http://www.equator-news.com/index.php?mib=berita.detail&id=7739

Selasa, 13 Januari 2009 , 11:45:00

Duel Maut Dua Bersaudara
Telapak Tangan Putus Ditebas Senjata


 
Barang bukti dan potongan telapak tangan korban.
Pontianak, Sekitar pukul 10.00, warga Gang Iman, Jalan Selat Panjang Kecamatan 
Siantan, Senin (12/1)  dibuat geger aksi duel dua bersaudara. Aksi tersebut 
berhenti, setelah telapak tangan Fauzi putus ditebas pedang yang dibawa Gun 
yang masih saudara kandungnya.
Perkelahian tersebut dimulai oleh ulah Fauzi yang di dalam keluarganya sering 
membuat ulah. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tersebut, dengan 
enteng menjual perabot rumah yang ada hanya untuk berjudi dan juga 
minum-minuman keras.

Menurut Gun, 24, perkelahian antara dirinya dengan sang adik yang nomor tiga 
bermula dari STNK sepeda motor Mio yang disembunyikan Fauzi. Ketika ditanya 
keluarga, Fauzi enggan untuk menjelaskan ke mana perginya STNK tersebut. "Saya 
menanyakan ke mana STNK tersebut, namun Fauzi enggan untuk menjawab dan juga ia 
mengajak serta menantang untuk berkelahi. Ajakan tersebut enggan dituruti. 
Namun karena ditantang terus, mau tidak mau akhirnya terjadi juga," terang Gun 
di Mapolsekta Pontianak Utara, Senin (12/1).

Perkelahian tersebut tidak ada satu yang berani melerai, sebab kedua adik 
beradik tersebut menggunakan alat untuk berkelahi. Gun membawa sebilah pedang 
sedangkan, Fauzi membawa kayu. "Kami berkelahi di luar rumah masih dalam gang, 
tidak ada satupun yang berani melerai. Pedang yang saya bawa mengayun di atas 
kepala dan coba ditangkis oleh dia (Fauzi, red) yang mengakibatkan telapak 
tangan tersebut putus dan juga kepalanya terbelah," terangnya sambil menunduk.

Ketika koran ini menanyakan kepada pelaku, apakah ada penyesalan usai membabat 
adik kandungnya sendiri. Dengan mantap Gun menjawab kalau apa yang telah 
dilakukannya sangat ia sesali. "Saya menyesal, namun sudah terlambat, sebab 
semuanya telah terjadi," ujarnya singkat.
Hal senada juga dijelaskan oleh Kartina, adik korban nomor dua. Perkelahian 
tersebut terjadi akibat dari STNK sepeda motor Mio dipegang oleh Fauzi. Karena, 
Fauzi sudah sering mengadaikan STNK tersebut kepada orang lain dan akhirnya 
ditebus oleh pihak keluarga.

"Saya sudah melerai keduanya, Gun saya pegang. Namun Fauzi masih saja menantang 
abang untuk berkelahi, namun karena dilempar pakai kayu oleh Fauzi, mau tidak 
mau amarah Gun langsung naik dan akhirnya terjadi perkelahian," paparnya 
Perbuatan Fauzi yang dilakukan sering kali membuat keluarga selalu menderita, 
sebab sudah banyak harta di dalam rumah yang terjual dan tidak tersisa hanya 
untuk minum-minuman dan juga obat-obatan.

Perkelahian di Gang Iman Jalan Selat Panjang hingga memutuskan telapak tangan, 
dibenarkan AKP B Sembiring. Menurut Kapolsekta Pontianak Utara ini, kejadian 
tersebut adalah perkelahian dua bersaudara hingga melukai salah satu pihak.
"Perkelahian ini terjadi karena persoalan STNK yang disembunyikan oleh korban, 
karena perbuatan korban sering meresahkan keluarga sehingga terjadi hal seperti 
itu,' jelasnya.
Menurut Kapolsekta Pontianak Utara ini,  tersangka dan barang buktinya 
diamankan di polsek dan korbannya dibawa ke Rumah Sakit Islam Yarsi untuk 
mendapatkan perawatan lebih lanjut. Pelaku untuk sementara ini dikenakan pasal 
351 ayat 2. Kalau dari pihak keluarga terbuka dan ada kesepakatan untuk damai 
masih terbuka. Namun yang jelasnya hukum mash tetap berjalan,' pungkasnya.

<<img1301200977391.jpg>>

Kirim email ke