Mas Theo ... emang ada manusia luar biasa ..? klol ada akuu mo de ikut jd 
anggotanya hehehehehhe


--- On Fri, 8/29/08, theo berto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: theo berto <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: CiKEAS> Manusia Diciptakan di Bumi ?
To: [email protected]
Date: Friday, August 29, 2008, 5:54 AM










    
            Bener Pak Leo,
kita sebaiknya jadi manusia biasa aja ya...
Yang melakukan kehidupan ini secara biasa... nggak neko-neko...
Dengan jadi manusia biasa..kita bisa melakukan hal-hal luar biasa yang yg kita 
anggap sesuatu yg biasa aja...he.he
Salam



----- Original Message ----
From: leonardo rimba <leonardo_rimba@ yahoo.com>
To: daily_lists@ yahoogroups. com
Sent: Friday, August 29, 2008 9:17:00 AM
Subject: CiKEAS> Manusia Diciptakan di Bumi ?











Friends, tanya jawab berikut berasal dari Milis SI <http://groups. yahoo.com/ 
group/spiritual- indonesia> yang berawal dari pertanyaan seorang rekan, sbb:
 
+
 
Selamat siang, Pak Leo. Sebelumnya saya terima kasih dengan Bapak yang 
mempunyai prinsip dan penjelasan mengenai kata "TUHAN / ALLAH" yang hanya 
merupakan konsep. Pak, saya ada pertanyaan yang mungkin Bapak dapat jelaskan 
kepada saya yaitu mengenai: "Mengapa & apa tujuan manusia itu dihadirkan ke 
bumi ini ? Dimana, apa, dan bagaimana awal sampai keber "ada" an itu ada?" Tks, 
(H)
 
+
 
JAWABAN SAYA:
 
Mengapa dan apa tujuan manusia dihadirkan di bumi ini, that's your question. 
Jawabannya itu RELATIF, anda mau memandang dari sudut apa ? Ada berbagai macam 
sudut pandang:
1. Filsafat
2. Agama
3. Pendapat Pribadi
Filsafat itu memiliki ratusan aliran. Agama2 itu tidak terhitung. Dan pendapat 
pribadi itu banyaknya sebanyak JUMLAH UMAT MANUSIA. Mengapa kita manusia ada 
disini, dan apa tujuan kita disini merupakan pertanyaan abadi. Semua manusia 
berusaha menjawabnya, dan setiap jawaban yang diberikan itu VALID.
 
Agama2 itu berusaha memberikan jawaban WHOLESALE, artinya jawaban yang 
diberikan sebagai take it or leave it. Seperti belanja memilih PAHE (Paket 
Hemat). Agama itu termasuk "pahe" karena cukup dengan mengucapkan syahadat maka 
anda akan menerima sekeranjang belief systems tentang asal usul manusia PLUS 
tujuan hidup manusia di dunia ini. Tetapi apakah benar jawaban yang diberikan 
oleh agama itu ? ... Jawab: Tentu saja TIDAK BENAR. Agama itu semuanya 
merupakan imajinasi saja. Di-imajinasi- kan ada manusia pertama yang namanya 
"Adam". Lalu di-imajinasi- kan si nabi yang BESAR SEKALI itu tawar menawar 
dengan "Allah" tentang berapa banyaknya SHOLAT yang harus dilakukan. Apakah 50 
kali sehari, ataukah 5 kali sehari ? Ternyata si nabi itu PINTER NAWAR, jadinya 
5 kali sehari. Tetapi apakah si nabi itu benar tawar menawar dengan Allah is 
another thing. Menurut saya, si nabi itu cuma bermain dengan IMAJINASI yang ada 
di dirinya sendiri. Buktinya itu BANYAK,
 al. kita bisa sebutkan bahwa Allah yang muncul di Bali itu sama sekali tidak 
mengajarkan sholat. Sholat itu imajinasi yang asalnya dari Arab.
Filsafat juga berbagai macam alirannya. Ada filsafat yang bersifat 
deterministik, jadi suatu hal akan berlanjut kepada hal lainnya, mutlak. Ada 
juga filsafat yang sifatnya dogmatik, harus diterima prinsip2 tertentu baru 
bisa dijalankan. Kalau kita tidak menerima prinsip2 itu, maka filsafatnya tidak 
berjalan. Sama saja seperti agama sebenarnya, ada ASUMSI yang tidak boleh 
dipertanyakan.
 
Lalu tiap manusia juga BISA berpikir sendiri, untuk apa saya ada di dunia ini, 
dan apa tujuan saya di dunia ini. Nah, kita sebagai manusia yang diasumsikan 
memiliki Roh (ini ASUMSI saya), tentu saja bisa berpikir. Anda itu bebas untuk 
berpikir apa saja, dan mengambil kesimpulan apa saja. Mengapa anda ada di dunia 
ini ? ... Jawab: Karena memang ada. Ada karena memang ada. Untuk apa anda di 
dunia ini ? ... Jawab: Untuk hidup. Hidup untuk apa ? ... Ya, untuk hidup saja, 
menjadi manusia saja, menjadi manusia biasa2 saja. That's all. Cuma segitu saja.
 
Tetapi ada juga manusia yang SOK CANGGIH dengan teorinya bahwa ada "Allah" yang 
memberikan ridho sekaligus laknat. Anda mau ridho ? ... Masuklah agama. Anda 
mau laknat ? ... Masuklah agama tetangga. Itu cara berpikir orang2 agama yang 
merasa dirinya canggih, pedahal segalanya itu cuma rekayasa saja, demi menyetir 
pikiran anda. Kalau pikiran anda itu BISA disetir oleh orang2 agama, maka 
apapun yang dicekokkan akan anda terima dengan TAKUT. Fear Factor. Faktor 
Ketakutan merupakan PERANGKAT yang sangat ampuh, dan itu digunakan oleh orang2 
yang menjajakan agamanya, utuh dan
komplit dengan segala macam aktor buatan imajinasi manusia dengan nama "Allah" 
dan "nabi besar".
 
Lalu sekarang anda harus bagaimana ? Menurut saya, what you do with your life 
is your own business. Hidup saja, enjoy saja. Kalau mau BERPIKIR, ya berpikir 
sajalah. Nothing is sinful. Tidak ada yang salah dengan berpikir apa saja. Anda 
tidak akan kemana-mana. Baik anda puasa maupun tidak BUKAN merupakan masalah. 
Masalah itu adanya di orang2 yang memegang agama sebagai PERANGKAT untuk 
memanipulasi jalan pikiran anda. Kalau anda bisa dibikin percaya bahwa anda 
PERLU amal dan ibadah supaya bisa masuk Surga, maka anda akan setengah mati 
jungkang jungking dan mengikuti puasa dan segala macam SYARIAT yang ditentukan 
oleh orang2 agama itu.
 
Tetapi kalau anda bilang semuanya itu omong kosong alias bullshit, maka anda 
juga tidak akan apa2. You will lack nothing. Anda tidak akan bertambah suci 
murni karena anda itu berpuasa dan berdoa. Dan juga tidak akan bertambah dosa 
hanya karena anda itu tidak berdoa dan berpuasa. Segalanya itu cuma MIND GAME. 
Cuma ada di pikiran manusia saja. So, sekali lagi, anda mau yang mana is UP TO 
YOU. Berpikir saja, tulis saja, share saja, anything is ok saja.
 
Anda juga bertanya kepada saya tentang asal usul MENGAPA keberadaan itu ada. 
Dengan kata lain, mengapa kita ada di bumi ini ? Mengapa kita sadar bahwa kita 
sadar ?
Jawaban dari pertanyaan itu sebenarnya sudah saya berikan di bagian atas, yaitu 
anda dapat mencari dari filsafat, dari agama, atau dari pendapat anda sendiri. 
Semuanya itu VALID sebagai jawaban. Sistem filsafat itu digunakan oleh para 
filsuf dengan berbagai alirannya yang tidak terhitung, semuanya BISA 
menjelaskan dengan metodologinya sendiri2; ada asumsi2, dan ada penalaran, dsb. 
On the other hand, sistem agama digunakan oleh orang2 yang MENCIPTAKAN agama. 
So, ada agama2 Timur Tengah yang bilang bahwa manusia pertama namanya Adam. 
Tapi apakah benar itu manusia pertama ? Dan apakah benar namanya Adam ? Tentu 
saja tidak. Kita BISA menyimpulkan bahwa segala teori penciptaan dari agama2 
itu merupakan MITOS.
 
Kita kenal yang namanya Mitologi Yunani dimana ada kisah penciptaan manusia 
VERSI YUNANI. Dan kita menamakannya mitologi. Di dalam agama2 Timur Tengah, 
kita tidak menamakannya sebagai mitologi, melainkan kita terima sebagai 
"fakta", pedahal sama saja, mitologi juga. Agama2 Timur (Hindu, Buddha, Tao, 
dsb... ) juga memiliki versi penciptaan manusia sendiri2. Agama2 yang berasal 
dari India memiliki MITOLOGI PENCIPTAAN yang mirip dengan Mitologi Yunani. 
Agama2 Timur Tengah semuanya berawal dari Mitologi Penciptaan VERSI Yahudi. 
Bahkan Mitologi Yahudi itu berasal dari era yang lebih tua lagi, yaitu di 
Sumeria. Tetapi karena Yahudi dan turunannya berupa Kristen dan Islam itu 
membawa "Allah" yang asalnya dari Allah etnik Yahudi yang sangat etnosentrik 
dan lokal, makanya kita masih bisa melihat segala macam adat istiadat Yahudi 
yang katanya berasal dari Allah. Bahkan Allah Yahudi yang menemukan PENCERAHAN 
sebagai Allah Kristen dan Allah Islam itu sampai
 sekarang MASIH memiliki segala bias yang asalnya dari status sang Allah 
sendiri. Karena aslinya merupakan Allah etnik Yahudi yang lokal dan sangat 
tidak toleran, maka ciri2nya itu masih terlihat di Kristen dan Islam, walaupun 
lebih jelas di Islam karena Kristen itu sekarang lebih terbuka. Sudah banyak 
pemahaman baru di Kristen yang akhirnya MEMBAWA Allah etnik Yahudi menjadi 
Allah yang cukup kosmopolitan di Jaman Romawi ketika Kristen mulai menyebar ke 
Benua Eropa. Bahkan sekarang telah muncul Allah yang MODE TERAKHIR,  yaitu 
Allah yang menghormati HAM dan sama sekali tidak membedakan manusia. So, we 
create the Allah.
Tetapi bukan berarti tidak ada yang namanya Tuhan. Tuhan itu ADA, tetapi adanya 
BUKAN di dalam segala kitab2 yang disucikan oleh orang2 Yahudi, Kristen, Islam, 
Hindu, Buddha, Tao, Konghucu, Kejawen, dlsb. Tuhan yang asli itu adanya di 
dalam KESADARAN tiap manusia. Anda bisa diam saja, meditasi saja, dan anda akan 
merasakan bahwa anda itu SATU. Satu dengan apa ? Ada yang menamakannya sebagai 
Kesadaran Kosmik, ada yang menamakannya sebagai Kesadaran Kristus, ada yang 
menamakannya sebagai Manunggaling Kawula Gusti, ada yang menamakannya sebagai 
Makrifatullah. Yang benar yang mana ?
 
Nah, kalau sudah tanya yang benar yang mana, maka saya akan jawab bahwa TIDAK 
ada yang namanya yang "benar". Kita cuma bisa bilang bahwa segalanya itu VALID. 
Pengalaman subyektif anda ketika merasakan diri anda itu SATU dengan zat yang 
anda sebut Tuhan itu selalu VALID. Yang valid itu pengalamannya, dan bukan 
segala kisah antah berantah yang dipaksakan oleh agama2 itu. Kita BISA 
menciptakan kisah antah berantah juga. Kita BISA pakai Teori Reinkarnasi, dlsb. 
Semuanya oke saja, as long as you can enjoy it, it's ok. This is a private 
business, urusan anda sendiri dan bukan urusan orang lain. Apapun yang anda 
percayai merupakan urusan anda sendiri.
 
So, kita sebenarnya tidak bisa memaksakan apapun kepada orang2 lain. Apa yang 
orang lain mau percayai is urusan orang itu. Kita cuma bisa tahu bahwa 
KESADARAN yang ada di tiap orang itu sama persis dengan Kesadaran yang ada di 
diri kita sendiri. Apapun yang orang lain mau percayai tidak akan menyebabkan 
orangnya menjadi berbeda dari kita. Orang lain mau percaya kepada Dewa Matahari 
ataupun mau percaya kepada Allah Subhanahu wa taalla juga tidak apa2, tidak 
akan membuat orangnya menjadi manusia yang luar biasa sempurna ketika percaya 
kepada Allah Subhanahu wa ta'alla dan menjadi manusia yang BRENGSEK ketika 
percaya kepada Dewa Matahari. No, it doesn't work like that. The important 
thing is, baik anda percaya kepada Allah ataupun anda tidak percaya kepada 
Allah, anda akan TETAP menjadi manusia. Dan manusia yang biasa2 saja.
We can only know that we are HUMAN BEINGS, and that we are aware of being 
aware. Eling karena eling. Just that. Di luar itu semuanya adalah SPEKULASI 
belaka. Bisa juga dikatakan sebagai IMAJINASI. Segala agama dan sistem 
kepercayaan itu menggunakan spekulasi atau imajinasi yang sebenarnya VALID, sah 
saja. Yang tidak sah itu yang menggunakan segala macam pemaksaan dan ancaman 
seperti sering kita jumpai di dalam agama2 itu, walaupun dengan menggunakan 
nama Tuhan / Allah. Makanya saya juga sering bilang / tulis bahwa apapun yang 
mau kita bilang tentang Tuhan / Allah tidak akan apa2. Tuhan / Allah itu cuma 
KONSEP saja. Konsep itu asalnya dari spekulasi / imajinasi. Apa yang mau kita 
konsepkan tentang Tuhan / Allah, ya jadilah itu. Tuhan / Allah sendiri memang 
ADA, dan adanya di dalam Kesadaran tiap manusia, tetapi kalau sudah 
di-konsep-kan, artinya telah masuk ke dalam suatu SISTEM dimana ada berbagai 
macam perangkat yang bisa kita lihat setiap
 hari.
 
Perangkat bisa berupa: ulama, usaha pembuktian "Kitab Suci", ganjaran dari 
atasan anda berupa naik pangkat kalau anda takwa kepada "Allah", hukuman berupa 
pengucilan dari kelompok pengajian kalau anda mempertanyakan "Allah", dan 
segala macam yang KONON berhubungan dengan "Allah". Pedahal Allah disitu cuma 
Allah yang di-konsep-kan saja. Allah yang ASLI itu tetap ada di dalam Kesadaran 
di diri anda, dan tidak akan membedakan kalau anda sholat 5 waktu, 3 waktu, 
atau tidak sholat sama sekali. Allah yang asli itu tidak akan membedakan anda 
kalau anda beragama Yahudi, Kristen, Islam, Hindu, Buddha, Konghucu, Tao, 
Kejawen, Shinto, Atheist, Agnostic, atau NO LABEL. Tidak akan ada bedanya. Yang 
membedakan itu adalah PERLAKUAN MANUSIA yang mengatas-namakan "Allah". Can you 
follow me ? (Leo)



New Email addresses available on Yahoo! 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!



      
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke