http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=kategori&kid=12&id=Politik
Senin, 11 Agustus 2008
Sukmawati Soekarnoputri:
Hentikan Diskriminasi pada Rakyat Kubu
Amlapura (Bali Post)
Untuk kali pertama, Sukmawati Soekarnoputri napak tilas di wilayah yang
sering diklaim sebagai wilayah kering dan termiskin di Bali. Sukmawati tidak
bisa menyembunyikan rasa prihatin terhadap pembangunan di desa perbatasan
Karangasem - Buleleng ini. "Saya tidak habis pikir, kenapa Bali yang katanya
kaya dan internasional masih memiliki desa tertinggal seperti ini. Saya bisa
rasakan rakyat Kubu masih terdiskriminasi dan diperlakukan tidak adil," ungkap
Sukmawati di Balai Rakyat Kubu.
Dirinya juga heran dengan ulah pejabat di Bali dan Karangasem yang selalu
menjadikan Kubu sebagai daerah percontohan kemiskinan. "Dari sejak remaja
hingga usia saya sudah setengah abad, saya selalu mendengar Kubu sebagai daerah
miskin dan kering. Dan setahu saya, Kubu selalu dikunjungi oleh tim survei,
media atau tim khusus pengentasan kemiskinan. Selama bicara kemiskinan, mereka
selalu dibawa ke Kubu. Tetapi ketika mendapat bantuan dana, dikemanakan bantuan
kemanusiaan itu? Kubu sudah menjadi objek diskriminasi," ujarnya geram.
Sukmawati juga tidak terima dengan berbagai julukan bagi Kubu yang
bernada negatif, seperti daerah kering atau penghasil gepeng. "Yang salah bukan
rakyat Kubu. Keringnya Kubu adalah teguran bagi kita dari alam semesta bahwa
generasi muda Kubu harus bisa sekolah yang tinggi. Dan ketika berhasil, harus
pulang kampung membangun desa. Bukan seperti sekarang, rakyat tidak mampu
mendapat air bersih, infrastruktur hancur dan tidak adanya perhatian pada
pendidikan. Untuk itu, saya harap caleg PNI-M asal Kubu harus segera mengubah
Kubu ketika mereka menang Pemilu 2009," ungkap Sukmawati.
Hal senada diungkapkan Dr. Vedakarna (Ketua DPD PNI-M Bali), anggota DPRD
asal Kubu yang berasal dari partai besar selama ini tidak mampu memperjuangkan
Kubu. "Saya targetkan, semua caleg PNI-M dari Kubu harus lolos Pemilu 2009.
Kalau sampai rakyat Kubu masih memilih calon yang sama dari partai besar, ini
artinya rakyat Kubu tidak menginginkan perubahan," ungkap Dr. Vedakarna yang
didampingi I Nyoman Tunas, S.H. (Ketua PAC PNI-M Kecamatan Kubu). (r/*)