Friends, tanya jawab berikut berasal dari Milis SI
<http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia> yang berawal dari
pertanyaan seorang rekan, sbb:
+
Selamat siang, Pak Leo. Sebelumnya saya terima kasih dengan Bapak yang
mempunyai prinsip dan penjelasan mengenai kata "TUHAN / ALLAH" yang hanya
merupakan konsep. Pak, saya ada pertanyaan yang mungkin Bapak dapat jelaskan
kepada saya yaitu mengenai: "Mengapa & apa tujuan manusia itu dihadirkan ke
bumi ini ? Dimana, apa, dan bagaimana awal sampai keber "ada" an itu ada?" Tks,
(H)
+
JAWABAN SAYA:
Mengapa dan apa tujuan manusia dihadirkan di bumi ini, that's your question.
Jawabannya itu RELATIF, anda mau memandang dari sudut apa ? Ada berbagai macam
sudut pandang:
1. Filsafat
2. Agama
3. Pendapat Pribadi
Filsafat itu memiliki ratusan aliran. Agama2 itu tidak terhitung. Dan pendapat
pribadi itu banyaknya sebanyak JUMLAH UMAT MANUSIA. Mengapa kita manusia ada
disini, dan apa tujuan kita disini merupakan pertanyaan abadi. Semua manusia
berusaha menjawabnya, dan setiap jawaban yang diberikan itu VALID.
Agama2 itu berusaha memberikan jawaban WHOLESALE, artinya jawaban yang
diberikan sebagai take it or leave it. Seperti belanja memilih PAHE (Paket
Hemat). Agama itu termasuk "pahe" karena cukup dengan mengucapkan syahadat maka
anda akan menerima sekeranjang belief systems tentang asal usul manusia PLUS
tujuan hidup manusia di dunia ini. Tetapi apakah benar jawaban yang diberikan
oleh agama itu ? ... Jawab: Tentu saja TIDAK BENAR. Agama itu semuanya
merupakan imajinasi saja. Di-imajinasi- kan ada manusia pertama yang namanya
"Adam". Lalu di-imajinasi- kan si nabi yang BESAR SEKALI itu tawar menawar
dengan "Allah" tentang berapa banyaknya SHOLAT yang harus dilakukan. Apakah 50
kali sehari, ataukah 5 kali sehari ? Ternyata si nabi itu PINTER NAWAR, jadinya
5 kali sehari. Tetapi apakah si nabi itu benar tawar menawar dengan Allah is
another thing. Menurut saya, si nabi itu cuma bermain dengan IMAJINASI yang ada
di dirinya sendiri. Buktinya itu BANYAK, al.
kita bisa sebutkan bahwa Allah yang muncul di Bali itu sama sekali tidak
mengajarkan sholat. Sholat itu imajinasi yang asalnya dari Arab.
Filsafat juga berbagai macam alirannya. Ada filsafat yang bersifat
deterministik, jadi suatu hal akan berlanjut kepada hal lainnya, mutlak. Ada
juga filsafat yang sifatnya dogmatik, harus diterima prinsip2 tertentu baru
bisa dijalankan. Kalau kita tidak menerima prinsip2 itu, maka filsafatnya tidak
berjalan. Sama saja seperti agama sebenarnya, ada ASUMSI yang tidak boleh
dipertanyakan.
Lalu tiap manusia juga BISA berpikir sendiri, untuk apa saya ada di dunia ini,
dan apa tujuan saya di dunia ini. Nah, kita sebagai manusia yang diasumsikan
memiliki Roh (ini ASUMSI saya), tentu saja bisa berpikir. Anda itu bebas untuk
berpikir apa saja, dan mengambil kesimpulan apa saja. Mengapa anda ada di dunia
ini ? ... Jawab: Karena memang ada. Ada karena memang ada. Untuk apa anda di
dunia ini ? ... Jawab: Untuk hidup. Hidup untuk apa ? ... Ya, untuk hidup saja,
menjadi manusia saja, menjadi manusia biasa2 saja. That's all. Cuma segitu saja.
Tetapi ada juga manusia yang SOK CANGGIH dengan teorinya bahwa ada "Allah" yang
memberikan ridho sekaligus laknat. Anda mau ridho ? ... Masuklah agama. Anda
mau laknat ? ... Masuklah agama tetangga. Itu cara berpikir orang2 agama yang
merasa dirinya canggih, pedahal segalanya itu cuma rekayasa saja, demi menyetir
pikiran anda. Kalau pikiran anda itu BISA disetir oleh orang2 agama, maka
apapun yang dicekokkan akan anda terima dengan TAKUT. Fear Factor. Faktor
Ketakutan merupakan PERANGKAT yang sangat ampuh, dan itu digunakan oleh orang2
yang menjajakan agamanya, utuh dan
komplit dengan segala macam aktor buatan imajinasi manusia dengan nama "Allah"
dan "nabi besar".
Lalu sekarang anda harus bagaimana ? Menurut saya, what you do with your life
is your own business. Hidup saja, enjoy saja. Kalau mau BERPIKIR, ya berpikir
sajalah. Nothing is sinful. Tidak ada yang salah dengan berpikir apa saja. Anda
tidak akan kemana-mana. Baik anda puasa maupun tidak BUKAN merupakan masalah.
Masalah itu adanya di orang2 yang memegang agama sebagai PERANGKAT untuk
memanipulasi jalan pikiran anda. Kalau anda bisa dibikin percaya bahwa anda
PERLU amal dan ibadah supaya bisa masuk Surga, maka anda akan setengah mati
jungkang jungking dan mengikuti puasa dan segala macam SYARIAT yang ditentukan
oleh orang2 agama itu.
Tetapi kalau anda bilang semuanya itu omong kosong alias bullshit, maka anda
juga tidak akan apa2. You will lack nothing. Anda tidak akan bertambah suci
murni karena anda itu berpuasa dan berdoa. Dan juga tidak akan bertambah dosa
hanya karena anda itu tidak berdoa dan berpuasa. Segalanya itu cuma MIND GAME.
Cuma ada di pikiran manusia saja. So, sekali lagi, anda mau yang mana is UP TO
YOU. Berpikir saja, tulis saja, share saja, anything is ok saja.
Anda juga bertanya kepada saya tentang asal usul MENGAPA keberadaan itu ada.
Dengan kata lain, mengapa kita ada di bumi ini ? Mengapa kita sadar bahwa kita
sadar ?
Jawaban dari pertanyaan itu sebenarnya sudah saya berikan di bagian atas, yaitu
anda dapat mencari dari filsafat, dari agama, atau dari pendapat anda sendiri.
Semuanya itu VALID sebagai jawaban. Sistem filsafat itu digunakan oleh para
filsuf dengan berbagai alirannya yang tidak terhitung, semuanya BISA
menjelaskan dengan metodologinya sendiri2; ada asumsi2, dan ada penalaran, dsb.
On the other hand, sistem agama digunakan oleh orang2 yang MENCIPTAKAN agama.
So, ada agama2 Timur Tengah yang bilang bahwa manusia pertama namanya Adam.
Tapi apakah benar itu manusia pertama ? Dan apakah benar namanya Adam ? Tentu
saja tidak. Kita BISA menyimpulkan bahwa segala teori penciptaan dari agama2
itu merupakan MITOS.
Kita kenal yang namanya Mitologi Yunani dimana ada kisah penciptaan manusia
VERSI YUNANI. Dan kita menamakannya mitologi. Di dalam agama2 Timur Tengah,
kita tidak menamakannya sebagai mitologi, melainkan kita terima sebagai
"fakta", pedahal sama saja, mitologi juga. Agama2 Timur (Hindu, Buddha, Tao,
dsb... ) juga memiliki versi penciptaan manusia sendiri2. Agama2 yang berasal
dari India memiliki MITOLOGI PENCIPTAAN yang mirip dengan Mitologi Yunani.
Agama2 Timur Tengah semuanya berawal dari Mitologi Penciptaan VERSI Yahudi.
Bahkan Mitologi Yahudi itu berasal dari era yang lebih tua lagi, yaitu di
Sumeria. Tetapi karena Yahudi dan turunannya berupa Kristen dan Islam itu
membawa "Allah" yang asalnya dari Allah etnik Yahudi yang sangat etnosentrik
dan lokal, makanya kita masih bisa melihat segala macam adat istiadat Yahudi
yang katanya berasal dari Allah. Bahkan Allah Yahudi yang menemukan PENCERAHAN
sebagai Allah Kristen dan Allah Islam itu sampai sekarang
MASIH memiliki segala bias yang asalnya dari status sang Allah sendiri. Karena
aslinya merupakan Allah etnik Yahudi yang lokal dan sangat tidak toleran, maka
ciri2nya itu masih terlihat di Kristen dan Islam, walaupun lebih jelas di Islam
karena Kristen itu sekarang lebih terbuka. Sudah banyak pemahaman baru di
Kristen yang akhirnya MEMBAWA Allah etnik Yahudi menjadi Allah yang cukup
kosmopolitan di Jaman Romawi ketika Kristen mulai menyebar ke Benua Eropa.
Bahkan sekarang telah muncul Allah yang MODE TERAKHIR, yaitu Allah yang
menghormati HAM dan sama sekali tidak membedakan manusia. So, we create the
Allah.
Tetapi bukan berarti tidak ada yang namanya Tuhan. Tuhan itu ADA, tetapi adanya
BUKAN di dalam segala kitab2 yang disucikan oleh orang2 Yahudi, Kristen, Islam,
Hindu, Buddha, Tao, Konghucu, Kejawen, dlsb. Tuhan yang asli itu adanya di
dalam KESADARAN tiap manusia. Anda bisa diam saja, meditasi saja, dan anda akan
merasakan bahwa anda itu SATU. Satu dengan apa ? Ada yang menamakannya sebagai
Kesadaran Kosmik, ada yang menamakannya sebagai Kesadaran Kristus, ada yang
menamakannya sebagai Manunggaling Kawula Gusti, ada yang menamakannya sebagai
Makrifatullah. Yang benar yang mana ?
Nah, kalau sudah tanya yang benar yang mana, maka saya akan jawab bahwa TIDAK
ada yang namanya yang "benar". Kita cuma bisa bilang bahwa segalanya itu VALID.
Pengalaman subyektif anda ketika merasakan diri anda itu SATU dengan zat yang
anda sebut Tuhan itu selalu VALID. Yang valid itu pengalamannya, dan bukan
segala kisah antah berantah yang dipaksakan oleh agama2 itu. Kita BISA
menciptakan kisah antah berantah juga. Kita BISA pakai Teori Reinkarnasi, dlsb.
Semuanya oke saja, as long as you can enjoy it, it's ok. This is a private
business, urusan anda sendiri dan bukan urusan orang lain. Apapun yang anda
percayai merupakan urusan anda sendiri.
So, kita sebenarnya tidak bisa memaksakan apapun kepada orang2 lain. Apa yang
orang lain mau percayai is urusan orang itu. Kita cuma bisa tahu bahwa
KESADARAN yang ada di tiap orang itu sama persis dengan Kesadaran yang ada di
diri kita sendiri. Apapun yang orang lain mau percayai tidak akan menyebabkan
orangnya menjadi berbeda dari kita. Orang lain mau percaya kepada Dewa Matahari
ataupun mau percaya kepada Allah Subhanahu wa taalla juga tidak apa2, tidak
akan membuat orangnya menjadi manusia yang luar biasa sempurna ketika percaya
kepada Allah Subhanahu wa ta'alla dan menjadi manusia yang BRENGSEK ketika
percaya kepada Dewa Matahari. No, it doesn't work like that. The important
thing is, baik anda percaya kepada Allah ataupun anda tidak percaya kepada
Allah, anda akan TETAP menjadi manusia. Dan manusia yang biasa2 saja.
We can only know that we are HUMAN BEINGS, and that we are aware of being
aware. Eling karena eling. Just that. Di luar itu semuanya adalah SPEKULASI
belaka. Bisa juga dikatakan sebagai IMAJINASI. Segala agama dan sistem
kepercayaan itu menggunakan spekulasi atau imajinasi yang sebenarnya VALID, sah
saja. Yang tidak sah itu yang menggunakan segala macam pemaksaan dan ancaman
seperti sering kita jumpai di dalam agama2 itu, walaupun dengan menggunakan
nama Tuhan / Allah. Makanya saya juga sering bilang / tulis bahwa apapun yang
mau kita bilang tentang Tuhan / Allah tidak akan apa2. Tuhan / Allah itu cuma
KONSEP saja. Konsep itu asalnya dari spekulasi / imajinasi. Apa yang mau kita
konsepkan tentang Tuhan / Allah, ya jadilah itu. Tuhan / Allah sendiri memang
ADA, dan adanya di dalam Kesadaran tiap manusia, tetapi kalau sudah
di-konsep-kan, artinya telah masuk ke dalam suatu SISTEM dimana ada berbagai
macam perangkat yang bisa kita lihat setiap hari.
Perangkat bisa berupa: ulama, usaha pembuktian "Kitab Suci", ganjaran dari
atasan anda berupa naik pangkat kalau anda takwa kepada "Allah", hukuman berupa
pengucilan dari kelompok pengajian kalau anda mempertanyakan "Allah", dan
segala macam yang KONON berhubungan dengan "Allah". Pedahal Allah disitu cuma
Allah yang di-konsep-kan saja. Allah yang ASLI itu tetap ada di dalam Kesadaran
di diri anda, dan tidak akan membedakan kalau anda sholat 5 waktu, 3 waktu,
atau tidak sholat sama sekali. Allah yang asli itu tidak akan membedakan anda
kalau anda beragama Yahudi, Kristen, Islam, Hindu, Buddha, Konghucu, Tao,
Kejawen, Shinto, Atheist, Agnostic, atau NO LABEL. Tidak akan ada bedanya. Yang
membedakan itu adalah PERLAKUAN MANUSIA yang mengatas-namakan "Allah". Can you
follow me ? (Leo)
Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/