so tragis .... selama ini kita denger org ketabrak mobil , sepeda motor , 
kereta api ..n skrg ketabrak pesawat terang .. lengkaplah sudah ........


--- On Fri, 8/29/08, sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: sunny <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: CiKEAS> Sriwijaya Air Tabrak Tiga Petani Sayur
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Friday, August 29, 2008, 3:54 AM










    
            




  
  
    
      Refleksi :Mohon maklum 
      adanya,  direktur Sriwijaya Air mau beli sayur murah sebagai 
      oleh-oleh kepada menteri perhubungan. Mudah-mudahan saja EU tidak 
      mengetahui hal ini, agar supaya larangan terbang pesawat Indonesia ke 
      Europa bisa dicabut dengan segera.
       
      http://www.balipost .co.id/mediadeta il.php?module= 
detailberita&kid=1&id=4047
       
      Kamis, 28 Agustus 2008 | 
  BP
  
    

  
    
      Sriwijaya Air 
      Tabrak Tiga Petani Sayur
       
  
    Jambi (Bali Post) -
Pesawat Sriwijaya Air 
      dengan nomor penerbangan PK-TJG 062 yang mengangkut 123 penumpang 
      tergelincir Rabu (27/8) sore kemarin pukul 16.45 WIB. Walaupun semua 
      penumpang selamat (hanya luka-luka), tetapi pesawat tersebut menabrak 
tiga 
      petani sayur yang berkebun di sekitar landasan Bandara Sultan Thaha, 
      Jambi. Petani yang belum diketahui identitasnya itu dilarikan ke Rumah 
      Sakit Asia Medika yang tidak jauh dari bandara.

Abdul Hakim (35), 
      usai proses evakuasi, mengatakan pesawat yang ditumpanginya berangkat 
dari 
      Jakarta pukul 15.45 WIB dan mendarat di Jambi pukul 16.45 WIB. 'Saat akan 
      mendarat berjalan mulus, namun ketika hendak menyentuh landasan, roda 
      pesawat keluar run way sekitar 300 meter dan menerobos kebun sayur 
      masyarakat di sisi landasan tersebut,' kata Abdul Hakim. 

Penumpang 
      semua panik. Sementara kondisi pesawat yang masuk ke kebun sayur itu 
sayap 
      bagian belakangnya patah.Yuni (34), petugas Unit Gawat Darurat (UGD) 
Rumah 
      Sakit Asia Medika, ketika dikonfirmasikan jumlah dan kondisi korban yang 
      ditabrak pesawat naas itu belum bisa memberikan keterangan. 'Aduh maaf, 
      Pak! saya belum bisa memberikan keterangan, situasi masih kacau,' kata 
      Yuni yang sibuk melayani korban tertabrak pesawat komersial Sriwijaya 
Air. 
      

Kapolda Jambi Brigjen Pol. Drs. Budi Gunawan yang hadir di lokasi 
      kejadian menyebutkan, penyebab tergelincirnya pesawat tersebut tengah 
      diselidiki. Dugaan sementara rem hidrolik pesawat tidak berfungsi dengan 
      baik, apalagi pesawat mendarat saat hujan lebat, di mana landasan pacu 
      basah dan agak licin.

Masih Ditutup
Sementara itu, Bandara 
      Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Jambi hingga Rabu malam pukul 20.00 WIB 
      masih tertutup bagi penerbangan. Kepala Divisi Teknik PT Angkasa Pura 
      Bandara Sultan Thaha Jambi, Dedi Setiyono, mengatakan untuk sementara 
atau 
      selama tiga jam sejak pukul 17.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB Bandara STS 
      ditutup bagi penerbangan.

Akibat ditutupnya sementara bandara 
      tersebut, dua penerbagan dari Jakarta yakni Batavia mendarat di Bandara 
      Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, sementara Lion Air menunda 
      keberangkatannya menuju Jambi hingga pukul 20.00 WIB.

Sementara 
      itu, ribuan masyarakat Kota Jambi memadati Bandara Sultan Thaha Saifudin 
      Jambi menyaksikan badan pesawat Sriwijaya Air yang mengalami 
      kecelakaan.
Kendati hujan deras warga tetap berduyun-duyun menyaksikan 
      kejadian tersebut, namun hanya bisa melihat dari jauh, karena selain 
tidak 
      boleh masuk dalam kawasan bandara, sekitar lokasi kejadian juga sudah 
      diberi garis polisi. 

Sementara beberapa petani yang menggarap 
      lahan di sekitar Bandara STS Jambi, terlihat masih ada yang melakukan 
      aktivitas di kebun kendati kecelakaan pesawat tersebut mengakibatkan tiga 
      petani rekan mereka terpaksa dilarikan ke rumah sakit. 
  (ant)

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke