Kalo menurut aku orang bodoh aja yang masih percaya ama dukun .... ..
--- On Thu, 7/31/08, Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Sunny <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: CiKEAS> Darah Muda Si Dukun
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Thursday, July 31, 2008, 2:44 AM
http://www.poskota. co.id/redaksi_ baca.asp? id=1589&ik=32
Darah Muda Si Dukun
Selasa 29 Juli 2008, Jam: 8:54:00
Dukun cabul model Saripin, 50,
memang licik benar. Yang darah tinggi sampai stroke ibunya Mintul, 20, tapi
yang
“darah muda” malah sang dukun sendiri. Dengan alasan mengobati Ny. Marmi, 45,
berulangkali si dukun datang ke rumah pasien. Padahal aslinya, bukan mengobati,
tapi malah menikmati tubuh mulus si Mintul.
Akal lelaki memang banyak,
lebih-lebih dalam soal keperempuanan. Dia bisa ngibul sana ngibul sini, hanya
untuk memuluskan programnya sebagai penjahat kelamin. Tanyakan saja kepada para
selingkuhwan. Bila mereka mau jujur, pasti tak terhitung lagi dia membohongi
istri di rumah. Padahal sekali berbuat bohong, dia pasti akan menciptakan
kebohongan-kebohong an baru untuk menutupi kebohongan sebelumnya. Itulah
fenomena
selingkuh, deg-degan pada permulaaan, dan bikin krenggosan (ngos-ngosan) dalam
pelaksanaan.
Hal ini dialami pula oleh Saripin, dukun setengah baya dari
kampung Jambewangi Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi. Sungguh mati, awalnya
dia lelaki baik-baik sebagaimana kesaksian polisi dalam Surat Keterangan
Berkelakuan Baik. Tidak pernah terlibat urusan polisi, tidak pula tersangkut
peristiwa G.30.S/PKI. Tapi setelah dapat pasien Ny. Marmi dari Desa Tulungrejo
Kecamatan Glenmore, semuanya jadi berubah. Sosok Saripun yang dulu alim dan
kalem, ternyata itu mengandung makna: sak kal gelem (spontan mau).
Bagi
warga sekampungnya, sebetulnya Saripin tak dipercaya benar sebagai dukun atau
paranormal handal. Tapi ternyata bagi orang luar kampung, dia adalah wong tuwa
(orang pintar) yang menjadi tempat berkonsultasi berbagai penyakit batin maupun
yang kasat mata. Setiap hari ada saja tamu yang datang, sambil membawa air
putih. Air dalam kemasan plastik Akua tersebut, setelah dijopa-japu
(dijampi-jampi) oleh Saripin menjadi punya daya sembuh luar biasa. Pendek kata
mengalahkan “blue energi”-nya Djoko Suprato yang kini meringkuk di tahanan
Polda
DIY.
Enak memang Saripin, hanya dengan berkomat-kamit, sudah dapat duit.
Sampai kemudian kepiawiannya terdengar oleh keluarga Marmi, penderita stroke
dari desa Tulungrejo Kecamatan Glenmore. Mbah dukun lalu diminta ke sana untuk
mengobati Ny. Marmi yang sudah sekian lama mati sebelah akibat penyakit ludira
inggil (darah tinggi) tersebut. Ternyata, setelah ditangani Saripin, mulai ada
kemajuan sedikit. Tangan kanan Ny. Marmi mulai bisa digerakkan, wajahnya pun
juga mulai bersinar, bukan lagi macam orang Korea murus (mencret).
Rupanya yang terjadi perubahan bukan saja Ny. Marmi, tapi juga Saripin
selaku dukunnya. Setelah mengenali Mintul putri sang pasien, ada perangkat
tubuh
si dukun yang ikut pula bergerak-gerak. Ya, Mintul memang cantik, dan Saripin
sebagai lelaki normal, tak bisa menyembunyikan hasrat kelelakiannya. Setiap dia
dilayani gadis yang seksi dan putih itu, pendulumnya langsung kontak, blip,
blip, blip. “Sabar Bleh, nanti kau akan dapat juga bagiannya,” kata Saripin
menghibur sang pendulum.
Sejak itu, dia semakin rajin menerapi Ny.
Marmi. Soal perkembangan penderita stroke tersebut, Saripin tak memikirkan
benar. Sebab yang penting, bisa “menerapi” si Mintul yang sekel nan cemekel
itu.
Soalnya, lewat ilmu “jaran guyang”-nya dia telah berhasil pula membuat si gadis
bertekuk lutut dan berbuka paha untuknya. Akibatnya yang terjadi kemudian, si
ibu kele-kele (klenger) tak bisa bergerak di kamarnya, di kamar lain Mintul
juga
nyaris tak bisa bergerak karena “disekap” Saripun yang tengah melampiaskan
gairah “darah muda”-nya
Itulah kemudian yang selalu terjadi, sampai
warga kemudian curiga. Masa diobati berbulan-bulan Ny. Marmi tak kunjung
sembuh,
sedangkan dukun Saripin asal memberi terapi bisa berjam-jam lamanya. Sejumlah
warga pun berebut mengintip apa yang terjadi di kamar, sampai kepala teman pun
diinjak buat tatakan. Apa yang terjadi? Ternyata di dalam sana Saripun bukan
mengobati Ny. Marmi, tapi sibuk sedang menggauli si Mintul. Emosi warga pun tak
terbendung. Dukun cabul itu lalu digerebek dan kemudian diseret ke Polsek
Glenmore untuk mempertanggungjawab kan perbuatannya.
Haram jadah,
ngakunya dukun alim, nggak tahunya dukun cabul!