---






Saya coba share




Pertama,
rencana Obama melakukan penarikan pasukan AS sepenuhnya dari wilayah
Irak paling lambat 18 bulan setelah ia menjabat. Sekilas kalimat ini
membawa angin segar pada dunia Islam. Namun, sebenarnya tak seindah



kedengarannya.Anda benar

Sejak invasi AS di Irak berakhir tahun 2003,
secara bertahap AS telah menarik pasukannya dari wilayah perang di
Irak. AS terjegal dengan Konvensi Jenewa yang melarang setiap negara
penginvasi memiliki kepentingan jangka panjang di wilayah invasinya.



Namun, konvensi tinggallah konvensi. Bagi AS hal itu tidak berlaku.

Dengan
dalih instabilitas di Irak , AS mempertahankan pasukannya. Selanjutnya,
penguasaan terhadap minyak bumi lengkap dengan infrastrukturnya seperti



kilang dan jalur pipa menjadi hal yang wajib bagi Bush untuk
mengembalikan kepercayaan publik AS terhadap invasinya di Irak.
Berulang kali aku katakan perihal minyak hanya faktor kecil. Amerika tidak suka 
dengan tingkah diktator Saddam. Amerika tidak suka perang juga senjata nuklir 
dipegang penguasa diktator. 
Islam sangat fanatik dan hal itu yang ditakuti Amerika dan dunia, diberi 
informasi agama langsung bereaksi negatip. Banyak pengkotbah  (uztad ) tidak 
memiliki pendidikan formal, hanya berlandaskan ajaran,  sehingga   melahirkan 
pikiran yang kurang luas. Standard pengajar itu harus dibuat, sehingga tidak 
semua orang bebas berkotbah  . Sekolah agama islam dihapus  saja hanya membuat 
umat Islam bertambah bodoh.Anda harus jernih bagaiman kalo hulu nuklir dipegang 
presiden yang berpikiran demikian...maka tammatlah dunia. Amerika sangat kuatir 
dengan nuklir didunia Islam karena, ummat Islam penguasaan dirinya sangat 
rentan.
Anda harus memahami ajaran agama anda dulu, begitu opini dari sisi non muslim 
tentang Islam.
Setelah
invasi berakhir, sesuai ketentuan PBB yang terlebih dahulu diinvasi AS,



harus dilaksanakan proyek rekonstruksi pascaperang. Hebatnya, hampir
seluruh tender rekonstruksi itu dimenangi oleh perusahaan asal AS,
seperti Halliburton, Shevron, dan Blackwater.

Seluruh proyek
dari pembangunan dan pengelolaan minyak sampai dengan proyek



penyediaan air bersih disikat oleh perusahaan asal AS. Kelihatannya AS
memang mematuhi aturan PBB dan konvensi Jenewa untuk tidak memiliki
kepentingan jangka panjang di Irak dengan jalan menempatkan pihak
swasta. Namun, sebenarnya perusahaan-perusaha an asal AS itu sebagai 'proxy' 
Pemerintah AS.




Keuntungan
hasil rekonstruksi akan masuk ke kas negara sebagai tebusan anggaran
yang terkuras selama invasi. Jadi, rencana Obama untuk menarik pasukan
AS dari Irak tidak ada implikasi positifnya bagi dunia Islam. Hal itu



hanya formalitas di depan tuntutan dunia internasional.Amerika itu memiliki 
sumber tambang yang sangat besar (Alaska) apa jadinya kalo mereka tidak 
mengimport dari Timur Tengah dan dunia ketiga.  Anda lihat apa yang bisa 
dilakukan/diproduksi  oleh dunia ketiga.Dunia ini harus berbagi agar terjadi 
keseimbangan
Pada
hakikatnya cakar-cakar kekuasaan AS sudah ada di Irak. Sebuah catatan
bahwa kondisi keamanan di Irak yang masih tidak stabil tidak akan
memengaruhi rencana penarikan pasukan. Ini karena keamanan yang sejati



bagi AS ada pada wilayah perusahaan-perusaha an minyak mereka berikut
jalur distribusinya.

Adapun wilayah tersebut berada jauh dari
pusat konflik di Irak Tengah, seperti Provinsi Al-Anbar. Wilayah
tersebut justru berada di selatan dan Utara Irak. Seharusnya, rencana



Obama di Irak bukan hanya penarikan pasukan, tapi juga pengembalian
aset ekonomi.

Kedua, rencana Obama menggelar pasukan tempur yang
lebih intensif di Afghanistan. Obama menganggap invasi AS ke Irak
adalah sebuah kekeliruan dalam rangka perang terhadap terorisme.



Menurutnya, AS lebih memfokuskan terhadap pengejaran Osama bin Ladin
yang berlindung di belakang kekuasaan Taliban di Afghanistan.

Sesungguhnya apa yang dijalankan Obama merupakan ancaman besar bagi dunia Islam 
ke depan. Obama akan membuka front yang lebih masif di kawasan Asia Tengah yang 
saat ini sedang rawan.




Memang
Afghanistan adalah negara yang sangat strategis untuk menjaga aset
ekonomi AS. Penguasaan atas Afghanistan diharapkan akan mengeliminasi
kekuatan Iran di sebelah utara berikut Pakistan di timur, dua negara



Muslim yang memiliki geliat pergerakan Islam yang sangat progresif.

Perlu
diingat, ada dua poros perlawanan jihad di dunia ini, satu Hisbullah
sebagai representasi Syiah dan yang kedua mujahid Afghan sebagai



representasi Sunni. Keduanya sampai kini belum bisa AS tundukkan. Lebih
jauh lagi, pejuang Afghan ini yang selalu intensif dalam melakukan
kederisasi mujahid internasional.Dunia Islam selalu menyalahi Amerika, padahal 
mereka (US) paling banyak membantu. Tetapi apa yang dilakukan oleh dunia Islam 
terhadap mereka sendiri  yang saling berperang membunuh dan dibantai.Apa yang 
dikaukan Islam terhadap Saddam yang membantai kaum Syiah, dan Kurdistyan..tidak 
ada. Apa yang dilakukan Islam untuk menangkap Osama ..tidak ada. Padahal Osama 
sedang meneror  kaum kerajaan Arab Saudi. Apa jadinya bisa  Osama menguasai 
Kabbah ?
Islam jangan seperti anak kecil yang selalu merengek bila mainannya dirampas 
oleh saudaranya.,serta memarahi/memaki  orangtuanya karena kenakalannya sendiri.

Afghanistan adalah
episentrum gerakan jihad Sunni. Satu hal yang tidak boleh dilupakan



umat Islam adalah bahwa mereka yang bisa mengirimkan tentara jihad ke
Pattani, Moro, Kashmir, dan negara lain di mana umat Islam yang
minoritas tertindas. Dari sini telah tampak bahwa Obama lebih cerdas
dari Bush. Ia selangkah lebih maju dengan mengonsentrasikan perlawanan



pada pembumihangusan akar perlawanan jihad internasional, Afghanistan.
Benar-benar skenario yang mengerikan.

Kita tidak perlu berharap banyak pada sosok Obama, apalagi euforia menjadi 
Obama fans club,
seperti kebanyakan masyarakat Indonesia. Tak peduli ia pernah sekolah



di Menteng, punya ayah tiri Muslim Indonesia dan isu positif lainnya.
Semua itu tidak berpengaruh. Siapa pun capres AS, tak akan lepas dari
kepentingan Zionis yang telah mencengkeram AS begitu kuat. Selamanya,
Yahudi tak akan rida dengan Islam.



Setidaknya Obama lebih mengetahui tentang Islam daripada presiden lain. 
Sehingga lebih memudahkan memetakannya. 
Perihal Yahudi adalah kesalahan Islam sendiri kenapa harus melakukan terror  
kepada mereka. Bukankah agama itu adalah bentuk dari perdamaian, jadi kenapa 
harus ada keluar fatwa Halal Hukumnya membunuh Yahudi, ... sangat mengerikan 
sekali  agama diperalat setan.Tentu orang akan mempertahankan dirinya/kaumnya 
bila diserang,dan Yahudi tidak mau peristiwa terulang kembali. 
Solusinya Islam harus menjadi sebuah gerakan moral  kemanusiaan, hindari 
konflik negara. 

Maka, jika ditanya siapa
Presiden AS yang paling baik, jawabannya tidak ada, kecuali Kennedy
yang tewas sebelum berbuat banyak hal.Tidak juga Kennedy penuh dengan  skandal 
sex mungkin juga narkoba, sehingga harus diakhiri oleh mafia tsb.
salam 
Hens

. 
__,_._,__ 
-
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke