Bukan Gencatan Senjata Tetapi Perlucutan Senjata !!!
Politisi, pejabat, maupun pemimpin partai2 politik di Indonesia selalu
ketinggalan dalam perkembangan situasi dunia maupun perang di Gaza.
Sekarang dunia dan Dewan Keamanan PBB sudah tidak lagi membicarakan
masalah gencatan senjata, melainkan sedang memperbincangkan bagaimana
caranya melakukan pengawasan perlucutan senjata.
Perang sudah usai, dan sekarang sedang terjadi pengejaran2 terhadap
para pengikut Hamas. Banyak sekali pengikut Hamas yang ditangkap dan
ditahan serdadu Israel selama sweeping dari rumah kerumah. Setiap
liang2 terowongan dihancurkan, digranat atau disembur dengan api yang
bertekanan tinggi sehingga apabila setelah diperingatkan beberapa kali
mereka tidak juga keluar dari liang2nya, maka mereka akan mati
gosong, sedangkan apabila mereka keluar dari satu ujung lubang dengan
cara menembaki membabi buta maka akan langsung ditembak mati oleh
serdadu Israel yang sudah ber-jaga2 disemua lubang keluar.
Perancis memberi solusi adanya pasukan Internasional pengawas
perlucutan senjata dimana mengawasi dan menjamin tidak ada lagi
serangan2 kewilayah Israel yang dilakukan Hamas. Amerika sudah setuju
usul tsb dan sekarang seluruh pihak yang terlibat akan melakukan
pertemuan di Mesir yang tentu juga harus mengundang Hamas. Namun
datang atau tidak datangnya Hamas bukan hal yang penting karena apapun
juga alasannya, Hamas harus tunduk atau akan dipaksa tunduk kepada
perjanjian Internasional ini yang mewajibkan untuk menghentikannya
serangan2 dari kedua belah pihak, tentunya dengan keharusan melucuti
semua senjata2 Hamas karena Hamas dan pengikutnya bukanlah tentara
Palestina melainkan hanyalah organisasi Politik Palestina yang
memberontak terhadap pemerintahan resminya.
Mau melawan juga tidak bisa, senjatanya sudah disita atau dihancurkan,
semua jalur2 penyelundupan senjata sudah dihancurkan untuk kemudian
diawasi untuk selamanya tanpa batasan waktu. Pasukan pengawasan
Internasional nantinya kemungkinan besar adalah dari negara2 Islam,
sehingga Gaza akan dijajah oleh sesama Islam yang menjamin keamanan
dan kedaulatan negara Israel.
Selesai sudah persoalannya, gampang bukan ???
Bantuan2 dari Indonesia tak dibutuhkan jadi bisa dikorupsi saja untuk
kepentingan masing2 mereka yang beruntung mewakili membawanya, dan hal
ini dijamin tidak bisa diperiksa oleh KPK, karena apanya yang mau
diperiksa??? Semua bantuan itu khan harus dihabiskan diluar negeri
dan bagaimana cara2 menghabiskannya terserah saja kepada masing2
pemimpinnya karena tidak ada protokolernya untuk menghabiskan bantuan
untuk rakyat Palestina dialihkan untuk membantu para wakil2 rakyat
yang membawa bantuan ini.
DIPERKIRAKAN, SEBELUM DILANTIKNYA OBAMA JADI PRESIDEN USA, MAKA
SELURUH PERSOALAN GAZA AKAN BERHASIL DISELESAIKAN OLEH BUSH PADA AKHIR
JABATANNYA. Dan Obama tinggal melanjutkan saja dalam pemeliharaan
perdamaian di Timur Tengah nantinya.
Ny. Muslim binti Muskitawati.