wah ajakanĀ  yang baik dari Ny Muskita...."damai dibumi dan disurga"
kejujuran awal kebebasan

salam
henss
================================
--- On Sun, 12/28/08, Hafsah Salim <[email protected]> wrote:
From: Hafsah Salim <[email protected]>
Subject: CiKEAS> Liga Arab Acak2an Mau Samakan Sikap Nanti Hari Minggu !!!
To: [email protected]
Date: Sunday, December 28, 2008, 2:21 PM










    
            Liga Arab Acak2an Mau Samakan Sikap Nanti Hari Minggu !!!

                                  

Dunia ini khan isinya bukan cuma orang Arab, juga isinya bukan cuma

umat Islam. Jadi, jelas enggak bisa kita semuanya dipaksa untuk cuma

berpihak kepada orang Arab ataupun cuma berpihak kepada umat Islam

meskipun dalam konflik ini Arab dan Islam itu jelas2 berada dipihak

yang salah.



Kita enggak bisa berpihak kepada Arab Islam se-mata2 karena kita

beragama Islam, jelas bukanlah begitu kita bersosialisasi didunia

International.



Dari semua diskusi besar diseluruh dunia yang pernah saya hadiri,

ternyata tidak pernah sekalipun ada yang bisa memenangkan atau

membenarkan argument orang2 Arab dan Islam ini.  Semua perdebatan

berakhir selalu dengan kekalahan yang memalukan dipihak Arab Islam.



Contohnya saja, Arab Islam menuduh Israel menjajah tanah Palestina,

padahal sewaktu ditanyakan siapa orang Palestina aseli, ter-gagap2lah

orang2 Arab ini karena orang2 Palestina aselinya bukanlah menyembah

Allah tetapi menyembah dewa Filistine yang diharamkan dalam Islam. 

Bangsa aseli Palestina sudah hampir punah dibunuhi orang2 Arab Islam.



Jadi Arab itu bukanlah orang Palestina, dan kita harus menyebutnya

dengan jelas, bahwa mereka sebenarnya adalah Arab Palestina bukan

orang Palestina.  Arab Palestina posisinya sama persis seperti Cina

Indonesia yang biasa kita jarah tokonya, yang biasa kita perkosa

massal amoy2nya, yang biasa kita peras setiap hari toko2nya. 

Demikianlah nasib sesama orang Indonesia tapi keturunan Cina ini habis

kita sikat dengan cuci maki dan menghinanya sejak sebelum bangsa ini

mendapatkan kemerdekaannya.



Akan jadi aneh kalo sikap kita terhadap Arab Palestina berbeda dari

sikap kita kepada Cina Indonesia.  Padahal Arab Palestina ini jauh

lebih biadab daripada Cina Indonesia.  Cobalah anda bayangin, mereka

menolak berbahasa Palestina, mereka menggunakan bahasa Arab, mereka

menolak menyembah dewa2 orang Palestina, padahal banyak orang2

keturunan Cina di Indonesia justru berassimilasi masuk Islam dan juga

berbahasa Indonesia.



Saya kira tulisan ini harusnya disebar luaskan kepada seluruh umat

Islam di Indonesia agar bisa jujur menghadapi kenyataan yang

sebenarnya, bukan malah menyebarkan kebohongan2 se-olah2 Israel

merebut tanah Islam dan menjajah Arab.



Hamas ini mula2 mengusulkan gencatan senjata, tapi Israel menolaknya,

Israel menyatakan, asalkan jangan menyerang pasti Israel tidak

menyerang.  Demikianlah, karena persediaan roket2 sudah hampir habis,

maka Hamas berhenti sejenak tidak menyerang dan Israel juga tidak

membalas menyerang.  Disatu pihak Hamas menganggap Israel terikat

perjanjian gencatan senjata, padahal Israel tidak pernah

menandatangani perjanjian gencatan senjata, sikap Israel cukup

mengikuti sikap Hamas.  Namun setelah Hamas berhasil membuat ribuan

roketnya kembali, mulailah mereka menembaki Israel kembali, dan Israel

memperingatkan bahwa Hamas melanggar perjanjian gencatan senjatanya

sendiri.  Meskipun ditembaki, Israel masih tetap belum mau membalasnya

karena menganggap masalah ini bisa diatasi oleh Mesir yang jadi

perantaranya, ternyata Mesir juga tidak bisa menghentikan serangan2

roket Hamas ke Israel.  Barulah akhirnya atas keputusan kabinet Israel

Knesset, dilakukanlah serangan terbatas menghancurkan pusat tembakan2

roket itu, akibanya ratusan jihadist Islam ini mati disikat oleh Israel.



Disinilah baru kelihatan belangnya, negara2 Arab bukan membujuk Hamas

untuk menghentikan serangan, tapi pura2 sibuk kanan kiri mengutuk

Israel tanpa ada yang dilakukannya.  Akhirnya liga Arab mengajak

kumpul bikin pertemuan untuk menyatakan sikap, artinya mereka bukan

kumpul untuk bersatu memerangi Israel, mereka cuma mau menyatakan

sikap, padahal sikap mereka khan sudah diketahui manusia seluruh

dunia.  Ditambah lagi, mereka minta Ban ki Moon sekJen UN ini untuk

mengeluarkan kutukan kepada Israel.  Tetapi sekjen UN ini justru

menyalahkan Hamas yang menyerang roket2nya duluan dan tidak mau

menghentikan serangannya.  Sedangkan kepada Israel Ban Ki Moon

menyalahkan response Israel yang terlalu keras bukan menyalahkan

serangan2nya karena sekjen UN juga sadar bahwa yang salah itu bukanlah

Israel tapi Hamas.  Apalagi Hamas masuk list sebagai organisasi

terorist di UN.  Lalu apa yang mau diperbuat liga Arab???  Mustahil

bukan???  Dunia ini khan bukan milik Arab sendiri.  China jelas tidak

mendukung Hamas, apalagi India tak mungkin mendukung Hamas, sedangkan

Rusia sendiri menolak kedatangan Hamas.



Bagaimana kita bisa konsistent dalam bersikap?  Bagaimana kita bisa

dihormati kalo tidak jujur ?



Lucunya, yang dituntut itu cuma tanah yang sekarang jadi negara

Israel, padahal dulunya yang dinamakan kerajaan Palestina itu bukan

cuma Israel, tetapi juga Yordania, Syria, Libanon, dan sebagian Mesir

termasuk Gaza dan West Bank.  Lalu kenapa Arab Palestina sekarang ini

mau mendirikan negara baru Palestina yang merdeka cuma diatas tanah

Israel ???  Kenapa tanah Syria, tanah Yordania, tanah Libanon dan

lain2nya yang isinya adalah juga orang2 Arab Islam tidak dituntut

mereka ???  Inilah yang kita namakan sentimen agama, ini yang kita

namakan prejudice agama, dan perang yang berlangsung sekarang ini

murni sebenarnya perang agama.



Sebagai orang luar tentu kita harus bersikap jujur, fair, dan benar2

mengerti siapa yang benar dan siapa yang salah.  Kalo kita sudah

jelas2 tahu bahwa Arab Islam ini berada dipihak yang salah, tentu

memalukan kalo tetap kita ngotot membelanya apalagi karena sama2 Islam.



Sebagai umat Islam, tidak harusnya kita eksklusif, kita harusnya

bersosialisasi bekerja sama dengan siapa saja bukan cuma mengisolasi

diri dalam Islam dan dunia ke-Arab2annya.  Bangsa kita memiliki latar

kebudayaan jauh diatas agama Islam, kita memiliki tradisi yang jauh

lebih maju dari Arab manapun juga.  Bahkan dizaman kehidupan nabi

Muhammad, orang2 Arab disana belum memiliki huruf, belum memiliki

tulisan, padahal kita ini sudah punya tulisan jauh sebelum adanya

kalender masehi.



Kalo saja kita mau jujur, maka kita seharusnya bersimpati kepada

Israel bukan kepada Arab2 Palestina yang biadab ini.  Coba bayangin,

Arab Palestina mengharamkan hidup satu atap langit biru ini dengan

orang2 Yahudi, padahal orang2 Yahudi itu sangat ramah dan menerima

orang2 Arab itu sebagai saudara2 mereka.  Memang sekarang ini banyak

orang2 Yahudi membenci Arab dan membenci Islam, namun tentu saya tidak

bisa menyalahkan mereka karena mereka dibunuhi dan dibenci oleh Arab

dan Islam sehingga wajar kalo mereka jadi prejudice dan ketakutan

dibunuh akibat adanya ayat2 Quran yang mewajibkan kita untuk menjagal

orang2 Yahudi dimanapun mereka berada.  Juga ayat2 Quran yang

mewajibkan kita memerangi orang2 Yahudi dimanapun mereka berada dan

penggal kepala mereka sewaktu ketemu dalam medan perang.



Jelasnya ajaran begitu itu salah, tidak seharusnya kita memerangi

orang Yahudi, kenapa harus diperangi hanya karena kepercayaannya

berbeda ????  Ajaran seperti itu akan berkomplikasi saling bunuh antar

sesama Islam sendiri pada akhirnya.  Akibat langsung adalah umat Islam

Akhmadiah dilarang MUI untuk mengaku Islam dan halal dijarah harta

bendanya, juga menurut uztad Sobri Lubis, mereka itu halal dibunuh.



Renungkanlah hai saudara2ku sesama Islam, bahwa kita, bahwa anda,

bahwa kalian semua berada dalam posisi yang salah, dalam posisi yang

sesat dan tidak mungkin ada yang bersimpati kepada sikap kita.



Akibatnya kita memusuhi seluruh dunia, akibatnya kita memusuhi dan

dimusuhi oleh Amerika, oleh Russia, oleh China, oleh India, oleh

Jepang, oleh Korea, oleh Inggris, dan bahkan orang2 Arab sesama

Islamnya dengan kita sekalipun ternyata tidak merasa perlu berpihak

kepada kita malah kita yang selalu berpihak kepada mereka.  Mereka

menghina kita, tapi kita tidak merasa terhina.  Mereka merusak tkw2

kita dengan berbagai cara2 yang sangat menghina, tetap kita tak merasa

terhina.  Dimanakah kehormatan kita ???  Apakah karena kita Islam,

karena kita Muslim menjadikan mereka boleh menghina kita???



Ternyata diseluruh dunia ini, umat Islam selalu eksklusif, semuanya

dibikin serba Islam, ada bank Syariah, ada konferensi wartawan Islam,

ada persatuan cendikiawan Islam dan lain2 banyak lagi.



Padahal kalo kita mau meneropong umat agama lain, tak ada satupun

agama diluar Islam bersikap eksklusif misalnya mendirikan bank Buddha,

bank Kristiani, bank Hindu, atau konferensi wartawan Kristen, atau

mendirikan persatuan cendikiawan Buddha, dan lain2nya lagi.



Sangatlah terkebelakang sikap kita sebagai umat Islam yang

memberlakukan eksklusivitas secara memalukan ini.  Padahal kita cuma

menjiplak, mana ada Islam mengajarkan mendirikan Bank ???  mana ada

Quran memperkenalkan professi wartawan ???  Mana ada negara Islam ???

 Islam tidak mengenal negara yang dikenalnya cuma Caliphah yang tidak

dipilih melainkan mengangkat dirinya dengan membunuh penguasanya. 

Demikianlah kalo anda baca sejarahnya, semua caliphah bisa berkuasa

seumur hidup dengan membunuh caliphah sebelumnya.  Namun ternyata

negara Islam sekarang justru sebaliknya, menggunakan istilah presiden

yang bukan dari Islam.  Masih banyak lagi kita meng-ada2 eksklusivitas

Islam ini dan Islam itu yang asalnya cuma jiplakan yang kemudian kita

klaim sebagai asalnya Islam dan menyusun berbagai kebohongan2 kepada

anak cucu kita agar juga tetap beragama Islan agar orang tuanya bisa

mendapat pahala masuk kesorga.



Hampir kesemuanya ajaran Islam yang kita anut itu tidak ada yang

benar, semuanya menyimpang dari peri keadilan, melanggar HAM, dan

anti-Demokrasi.



Masa depan bangsa kita tergantung kepada sikap kita, yaitu sikap yang

ksatria, jujur,dan tidak berbohong, tidak munafik, tetapi mengaku

salah untuk yang salah, dan menyatakan benar untuk yang benar tanpa

harus berpihak kepada yang salah se-mata2 atas dasar kesamaan agama

dan keimanan kita.



Ny. Muslim binti Muskitawati.




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke