Hebat mas bayu sekarang dah .. calm .. n sabar .. dah bisa ... dengan kepala 
dingin .... hem .. ternyata Suma dah ... melekat ya mas .. 


--- On Sat, 8/23/08, Lanang Laras <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Lanang Laras <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: CiKEAS> Bukan Cuma Islam Ahmadiah Yang Jadi Korban !!!
To: [email protected]
Date: Saturday, August 23, 2008, 1:52 PM










    
            ..Ibu Muskitawati,
Kita ketemu lageh di milis ini, setelah sekian lama saya menyimak postingan ibu 
di milis " DEBAT RELIGIUS " 

Percayalah masih ada walaupun tidak banyak, orang-orang yg MEMAHAMI " ISLAM " 
bukan sebagai KULTUR BUDAYA  dari Ranah Timur Tengah, melainkan ISLAM dalam 
konsep  sebuah KESADARAN manusia yang " Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe " atas 
dasar sebuah tatanan yg dibangun seiring dan selaras dengan Klutur budaya 
Idonesia yg SANTUN, LEMBUT, TENGGANG RASA dan TEPO SLIRO serta mengutamakan 
kehidupan GOTONG ROYONG. Dan, ini masih kita temukan pada orang-orang yg hidup 
di kejauhan dari HINGAR BINGAR dan GEGAP GEMPITANYA metropolitan. 

Yah..memang tidak juga menutup kemungkinan orang-orang desa ini dimasuki 
orang-orang yg masih memahami bahwa ISLAM adalah konsep
 kebenaran menurut cikal bakal AGAMA tersebut diturunkan di ranah Timur Tengah 
yg memang kenyataannya lebih banyak KERIBUTANNYA dibandingkan KEDAMAIANNYA. 
Mencuatnya keributan pemahaman keyakinan dalam wilayah Agama dengan nama ISLAM 
di negeri ini, kitapun gak bisa MEREM atau pungkiri, hal tersebut selalu saja 
dikomandoi oleh orang-orang yg berasal dari ranah Timur Tengah yg memang gemar 
sekali RIBUT, GONTOK-GONTOKAN hingga sampai menjurus kepada PEMBERANGUSAN pada 
kelompok/golongan/ aliran yg konon katanya tidak sesuai dengan SYARIAT ISLAM, 
terlebih-lebih jika menyangkut pada Kitab Suci AQ dan Hadis. 
Aneh..dan sungguh aneh memang jika AGAMA sudah dijadikan sarana untuk 
MENGHAKIMI sesama...seolah-olah para OKNUM yg mengaku-ngaku HABIB ini merupakan 
SATU-SATUNYA manusia yg memiliki mandat memegang  KUCI
 SURGA, dan bagi siapa saja yg tidak sepaham dengan mereka hukumya SAH untuk " 
DIKUYO-KUYO " dan dimasukkan NERAKA...!!.

Duuuh Gusti,
Mengapa begitu sulitnya manusia sekarang ini untuk mencari dan menemui 
Tuhan-Nya??? Mereka harus BENTURAN dulu dengan manusia-manusia  ( OKNUM ) yg 
mengaku-ngaku dirinya sebagai HABIB yg berjubah, bersorban dan berjenggot 
klimis.  Ahhhg..AGAMA kini sudah tidak lagi sebagai  JALAN PENYEJUK bagi siapa 
saja yg melaluinya jika masih saja ada OKNUM yg merasa PALING BENAR dengan nama 
Agama yg dianutnya berikut Kitab Sucinya yg diagung-agungkan dan 
disembah-sembah melebihi Tuhan-Nya.     

DAMAI di HATI...DAMAI di BUMI
Salam
    


--- On Sat, 8/23/08, Hafsah Salim <muskitawati@ yahoo.com> wrote:
From: Hafsah Salim <muskitawati@ yahoo.com>
Subject: CiKEAS> Bukan Cuma Islam Ahmadiah Yang Jadi Korban !!!
To: [EMAIL PROTECTED] com
Date: Saturday, August 23, 2008, 4:41 PM







    
            Bukan Cuma Islam Ahmadiah Yang Jadi Korban !!!

                                         

Ajaran Islam memang merupakan ajaran yang "self destruction" yaitu

ajaran yang menghancurkan dirinya sendiri.  Kenyataannya Islam bisa

bertahan hingga sekarang karena dilindungi oleh negara2 Barat. 

Dimanapun kekuasaan negara2 Barat terjadi kevacuuman, maka komunitas

Islam akan hancur musnah dengan sendirinya.



Quran tertua yang masih bisa dibaca sekarang ini berasal dari Quran

yang dicetak pertama kali di Venice pada 1537/1538 yang hingga kini

masih tersimpan secara utuh dan sempurna di Vatican.



http://anakalam. blogsome. com/2007/ 08/22/europes- first-quran/

"Before printing with movable type became common practice in the

Islamic world in the early nineteenth century, it had long been

forbidden there to print books, especially holy ones. In the Ottoman

Empire, the latter even constituted a capital crime. As a result, the

first printed Qur'an in Arabic is a Western production. It was printed

in Venice by Paganino and Alessandro Paganini in 1537/1538. For

centuries, no one has seen a copy of it.



http://www.lightpla net.com/islam/ quran.html

The oldest surviving Qur'an for which movable type was used was

printed in Venice in 1537/1538. It seems to have been prepared for

sale in the Ottoman empire. Catherine the Great of Russia sponsored a

printing of the Qur'an in 1787. This was followed by editions from

Kazan (1828), Persia (1833) and Istanbul (1877) [15].



Bukti2 tidak bisa disangkal, bahwa Alquran yang dikenal sekarang ini

berasal dari Quran cetakan pertama kali tahun 1538 di Venice yang

dibuat oleh pendeta2 Vatican Pater Aganino and Alessandro Paganini.



Inilah Quran yang tertua, sementara itu semua Quran yang katanya

berumur lebih tua dan ditulis dengan tangan yang dipajang di berbagai

museum2 negara2 Islam tak satupun yang bisa dibuka dibaca

lembaran2nya.  Quran tsb hanya untuk dipajang saja sampulnya yang

bertuliskan Quran namun tak pernah seorangpun bisa membaca isinya. 

Memang ada beberapa tempat di Uzbekhistant dimana ayat2 Quran itu

ditulis di dinding mesjid, namun cuma satu dua ayat saja dan umurnya

pun tidak lebih tua dari Quran cetakan pertama yang tersimpan di Vatican.



Tak pernah seorang ulamapun yang pernah berpikir: mengapa Vatican

berkepentingan untuk mencetak Quran ???



Vatican dimasa lalunya memang merupakan kekuatan utama pendukung

penjajahan negara2 Barat keseluruh dunia.



Kalo Bible diciptakan untuk mempersatukan kekuatan2 barat menjadi satu

kekuatan imperialisme untuk menjajah dunia, maka Quran diciptakan

justru sebaliknya yaitu mengadu domba kekuatan2 di Timur Tengah dan

Afrika menjadi lemah sehingga tunduk kepada para penjajahnya.



Quran memang berisi ajaran2 untuk saling membunuh sesama Islam hingga

akhir zaman, tidak ada satupun ayat dalam Quran yang bisa

mempersatukan umatnya selain mewajibkan curiga mencurigai satu sama

lainnya.  Bahkan melarang umatnya untuk mempercayai kebaikan2 umat

lain atau sesamanya karena harus dicurigai keburukan2 yang ada

dibelakangnya.  Menolak kebaikan2 dengan pembunuhan.



Quran memang sengaja diciptakan untuk menghancurkan komunitas Islam

diselutuh Timur Tengah dan Africa untuk mempermudah penjajahan. 

Itulah sebabnya, komunitas Islam dimanapun yang mempergunakan Quran

sebagai kitab sucinya akan mengalami kehancurannya sendiri tanpa perlu

diperangi.  Hal yang sama terjadi di Indonesia, bukan cuma Islam

Ahmadiah yang dihancurkannya, tetapi semua Islam apapun alirannya akan

dihancurkannya seperti berita dibawah ini:



korantempo.com 22 agustus 2008

Kemarin, polisi memeriksa dua saksi dari Majelis Ulama Indonesia

dan dua orang panitia pengajian.



Bupati Dedy dinilai menghina Al-Quran oleh para ulama dan organisasi

kemasyarakatan Islam. Dalam pengantar di pengajian rutin Bale Paseban, 7

Agustus lalu, Dedy mengatakan dengan kecapi dan suling (alat kesenian

Sunda) bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah bagi orang yang

memaknainya. Sebaliknya, tidak ada jaminan bagi mereka yang mendengar

ayat-ayat Al-Quran kemudian tergetar hatinya.



Dedy sebenarnya sudah meminta maaf secara tertulis kepada semua ulama

dan ormas Islam, termasuk bertemu dengan para ulama yang memprotesnya.



Selain Dedy, narasumber asal Jakarta, Masdar F. Mas'udi, juga

dilaporkan. Dalam pengajian itu, Masdar mengatakan kata "Illah" sama

dengan Sang Dwiwasa. Dia juga mengatakan, di tanah Sunda dan Jawa pernah

turun seorang nabi. Tata Sukayat dari Universitas Islam Negeri Syarif

Hidayatullah Bandung yang menjadi moderator pengajian ikut dilaporkan,

karena sama-sama dinilai menodai agama Islam.



Secara keseluruhan memang ajaran Quran ini penuh dengan kebiadaban2

yang tidak masuk akal dalam peradaban beradab dizaman sekarang ini.



Ny. Muslim binti Muskitawati.




      


         
        
        




      
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke