Liga Arab Acak2an Mau Samakan Sikap Nanti Hari Minggu !!!
                                  
Dunia ini khan isinya bukan cuma orang Arab, juga isinya bukan cuma
umat Islam. Jadi, jelas enggak bisa kita semuanya dipaksa untuk cuma
berpihak kepada orang Arab ataupun cuma berpihak kepada umat Islam
meskipun dalam konflik ini Arab dan Islam itu jelas2 berada dipihak
yang salah.

Kita enggak bisa berpihak kepada Arab Islam se-mata2 karena kita
beragama Islam, jelas bukanlah begitu kita bersosialisasi didunia
International.

Dari semua diskusi besar diseluruh dunia yang pernah saya hadiri,
ternyata tidak pernah sekalipun ada yang bisa memenangkan atau
membenarkan argument orang2 Arab dan Islam ini.  Semua perdebatan
berakhir selalu dengan kekalahan yang memalukan dipihak Arab Islam.

Contohnya saja, Arab Islam menuduh Israel menjajah tanah Palestina,
padahal sewaktu ditanyakan siapa orang Palestina aseli, ter-gagap2lah
orang2 Arab ini karena orang2 Palestina aselinya bukanlah menyembah
Allah tetapi menyembah dewa Filistine yang diharamkan dalam Islam. 
Bangsa aseli Palestina sudah hampir punah dibunuhi orang2 Arab Islam.

Jadi Arab itu bukanlah orang Palestina, dan kita harus menyebutnya
dengan jelas, bahwa mereka sebenarnya adalah Arab Palestina bukan
orang Palestina.  Arab Palestina posisinya sama persis seperti Cina
Indonesia yang biasa kita jarah tokonya, yang biasa kita perkosa
massal amoy2nya, yang biasa kita peras setiap hari toko2nya. 
Demikianlah nasib sesama orang Indonesia tapi keturunan Cina ini habis
kita sikat dengan cuci maki dan menghinanya sejak sebelum bangsa ini
mendapatkan kemerdekaannya.

Akan jadi aneh kalo sikap kita terhadap Arab Palestina berbeda dari
sikap kita kepada Cina Indonesia.  Padahal Arab Palestina ini jauh
lebih biadab daripada Cina Indonesia.  Cobalah anda bayangin, mereka
menolak berbahasa Palestina, mereka menggunakan bahasa Arab, mereka
menolak menyembah dewa2 orang Palestina, padahal banyak orang2
keturunan Cina di Indonesia justru berassimilasi masuk Islam dan juga
berbahasa Indonesia.

Saya kira tulisan ini harusnya disebar luaskan kepada seluruh umat
Islam di Indonesia agar bisa jujur menghadapi kenyataan yang
sebenarnya, bukan malah menyebarkan kebohongan2 se-olah2 Israel
merebut tanah Islam dan menjajah Arab.

Hamas ini mula2 mengusulkan gencatan senjata, tapi Israel menolaknya,
Israel menyatakan, asalkan jangan menyerang pasti Israel tidak
menyerang.  Demikianlah, karena persediaan roket2 sudah hampir habis,
maka Hamas berhenti sejenak tidak menyerang dan Israel juga tidak
membalas menyerang.  Disatu pihak Hamas menganggap Israel terikat
perjanjian gencatan senjata, padahal Israel tidak pernah
menandatangani perjanjian gencatan senjata, sikap Israel cukup
mengikuti sikap Hamas.  Namun setelah Hamas berhasil membuat ribuan
roketnya kembali, mulailah mereka menembaki Israel kembali, dan Israel
memperingatkan bahwa Hamas melanggar perjanjian gencatan senjatanya
sendiri.  Meskipun ditembaki, Israel masih tetap belum mau membalasnya
karena menganggap masalah ini bisa diatasi oleh Mesir yang jadi
perantaranya, ternyata Mesir juga tidak bisa menghentikan serangan2
roket Hamas ke Israel.  Barulah akhirnya atas keputusan kabinet Israel
Knesset, dilakukanlah serangan terbatas menghancurkan pusat tembakan2
roket itu, akibanya ratusan jihadist Islam ini mati disikat oleh Israel.

Disinilah baru kelihatan belangnya, negara2 Arab bukan membujuk Hamas
untuk menghentikan serangan, tapi pura2 sibuk kanan kiri mengutuk
Israel tanpa ada yang dilakukannya.  Akhirnya liga Arab mengajak
kumpul bikin pertemuan untuk menyatakan sikap, artinya mereka bukan
kumpul untuk bersatu memerangi Israel, mereka cuma mau menyatakan
sikap, padahal sikap mereka khan sudah diketahui manusia seluruh
dunia.  Ditambah lagi, mereka minta Ban ki Moon sekJen UN ini untuk
mengeluarkan kutukan kepada Israel.  Tetapi sekjen UN ini justru
menyalahkan Hamas yang menyerang roket2nya duluan dan tidak mau
menghentikan serangannya.  Sedangkan kepada Israel Ban Ki Moon
menyalahkan response Israel yang terlalu keras bukan menyalahkan
serangan2nya karena sekjen UN juga sadar bahwa yang salah itu bukanlah
Israel tapi Hamas.  Apalagi Hamas masuk list sebagai organisasi
terorist di UN.  Lalu apa yang mau diperbuat liga Arab???  Mustahil
bukan???  Dunia ini khan bukan milik Arab sendiri.  China jelas tidak
mendukung Hamas, apalagi India tak mungkin mendukung Hamas, sedangkan
Rusia sendiri menolak kedatangan Hamas.

Bagaimana kita bisa konsistent dalam bersikap?  Bagaimana kita bisa
dihormati kalo tidak jujur ?

Lucunya, yang dituntut itu cuma tanah yang sekarang jadi negara
Israel, padahal dulunya yang dinamakan kerajaan Palestina itu bukan
cuma Israel, tetapi juga Yordania, Syria, Libanon, dan sebagian Mesir
termasuk Gaza dan West Bank.  Lalu kenapa Arab Palestina sekarang ini
mau mendirikan negara baru Palestina yang merdeka cuma diatas tanah
Israel ???  Kenapa tanah Syria, tanah Yordania, tanah Libanon dan
lain2nya yang isinya adalah juga orang2 Arab Islam tidak dituntut
mereka ???  Inilah yang kita namakan sentimen agama, ini yang kita
namakan prejudice agama, dan perang yang berlangsung sekarang ini
murni sebenarnya perang agama.

Sebagai orang luar tentu kita harus bersikap jujur, fair, dan benar2
mengerti siapa yang benar dan siapa yang salah.  Kalo kita sudah
jelas2 tahu bahwa Arab Islam ini berada dipihak yang salah, tentu
memalukan kalo tetap kita ngotot membelanya apalagi karena sama2 Islam.

Sebagai umat Islam, tidak harusnya kita eksklusif, kita harusnya
bersosialisasi bekerja sama dengan siapa saja bukan cuma mengisolasi
diri dalam Islam dan dunia ke-Arab2annya.  Bangsa kita memiliki latar
kebudayaan jauh diatas agama Islam, kita memiliki tradisi yang jauh
lebih maju dari Arab manapun juga.  Bahkan dizaman kehidupan nabi
Muhammad, orang2 Arab disana belum memiliki huruf, belum memiliki
tulisan, padahal kita ini sudah punya tulisan jauh sebelum adanya
kalender masehi.

Kalo saja kita mau jujur, maka kita seharusnya bersimpati kepada
Israel bukan kepada Arab2 Palestina yang biadab ini.  Coba bayangin,
Arab Palestina mengharamkan hidup satu atap langit biru ini dengan
orang2 Yahudi, padahal orang2 Yahudi itu sangat ramah dan menerima
orang2 Arab itu sebagai saudara2 mereka.  Memang sekarang ini banyak
orang2 Yahudi membenci Arab dan membenci Islam, namun tentu saya tidak
bisa menyalahkan mereka karena mereka dibunuhi dan dibenci oleh Arab
dan Islam sehingga wajar kalo mereka jadi prejudice dan ketakutan
dibunuh akibat adanya ayat2 Quran yang mewajibkan kita untuk menjagal
orang2 Yahudi dimanapun mereka berada.  Juga ayat2 Quran yang
mewajibkan kita memerangi orang2 Yahudi dimanapun mereka berada dan
penggal kepala mereka sewaktu ketemu dalam medan perang.

Jelasnya ajaran begitu itu salah, tidak seharusnya kita memerangi
orang Yahudi, kenapa harus diperangi hanya karena kepercayaannya
berbeda ????  Ajaran seperti itu akan berkomplikasi saling bunuh antar
sesama Islam sendiri pada akhirnya.  Akibat langsung adalah umat Islam
Akhmadiah dilarang MUI untuk mengaku Islam dan halal dijarah harta
bendanya, juga menurut uztad Sobri Lubis, mereka itu halal dibunuh.

Renungkanlah hai saudara2ku sesama Islam, bahwa kita, bahwa anda,
bahwa kalian semua berada dalam posisi yang salah, dalam posisi yang
sesat dan tidak mungkin ada yang bersimpati kepada sikap kita.

Akibatnya kita memusuhi seluruh dunia, akibatnya kita memusuhi dan
dimusuhi oleh Amerika, oleh Russia, oleh China, oleh India, oleh
Jepang, oleh Korea, oleh Inggris, dan bahkan orang2 Arab sesama
Islamnya dengan kita sekalipun ternyata tidak merasa perlu berpihak
kepada kita malah kita yang selalu berpihak kepada mereka.  Mereka
menghina kita, tapi kita tidak merasa terhina.  Mereka merusak tkw2
kita dengan berbagai cara2 yang sangat menghina, tetap kita tak merasa
terhina.  Dimanakah kehormatan kita ???  Apakah karena kita Islam,
karena kita Muslim menjadikan mereka boleh menghina kita???

Ternyata diseluruh dunia ini, umat Islam selalu eksklusif, semuanya
dibikin serba Islam, ada bank Syariah, ada konferensi wartawan Islam,
ada persatuan cendikiawan Islam dan lain2 banyak lagi.

Padahal kalo kita mau meneropong umat agama lain, tak ada satupun
agama diluar Islam bersikap eksklusif misalnya mendirikan bank Buddha,
bank Kristiani, bank Hindu, atau konferensi wartawan Kristen, atau
mendirikan persatuan cendikiawan Buddha, dan lain2nya lagi.

Sangatlah terkebelakang sikap kita sebagai umat Islam yang
memberlakukan eksklusivitas secara memalukan ini.  Padahal kita cuma
menjiplak, mana ada Islam mengajarkan mendirikan Bank ???  mana ada
Quran memperkenalkan professi wartawan ???  Mana ada negara Islam ???
 Islam tidak mengenal negara yang dikenalnya cuma Caliphah yang tidak
dipilih melainkan mengangkat dirinya dengan membunuh penguasanya. 
Demikianlah kalo anda baca sejarahnya, semua caliphah bisa berkuasa
seumur hidup dengan membunuh caliphah sebelumnya.  Namun ternyata
negara Islam sekarang justru sebaliknya, menggunakan istilah presiden
yang bukan dari Islam.  Masih banyak lagi kita meng-ada2 eksklusivitas
Islam ini dan Islam itu yang asalnya cuma jiplakan yang kemudian kita
klaim sebagai asalnya Islam dan menyusun berbagai kebohongan2 kepada
anak cucu kita agar juga tetap beragama Islan agar orang tuanya bisa
mendapat pahala masuk kesorga.

Hampir kesemuanya ajaran Islam yang kita anut itu tidak ada yang
benar, semuanya menyimpang dari peri keadilan, melanggar HAM, dan
anti-Demokrasi.

Masa depan bangsa kita tergantung kepada sikap kita, yaitu sikap yang
ksatria, jujur,dan tidak berbohong, tidak munafik, tetapi mengaku
salah untuk yang salah, dan menyatakan benar untuk yang benar tanpa
harus berpihak kepada yang salah se-mata2 atas dasar kesamaan agama
dan keimanan kita.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke