sedangkan dukun Saripin asal 
memberi terapi bisa berjam-jam lamanya. Sejumlah warga pun berebut mengintip 
apa yang terjadi di kamar, sampai kepala teman pun diinjak buat tatakan. Apa 
yang terjadi? Ternyata di dalam sana Saripun bukan mengobati Ny. Marmi, tapi 
sibuk sedang menggauli si Mintul. Emosi warga pun tak terbendung. Dukun cabul 
itu lalu digerebek dan kemudian diseret ke Polsek Glenmore untuk 
mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

Haram jadah, ngakunya dukun alim, nggak tahunya dukun cabul! 

Kirim email ke