Setahun lalu di Papua, di Maroke,  pesawat terbang Garuda (?)  tabrak sapi. 



  ----- Original Message ----- 
  From: vonny vitawati 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, August 28, 2008 4:24 PM
  Subject: Re: CiKEAS> Sriwijaya Air Tabrak Tiga Petani Sayur



        so tragis .... selama ini kita denger org ketabrak mobil , sepeda motor 
, kereta api ..n skrg ketabrak pesawat terang .. lengkaplah sudah ........


        --- On Fri, 8/29/08, sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

          From: sunny <[EMAIL PROTECTED]>
          Subject: CiKEAS> Sriwijaya Air Tabrak Tiga Petani Sayur
          To: [EMAIL PROTECTED]
          Date: Friday, August 29, 2008, 3:54 AM



                Refleksi :Mohon maklum adanya,  direktur Sriwijaya Air mau beli 
sayur murah sebagai oleh-oleh kepada menteri perhubungan. Mudah-mudahan saja EU 
tidak mengetahui hal ini, agar supaya larangan terbang pesawat Indonesia ke 
Europa bisa dicabut dengan segera.

                http://www.balipost .co.id/mediadeta il.php?module= 
detailberita&kid=1&id=4047

                Kamis, 28 Agustus 2008 | BP 

               
                Sriwijaya Air Tabrak Tiga Petani Sayur
               
                Jambi (Bali Post) -
                Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan PK-TJG 062 yang 
mengangkut 123 penumpang tergelincir Rabu (27/8) sore kemarin pukul 16.45 WIB. 
Walaupun semua penumpang selamat (hanya luka-luka), tetapi pesawat tersebut 
menabrak tiga petani sayur yang berkebun di sekitar landasan Bandara Sultan 
Thaha, Jambi. Petani yang belum diketahui identitasnya itu dilarikan ke Rumah 
Sakit Asia Medika yang tidak jauh dari bandara.

                Abdul Hakim (35), usai proses evakuasi, mengatakan pesawat yang 
ditumpanginya berangkat dari Jakarta pukul 15.45 WIB dan mendarat di Jambi 
pukul 16.45 WIB. 'Saat akan mendarat berjalan mulus, namun ketika hendak 
menyentuh landasan, roda pesawat keluar run way sekitar 300 meter dan menerobos 
kebun sayur masyarakat di sisi landasan tersebut,' kata Abdul Hakim. 

                Penumpang semua panik. Sementara kondisi pesawat yang masuk ke 
kebun sayur itu sayap bagian belakangnya patah.Yuni (34), petugas Unit Gawat 
Darurat (UGD) Rumah Sakit Asia Medika, ketika dikonfirmasikan jumlah dan 
kondisi korban yang ditabrak pesawat naas itu belum bisa memberikan keterangan. 
'Aduh maaf, Pak! saya belum bisa memberikan keterangan, situasi masih kacau,' 
kata Yuni yang sibuk melayani korban tertabrak pesawat komersial Sriwijaya Air. 

                Kapolda Jambi Brigjen Pol. Drs. Budi Gunawan yang hadir di 
lokasi kejadian menyebutkan, penyebab tergelincirnya pesawat tersebut tengah 
diselidiki. Dugaan sementara rem hidrolik pesawat tidak berfungsi dengan baik, 
apalagi pesawat mendarat saat hujan lebat, di mana landasan pacu basah dan agak 
licin.

                Masih Ditutup
                Sementara itu, Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Jambi 
hingga Rabu malam pukul 20.00 WIB masih tertutup bagi penerbangan. Kepala 
Divisi Teknik PT Angkasa Pura Bandara Sultan Thaha Jambi, Dedi Setiyono, 
mengatakan untuk sementara atau selama tiga jam sejak pukul 17.00 WIB hingga 
pukul 20.00 WIB Bandara STS ditutup bagi penerbangan.

                Akibat ditutupnya sementara bandara tersebut, dua penerbagan 
dari Jakarta yakni Batavia mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II 
Palembang, sementara Lion Air menunda keberangkatannya menuju Jambi hingga 
pukul 20.00 WIB.

                Sementara itu, ribuan masyarakat Kota Jambi memadati Bandara 
Sultan Thaha Saifudin Jambi menyaksikan badan pesawat Sriwijaya Air yang 
mengalami kecelakaan.
                Kendati hujan deras warga tetap berduyun-duyun menyaksikan 
kejadian tersebut, namun hanya bisa melihat dari jauh, karena selain tidak 
boleh masuk dalam kawasan bandara, sekitar lokasi kejadian juga sudah diberi 
garis polisi. 

                Sementara beberapa petani yang menggarap lahan di sekitar 
Bandara STS Jambi, terlihat masih ada yang melakukan aktivitas di kebun kendati 
kecelakaan pesawat tersebut mengakibatkan tiga petani rekan mereka terpaksa 
dilarikan ke rumah sakit. (ant) 
       



   

Kirim email ke