Jawa Pos [ Kamis, 01 Januari 2009 ] Hadapi Pemilu, Dirjen Kesbangpol Dipilih dari Kalangan Militer
JAKARTA - Empat bulan menjelang pelaksanaan Pemilu 2009, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto mengganti Dirjen Kesatuan Bangsa dan Poltik (Kesbangpol) Sudarsono Hardjosukerto. Jabatan eselon satu strategis itu diserahkan kepada mantan asisten personel KSAD Mayjen TNI (pur) Ahmad Tanribali Lamo. Dirjen Kesbangpol itu dulu adalah Dirjen Sospol Mendagri. Di era Orba, pos itu berperan dalam pemilu dan menentukan pejabat di daerah. Pejabatnya juga dari kalangan militer. Mardiyanto mengakui, pergantian Dirjen Kesbangpol itu terkait persiapan Pemilu 2009. "Dengan pelantikan Pak Tanri, diharapkan persiapan pemilu jadi lebih baik. Koordinasi antarinstansi juga akan ditingkatkan," ujar Mardiyanto setelah melantik Tanribali di Depdagri, Jakarta, kemarin (31/12). Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo datang bersama beberapa pejabat teras Mabes AD. Sedangkan Sudarsono tidak hadir dalam pelantikan yang dimulai pukul sembilan pagi itu. Tanribali yang pernah ditunjuk sebagai penjabat gubernur Sulawesi Selatan itu diangkat sebagai Dirjen Kesbangpol berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No 109/M Tahun 2008, tanggal 24 September 2008. Setelah menenteramkan Sulawesi Selatan, jabatan terakhir Tanribali adalah staf ahli bidang politik Mendagri. Mardiyanto mengingatkan, 2009 merupakan tahun politik. "Saya minta segera memetakan kondisi politik nasional untuk menyukseskan pemilu," katanya. Tugas Dirjen Kesbangpol memang erat sekali dengan penyiapan pemilu dari sisi pemerintah. Dirjen Kesbangpol juga mengatur organisasi masyarakat, yayasan, dan berhubungan dengan badan koordinasi intelijen daerah (bakorinda).(rdl)
