Jawa Pos
 Kamis, 31 Juli 2008 ] 

Lima Anggota FPDIP Pindah ke PDP 


SURABAYA - Lima anggota Fraksi PDIP di DPRD Jatim kemarin (31/7) menyatakan 
keluar dari partai. Selanjutnya, mereka ramai-ramai masuk Partai Demokrasi 
Pembaruan (PDP). Kelima orang itu adalah Moh Ashari, Pudjo Setijono, Heri 
Purwanto, Teddy Hartono Sungguh, dan Agung Sintha Dinastono. 

Kabar yang santer beredar, kepindahan lima orang tersebut disebabkan mereka 
tidak memiliki harapan lagi untuk melanjutkan karir politik di PDIP. Karena 
itu, mereka memilih berpindah ke PDP yang sering disebut partai sempalan PDIP. 
PDP telah lolos verifikasi dan mendapatkan nomor urut untuk Pemilu 2009.

Namun, Heri Purwanto menyangkal kabar itu. Menurut dia, kepindahan ke PDP 
adalah bagian dari sikap membangun demokrasi politik yang sebenarnya. Heri 
mengatakan, di partai lama dia merasakan nuansa feodalistik. 

Dia menjelaskan, bentuk feodalistik dalam partai ditunjukkan dalam hak 
prerogatif ketua. Akibatnya, sikap partai yang diambil tidak lain adalah 
keputusan pimpinan. Menurut dia, sikap seperti itu tidak menggambarkan 
kedaulatan partai.

Heri mengaku telah mengirimkan surat pengunduran diri ke DPP PDIP yang 
ditembuskan ke DPD PDIP Jatim. "Senin (28/7) saya kirimkan," katanya. Bagaimana 
kalau disanksi? "Konsekuensinya akan kami tanggung. Termasuk di-PAW-kan sebelum 
masa jabatan di dewan habis," tandasnya mantap. 

Alasan yang sama diungkapkan Agung Sintha Dinastono. Dia mengatakan, partai 
lama tidak menyerap aspirasi sesuai hati nurani. Menurut dia, banyak kebijakan 
yang sudah ditandatangani, tapi saat pelaksanaan dilanggar sendiri. "Kebijakan 
yang seharusnya membela wong cilik malah sebaliknya," katanya.

Dia mencontohkan, kasus yang sempat ramai adalah penolakan kenaikan harga BBM. 
Sebelumnya, PDIP menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Tapi, lanjut 
dia, tiba-tiba dia menerima surat yang menyatakan bahwa partai menerima rencana 
pemerintah itu.

Sementara itu, Ketua DPD PDIP Jatim Sirmadji mengaku belum mengetahui 
pengunduran diri kelima anggotanya itu. "Kalau Ashari memang diberhentikan 
sebulan lalu. Suratnya sudah masuk," katanya usai menggelar rakerda di 
kantornya di Jl Kendangsari kemarin.

Dia menjelaskan, sikap partai menanggapi hal tersebut tidak lain adalah 
melakukan PAW. "Segera mungkin setelah tahu. Bahkan, kalau sudah ada bukti, 
tidak perlu panggil-panggil lagi," ucapnya. (eko/oni)

Kirim email ke