http://www.kaltengpos.com/berita/index.asp?Berita=UTAMA&id=50210

Kalteng Pos
Sabtu, 13 Desember 2008


Rapat Terganggu Demo, SBY Tegur Kapolri



JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin kembali mengawali rapat 
kabinet dengan kemarahan. Rupanya, SBY jengkel karena suara sound system 
pengunjuk rasa dari depan Istana Merdeka menembus dinding ruang kerjanya. 
Rapat kabinet yang dimulai pukul 10.30 itu membahas kesiapan latihan gabungan 
kesiagaan TNI dan Polri yang akan dilaksanakan 18-24 Desember. Juga membahas 
antisipasi pemutusan hubungan kerja (PHK) buruh. 

Rapat terbatas itu diikuti Menko Polhukam Widodo A.S., Menko Kesra Aburizal 
Bakrie, Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani, Seskab Sudi Silalahi, Menlu Hassan 
Wirajuda, Menhan Juwono Sudarsono, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Kapolri 
Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, dan Kepala BIN Syamsir Siregar. 

Saat memulai rapat, dari depan Istana Merdeka, terdengar cukup keras suara 
orasi dan teriakan pengunjuk rasa. Pengunjuk rasa yang hanya berjumlah sekitar 
50 orang itu membawa sound system berkekuatan tinggi yang dimuat dalam bak 
mobil pikap. Demonstran itu adalah mahasiswa yang menentang usia pensiun 70 
tahun bagi hakim agung. 

Yang ketiban sampur semprotan SBY kemarin adalah Kapolri Jenderal Pol Bambang 
Hendarso Danuri. ''Kita ini mau mulai rapat, ada unjuk rasa. Kita jadi tidak 
bisa bekerja. Bahkan unjuk rasa menggunakan loudspeaker sebesar itu. Ini siapa 
yang harus menangani? Saya rasa, kita ini satu-satunya negara di dunia, yang 
seperti ini," kata SBY. Wajahnya menatap tajam ke arah Kapolri yang duduk di 
samping Kepala BIN Syamsir Siregar, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, dan 
Menhan Juwono Sudarsono. 

Mendengar letupan SBY, Kapolri tanggap bahwa pernyataan itu ditujukan kepada 
dirinya. ''Siap,'' jawab Bambang Hendarso dengan tegas. 

Setelah rapat kabinet terbatas, Bambang Hendarso menyatakan akan menertibkan 
unjuk rasa di depan Istana Merdeka. Terutama penggunaan sound system 
berkekuatan besar. Diakui, ada pengunjuk rasa yang membawa truk khusus untuk 
mengangkut pengeras suara berkekuatan ribuan watt. 

Saat ditanya apakah akan melarang pengunjuk rasa membawa sound system 
berkekuatan besar, Bambang Hendarso membenarkan. "Ya ya, benar.'' 

Menurut Kapolri, pihaknya tetap menghormati kebebasan menyampaikan pendapat di 
depan istana. Namun, dia meminta para pengunjuk rasa juga tidak sampai 
mengganggu presiden dalam menjalankan tugas negara. 

Kapolri mengatakan akan berkoordinasi dengan jajarannya di lapangan. "Jadi, 
nanti kalau ada tindakan-tindakan yang melawan hukum, tentunya ada 
tindakan-tindakan," katanya. (tom/nw

Kirim email ke