http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2009010123594416

      Jum'at, 2 Januari 2009
     
     
Israel Biadab, Arab Hipokrit! 

       
      H.Bambang Eka Wijaya



      "TAHUN 2009 dimasuki dunia dengan 'pesta pora' Israel melumat habis Jalur 
Gaza, memuaskan tekad PM Ehud Olmert untuk menghabisi Hamas sampai orang 
terakhir!" ujar Umar. "Karena Jalur Gaza sejak medio 2007 sepenuhnya dikuasai 
Hamas, berarti membasmi sampai habis warga Palestina di Gaza!"

      "Pernyataan para pemimpin Israel--Olmert, Ehud Barack, Livni--secara 
tegas dan jelas menunjukkan Israel sedang melakukan pembunuhan massal, 
membantai habis suatu kaum seperti Hitler di Jerman atau Slobodan Milosevic dan 
Radovan Karazick di Bosnia!" sambut Amir. "Tapi reaksi Liga Arab cuma sebatas 
kecaman diplomatis, tidak sebanding dengan realitas aksi militer Israel di Gaza 
dan desakan warga Arab di berbagai negara yang histeris turun ke jalan agar 
para pemimpinnya menghentikan kebiadaban Israel!"

      "Memang terlihat, perlakuan brutal Israel terhadap warga Palestina cuma 
direspons dengan hipokrisi para pemimpin Arab yang berdarah dingin!" timpal 
Umar. "Di tengah histeria massa Arab meratapi malangnya nasib warga Palestina, 
misalnya, Menlu Arab Saudi malah nyucuh--menyalahkan--ketidakkompakan Hamas dan 
Fatah sebagai penyebabnya! Padahal, di Arab Saudi ada triliunan dolar aset 
pertambangan Amerika Serikat, yang bisa dijadikan dasar Saudi menekan sejawat 
Israel yang sok pendekar hak-hak asasi manusia itu dari sikapnya tidak peduli 
pada kebiadaban di Gaza, dan memveto DK PBB atas setiap resolusi menekan 
Israel! Begitu pula Hosni Mubarak, menafikan histeria massa merusak Kedubes 
Mesir di negara-negara Arab sebagai desakan menutup kedubesnya di Israel, 
berkilah itu diperlukan untuk jembatan membangun saling pengertian antara Arab 
dan Yahudi, impian yang tidak digubris--apalagi dihargai--oleh Israel!"

      "Sikap hipokrit pemimpin Arab itu mengecewakan dunia Islam di luar Arab, 
yang menggebu-gebu membela Palestina!" tukas Amir. "Seperti Indonesia, selain 
para relawan mendaftar jadi martir di front Palestina, pemerintahnya mengirim 
delegasi tenaga kemanusiaan dan obat-obatan ratusan ribu dolar dan uang satu 
juta dolar AS untuk pangan dan lainnya, tapi jalur masuk ke Gaza lewat gerbang 
maupun terowongan di perbatasan dengan Mesir yang selama ini digunakan 
menyelundupkan pangan membantu rakyat Palestina, telah ditutup Israel lewat 
bombardir tanpa henti! Bahkan hari ini, genap sepekan serangan Israel, warga 
Gaza kehabisan pangan, terancam kelaparan!"

      "Dengan semua kenyataan itu, peran Indonesia selaku negara terbesar umat 
Islamnya dituntut lebih besar lagi!" tegas Umar. "Yakni, melalui OKI yang telah 
merangkum Liga Arab, menggalang dunia beradab di PBB untuk menyeret Ehud Olmert 
dan begundalnya ke Mahkamah Internasional sebagai penjahat perang dan 
pembunuhan massal terhadap bangsa Palestina--sekaligus menghimpun kekuatan PBB 
memerangi Israel--seperti dilakukan PBB terhadap Serbia atau Irak ketika 
menganeksasi Kuwait! Itu kifayah bagi pemimpin atas nama umat sedunia!"
     

<<bening.gif>>

<<buras.jpg>>

Kirim email ke