Refelksi: Kemanakah pendapatan dari tourisme?

http://www.antara.co.id/arc/2009/1/5/kemiskinan-dan-sisi-hitam-di-bali/

05/01/09 20:21

Kemiskinan dan Sisi Hitam di Bali


Denpasar (ANTARA News) - Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, punya cerita soal 
wilayah pemerintahannya yang seringkali dinilai banyak orang sudah makmur dan 
tidak ada orang miskin. Padahal, ada sisi hitam di Bali (the dark side of Bali).
 
"Susah ya cari orang miskin di Bali? Semuanya makmur dan senyum-senyum saja. 
Rupanya, tidak tahu dia, Bali juga punya banyak the dark side of Bali` yang 
tidak terekspos," katanya kepada wartawah di Kerthasabha, rumah dinas gubernur 
Bali, di Denpasar, Minggu (4/1).

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) pada 1975 itu mencontohkan dialog dengan 
beberapa tamunya di Warung Bebek Bengil, kawasan Ubud, beberapa waktu lalu, 
Ternyata, katanya, sulit membendung anggapan orang-orang di luar Bali bahwa 
Pulau Dewata itu memang sarat dengan kemajuan dan identik dengan kemakmuran.

Namun, purnawirawan perwira tinggi berbintang dua di Kepolisian Negara RI 
(Polri) itu mengemukakan, di balik kegemerlapan pariwisata kelas internasional 
Bali, ternyata masih ada saja kantung-kantung kemiskinan di sana.

"Ada beberapa kecamatan yang air saja harus diangkat warga desanya hingga 
berkilometer dari rumahnya. Bisa dibayangkan itu, jangan dibayangkan Bali itu 
seperti Kuta atau Nusa Dua semua. Makanya, kerja keras untuk mengangkat derajad 
kemakmuran masyarakat ini menjadi komitmen kita semua," katanya.

Zaman sekarang pun masih ada orang Bali yang berjalan kaki berkilometer demi 
mendapatkan dua ember air bersih "Iya, betul itu. Jangan kata menghabiskan 
waktu untuk kegiatan yang lebih produktif, untuk makan minum saja susah. 
Prioritas tahun pertama pemerintahan kami menyentuh hal-hal seperti itu. 
Harus," katanya.

Padahal, ia menyatakan, jalan-jalan aspal licin beraspal hot mix sangat mudah 
ditemui di seantero Bali, bahkan sampai ke tepi sawah juga ada.

"Tetapi, saudara-saudara, untuk ke Bebek Bengil dari pusat kota pas akhir tahun 
itu saja perlu dua setengah jam. Gubernur juga kena macet, he he. Saya paling 
takut kalau orang bilang begini, malas ah ke Bali karena macet. Itulah, 
kemacetan ini harus dicarikan jalan pemecahannya segera agar pariwisata dan 
budaya kita bisa lebih dinikmati dan dikagumi," ujarnya menambahkan. (*)

COPYRIGHT © 2009

Kirim email ke