Refleksi: Apakah selama ini kinerjanya pemerintah tinggi nan hebat?

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0901/07/pol04.html

Kinerja Pemerintah Dikhawatirkan Turun



Jakarta - Kinerja pemerintah dikhawatirkan menurun menjelang pemilu, karena 
sebagian anggota kabinet akan fokus untuk melakukan kampanye menjelang 
pemilihan umum. Untuk itu, Presiden perlu menertibkan anggota kabinet agar 
tetap memperhatikan tugas kenegaraan. "Dualisme peran bagaimanapun juga akan 
mengganggu kinerja para menteri," kata pengamat politik dari Universitas 
Indonesia (UI) Abdul Gafur Sangadji, di Jakarta, Selasa (6/1).


Hal ini, katanya, akan mengakibatkan para menteri tidak fokus dan menyebabkan 
krisis tanggung jawab sehingga dapat memecah solidaritas di dalam pemerintahan. 
Ini merupakan akibat dari telah masuknya faksi-faksi politik. Untuk itu, 
Presiden harus bisa menertibkan sikap para menteri yang cenderung bekerja untuk 
kegiatan kepartaian. 


Dia melanjutkan, presiden dalam hal ini harus bisa menagih kontrak politik para 
menteri yang berjanji untuk bekerja bagi negara. Sebab, jika situasi akibat 
dari rangkap jabatan terus berlanjut, para menteri bisa jadi melakukan manuver 
politik terhadap menteri dari partai lain lantaran membawa kepentingan partai. 
Ini bukti dari dualisme kinerja yang pada situasi mendekati pemilu, para 
menteri lebih fokus untuk menjadi tim kampanye dalam menyukseskan partainya.


Sekretaris Jenderal Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Yus Usman Sumanegara, 
mengomentari, kinerja para menteri sebagai pembantu seyogyanya bisa lebih 
efektif di akhir masa jabatannya. Bukan justru memprioritaskan kegiatan 
kampanye partainya, sebab banyak hal yang harus dilakukan bagi masyarakat. 
Sebab, masyarakat akan rugi jika pada akhirnya para menteri lebih terlihat 
sibuk sendiri untuk meraih signifikasi suara partainya.


Menurut Yus, jika memang menteri yang rangkap jabatan bersikap gentle, 
sebaiknya mundur dari jabatan lalu melakukan kampanye habis-habisan. Sebab, di 
saat jelang pemilu kampanye membutuhkan dana yang cukup besar. Jangan sampai 
ada dana anggaran negara yang digunakan untuk kegiatan partai, ini fenomena 
yang tidak benar. "Jangan biarkan kampanye terselubung terjadi," katanya.


Sedangkan Sekretaris Jenderal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Akhmad 
Muzani, meminta aturan tentang rangkap jabatan lebih tegas. Meskipun dicermati, 
rangkap jabatan semestinya tidak terjadi untuk membuat kinerja menteri optimal 
dan fasilitas negara dipastikan tidak digunakan.
Ini dilihat dari kinerja salah satu Menteri Koperasi Surya Dhama Ali yang 
merupakan Ketua Partai Persatuan Pembangunan. Kinerjanya terhadap Koperasi dan 
UKM belum menunjukkan kinerja yang maksimal. Di mana seharusnya di tengah 
kondisi ekonomi saat ini, bisa menjadi jangkar pengaman dari ekonomi 
kerakyatan. 
(ninuk cucu suwanti)

Kirim email ke