> JIBOGI <kombes...@...> wrote: > Yang salah itu lingkungan yang menganggap > anak2 kecil nyanyi lagu orang dewasa itu > lucu dan menggemaskan........padahal > daku juga ga setuju tuh......dengan gitu > anak kecil bisa 'dewasa terlalu cepat' tanpa > melalui fase-fase normal menyenangkan hidup > mereka yang suatu saat nanti ga akan bisa > kembali. >
Kalo anda tidak setuju tentunya bukan berarti semua orang harus dipaksa juga tidak setuju. Urusan anak2 kecil nyanyi lagu orang dewasa tidak bisa dilarang dan tidak boleh dilarang, yang harus dilarang justru anak2 kecil dilatih bawa2 pedang kayu dan diajarin berbagai teladan nabi Muhammad sebagai sunnah nabi. Juga anak2 jangan diajarin menghancurkan patung2, jangan diajarin memusuhi kafir, karena semua permusuhan dan kebencian ini bukanlah mainan anak2. Betul, anak2 akan lebih cepat dewasanya sebelum waktunya kalo diajarin jihad Islam, diajarin bagaimana membakar mesjid Ahmadiah, padahal bakar mesjid Ahmadiah dan menjarah harta benda umat Ahmadiah sama sekali tidak bisa dianggap permainan anak2. Bahkan Ustad Sobri Lupis dari FPI berani tanggung jawab kepada Allah dalam hal mengajarkan anak2 membunuh umat dari jemaah Islam Ahmadiah. Dia juga bilang anak2 yang bisa membunuh jemaah Ahmadiah akan mendapatkan pahala lebih besar dan orang dewasa atau bapak si anak yang mengajarkan cara2 membunuh umat Islam Ahmadiah ini juga kebagian pahalanya. Padahal, bunuh membunuh, jarah menjarah dalam ajaran Islam, itu semuanya merupakan permainan orang dewasa, tapi orang tua yang saleha akan bangga kalo anaknya yang masih anak2 ini sudah mampu mengerjakan permainan orang dewasa dengan lebih cekatan dari orang dewasa itu sendiri. Ny. Muslim binti Muskitawati.
