http://www.poskota.co.id/redaksi_baca.asp?id=1846&ik=32
Rabu 14 Januari 2009, Jam: 6:45:00 Penjual Tempura Doyan Tempur Ada kalanya pekerjaan sangat sesuai dengan hobi. Ilham, 35, dari Surabaya ini contohnya. Pekerjaannya jualan tempura, lha kok hobinya juga "tempur" di ranjang! Celakanya, ketika diembargo bininya hingga berbulan-bulan, Minul, 21, janda tetangga sendiri disabet, diajak "tempur" secara paksa! Tahun-tahun belakangan ini, makanan ringan ala Jepang/Korea bernama tempura memang sedang digemari kalangan kawula muda. Tempura terbuat dari tepung terigu dan ikan segar. Bentuk dasarnya mirip dengan sosis tetapi dimodifikasi menjadi banyak model sehingga menarik bagi anak- anak. Bagi yang masih berpikiran dan berlidah kampung macam penulis rubrik ini, rasanya tempura mungkin tak jauh beda dengan goreng ikan peda berbalut tepung beras! Ilham yang tinggal di Sememi Jaya Kec. Benowo Surabaya, pekerjaan sehari-harinya kini ngider jualan tempura tersebut. Cuma, untungnya selalu pas-pasan untuk membiayai keluarga. Akibatnya rumahtangga sering mengalami devisit anggaran. Sang istri yang merasa pusing harus bermatematika setiap hari, bawaanya ngomel melulu. Ilham disuruh cari pekerjaan lain, tapi tak bisa. Kesalah jadinya Ny. Narsih, 29, punya suami satu saja kok nggak kreatif! Ketika istri sedang marah, kaum lelaki sebaiknya jangan mendekati garis demarkasi. Tapi Ilham memang tak pernah angon ulat (lihat situasi). Mentang-mentang sudah jadi haknya, bini lagi sewot pun tetap minta "jatah" mingguan. Tentu saja ditolak. Bahkan Narsih tega mengembargo suami sendiri. "Pokoknya Mas, kalau sampeyan belum dapat pekerjaan yang bagus, kita gencatan senjata sampai waktu tak terbatas.!" begitu ancam Narsih, sadis banget. Apes betul Ilham. Di jalur Gaza tembakan roket terus membahana, kok dia punya "jalur gayeng" satu saja nggak boleh dihujani mortir yang menjadi haknya. Tapi karena tak mau ribut, dia mencoba meladeni tantangan bini. Dia mencoba cari usaha lain, ternyata susah juga. Di samping ketrampilan tak ada, modal juga tidak gableg. Jadilah kembali Ilham ke bisnis asal, dagang tempura dari gang ke gang! Hari-hari sepi kini dijalani Ilham. Sebab ketika terobosan bisnis yang menjanjikan belum diperoleh, dia memang tak boleh sama sekali menyentuh istri. Berulang kali dia minta embargo itu dibatalkan, dengan mengutip hadist Nabi bahwa istri yang menolak "ajakan" suami bisa dikutuk malaikat hingga pagi hari. Tapi Narsih tetap tak bergeming. Di samping pakai celana panjang rangkap 3, dia juga selalu tidur mengkurep (tengkurap). Seminggu dua minggu diembargo soal begituan, Ilham masih betah. Tapi sudah beberapa bulan terus saja ngaplo (tanpa kegiatan), pusing juga kepala. Nah, di kala sutris memikirkan hasrat yang menyala-nyala, dia mendengar Minul janda tetangga memanggil Ilham untuk membeli tempura bagi anaknya. Lihat bodinya, wuihhh full pressed body, bebas dempul. Langsung saja pendulumnya kontak, blip, blip, blip! "Sikat saja Bleh, jangan bimbang dan ragu," kata setan memberi semangat. Akhirnya Ilham nekad juga. Kebetulan rumah janda Minul memang sedang sepi. Saat dia mengantarkan makanan tempura ke dalam, serta merta dia mendekap si janda dan digelandang ke ranjang. Si janda tergagap, tapi tak bisa berkutik ketika skor tiba-tiba menjadi 1-0. Legalah Ilham, rasa pusingnya telah hilang. Tapi karena Minul memang tidak siap untuk itu, dia pun mengadu ke Polsek Benowo. Dan Ilham pun ditangkap. Rasa pusing baru kini telah menyusul. Ya, pusingnya penjual tempura yang rindu tempur!
