http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=50249&ik=3


Bantulah Korban Banjir 

Kamis 15 Januari 2009, Jam: 7:57:00 

JAKARTA (Pos Kota) - Musim hujan, banjir. Ini yang biasa terjadi dan menjadi 
hal biasa di Jakarta dan beberapa daerah. Warga Jakarta dan sekitarnya yang 
rumahnya terendam banjir terpaksa mengungsi. Di pengungsian itu kini mereka 
mengharapkan bantuan. 

Di Kampung Melayu, Jakarta Timur, permukiman warga terendam banjir setinggi 3,5 
meter dan ratusan warga terpaksa meninggalkan rumahnya dan hidup di tempat 
penampungan. Di Bukit Duri, Jakarta Selatan, permukiman warga juga kebanjiran 
dengan ketinggian air lebih kurang 1,5 meter. 

Meski warga sudah banyak mengungsi tetapi bantuan baik dari Pemda DKI Jakarta 
maupun partai politik (parpol) belum pada mengalir. Karuan saja, sambil 
kedinginan di tempat penampungan, mereka mengeluh lantaran belum mendapatkan 
bantuan. 

Pejabat dan parpol memang hanya mengumbar jaji ketika mau ada pemilihan. 
Setelah itu mereka lupa terhadap nasib warga yang sengsara. 

"Sampai saat ini belum ada bantuan yang kami terima padahal korban banjir sudah 
ada yang mengungsi di mesjid dan tempat lainnya," ujar Abdul Kodir, Ketua RT 08 
/ RW 02, Kel. Kp. Melayu, Jakarta Timur, Rabu (14/1) siang. 

Diceritakan Kodir, air mulai tinggi merendam permukimannya sejak Selasa (13/1) 
pukul 23:00 dan mencapai puncaknya dinihari kemarin dengan ketinggian air 3,5 
meter. "Yang kami butuhkan cuma bantuan nasi bungkus, karena dapur kami sudah 
terendam. Tapi sampai saat ini satupun bantuan belum juga sampai," sambungnya. 

Bahkan mereka merasa heran, di tengah musim kampanye pemilu, belum satu pun 
parpol atau caleg melakukan aksi bakti sosial untuk memberikan bantuan kepada 
mereka. "Biasanya mereka hanya datang pada saat banjir sudah gede banget. Kalau 
masih seperti ini masih dianggap biasa," ujar Asnawi, warga lainnya. 

806 JIWA NGUNGSI 
Sesuai data yang diperoleh, sedikitnya 806 jiwa di empat kelurahan yakni 
Cawang, Cililitan, Bidaracina, dan Kampung Melayu mengungsi. 

Sedangkan di Kelurahan Bidaracina, Jatinegara jumlah pengungsi 251 jiwa terdiri 
dari enam RW yaitu RW 03, 05, 06, 7, 11 dan 14. Lokasi pengungsian di pusatkan 
di beberapa tempat seperti Musholah Raudatul Ibadah, Musholah Al Mubarok, 
Musholah di lingkungan RW 07 serta kantor sekretariat RW 11 dan di sebuah SDN 
05 Pagi. Ketinggian air pun mencapai 80 sampai 100 centimeter. 

Budiarjo, Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, mengaku 35 ton beras yang disiapkan 
pemda telah disalurkan kepada seluruh kelurahan yang terendam. "Koordinasi 
dengan Satkorlak PB Banjir kita sudah siapkan dapur umum, sedangkan untuk 
bantuan lauk pauk semua diserahkan ke masing-masing wilayah," katanya. 

Menanggapi hal ini Wakil Lurah Kampung Melayu, H. Nazimudin, mengatakan seluruh 
pengungsi telah mendapatkan pasokan makanan dari Sudin Bina Mental dan 
Kesejahteraan Sosial (Bintal Kesos) Jakarta Timur dan juga Palang Merah 
Indonesia (PMI) Jakarta Timur sejak semalam. "Semua pengungsi baik yang ada di 
Mesjid At Tawabin, Gedung Bioskop Nusantara maupun yang di Asrama RS Hermina 
telah mendapatkan makanan," ucapnya. 

KORBAN TEWAS 
Di Lenteng Agung, bencana banjir mulai memakan korban jiwa. Seorang bocah 
perempuan tewas akibat terpeleset dan terseret arus. Jasad Amanda Ratna 
Julianti, 4, baru ditemukan sekitar 1 km terseret lantaran derasnya arus. 

Sekitar pukul 12.30, anak pasangan M. Yusuf, 35, dan Sri Rahayu, 27, melihat 
Kali Serua yang tengah meluap dan bermaksud untuk mencuci kaki. Namun bocah 
naas tersebut terpeleset dan hanyut 

Di Jakarta Utara, Aan, 5, dibawa ke Polres Jakarta Utara setelah mengaku 
tersesat saat dirinya keluar rumah untuk bermain air banjir. Bocah yang 
tersebut pertama kali ditemukan Wiryawan, 35, di depan Gedung Summerecon. 

Aan kini dirawat Badriah, 55, di Jalan Pembangunan I RT 03/03, Rawa Badak 
Utara, Koja, Jakarta Utara. Polisi mengimbau orangtua yang kehilangan anaknya 
menghubungi Polres Jakarta Utara. 

SIAPKAN HELIKOPTER 
Untuk mengevakuasi banjir, jajaran Polda Metro Jaya telah menyiagakan 
helikopter dan perahu karet. "Heli dan perahu karet itu sudah stand by 
(red-siaga) di Polda Metro Jaya. Selain itu di polsek dan polres juga telah 
dipersiapkan perahu karet," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. 
Zulkarnain. 

Selain kerugian materil, dampak lain yang disebabkan banjir adalah kemacetan. 
Akibat adanya genangan air dan banyaknya titik-titik tempat pengungsian 
mengakibatkan beberapa ruas jalan tersendat. 

Kompol I Gde Ardana, Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Timur, mengatakan 
kemacetan akibat banjir antara lain bakal terjadi di Jl. Perintis Kemerdekaan, 
Jl. Kol. Sugiono, tepatnya di sekitar RS Duren Sawit, Kebon Nanas Jl. DI 
Panjaitan, Jl. Raya Bekasi. 

"Di tempat itu ketinggian air bisa mencapai 20 cm hingga 30 cm," katanya di 
tempat pengungsian korban banjir Kampung Melayu. 

TAGIH JANJI FAUZI 
Banjir tak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga menimbulkan korban 
jiwa. Hal ini membuat keprihatinan tersendiri bagi artis sekaligus politikus 
Rieke Diah Pitaloka. 

"Banjir itu merupakan masalah besar, jadi itu merupakan tanggung jawab bersama 
mulai dari masyarakat sampai ke pemerintah," tutur pemeran Oneng dalam sinetron 
Bajaj Badjuri itu kepada Pos Kota, kemarin. 

Rike juga berharap Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, merealisasikan janjinya, 
seperti pembagunan Banjir Kanal Timiur (BKT) dan perbaikan saluran air di 
pemukiman harus segera dilaksanakan. "Hal yang paling penting jangan buang 
sampah sembarangan di saluran air dan jangan tinggal di bataran kali," 
cetusnya. 

KONTROL 
Tak hanya itu, presenter Good Morning ini juga mendesak pemerintah melalui 
Badan Analisa Dampak Lingkungan (amdal) terus mengontrol dan memperketat 
masalah perizinan dampak lingkungan seperti pembangunan villa, apartemen 
ataupun perumahan di daerah resapan air atau ruang terbuka hijau (RTH). 

"Jangan hanya memandang bisnis, sehingga proyek berbahaya dilegalkan dan hal 
itu berakibat fatal bagi masyarakat," ucap cewek kelahiran Garut, 8 Januari 
1974 ini. Dia mengaku turut berduka cita atas tewasnya anak-anak akibat 
terseret banjir yang terjadi di Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (14/1). 

Kirim email ke