http://www.harianterbit.com/artikel/fokus/artikel.php?aid=60187
Kerugian kebakaran Depo Plumpang Rp22 miliar, 7 orang diperiksa
Tanggal : 19 Jan 2009
Sumber : Harian Terbit
JAKARTA - Polisi saat ini sedang menyelidiki penyebab kebakaran yang terjadi di
tabung No 24 Depo Pertamina, Plumpang, Jakarta Utara, Minggu (18/1) malam.
Hingga pagi tadi, polisi sudah memeriksa tujuh orang saksi.
Tujuh saksi yang diperiksa itu terdiri dari operator operator dan Satpam yang
bertugas pada saat terjadi kebakaran Minggu malam sekitar pukul 21.15 WIB
"Kita masih menyelidiki penyebab kebakaran yang mengakibatkan tabung No 24
ludes terbakar. Tim Puslabfor Mabes Polri sudah turun ke lokasi untuk olah
tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa sisa kebakaran untuk diperiksa," ujar
Kabid Humas Polda Meto Jaya Kombes Pol Drs Zulkarnaen ketika dikonfirmasi
Harian Terbit melalui telepn selularnya, Senin (19/1) pagi.
Zulkarnaen mengatakan, api dapat dipadamkan pk 07:30 WIB pagi tadi. Penyebab
kebakaran menurut Zulkarnaen belum bisa dipastikan karena sedang diselidik.
Hingga saat ini, Pertamina belum menghitung kerugian akibat kebakaran itu.
Namun, dalam hitung-hitung pengamat perminyakan, Kurtubi, jika tangki nomor 24
yang berisi 5 juta liter habis terbakar, kerugian diperkirakan Rp 22 miliar.
Belum lagi kerugian akibat terbakarnya tangki.
"Saya tidak tahu persis berapa kerugian sebenarnya, namun bila isi tangki 5
juta liter seperti yang disebut-sebut, kurugian untuk premium Rp per liter Rp
4.500 saja mencapai Rp 22 miliar," kata dia menjawab Harian Terbit, Senin
(19/1) pagi.
Namun, kata dia yang dihubungi melalui telepon, kerugian yang diderita PT
Pertamina tidak hanya premium yang ada di dalam tangki, tetapi juga
infrastruktur yang ada. "Untuk tangki saja, kerugiannya sangat besar. Saya
tidak tahu persis karena belum dihitung. Tapi, harga satu tangki itu tidaklah
murah. Tangki itu mahal," jelas dia.
Pihak Pertamina belum bisa menghitung besarnya kerugian. "Estimasi kerugian
belum bisa kami beritahukan, dan belum kami hitung. Namun untuk premium yang
terbakar sejumlah 1.300 kilo liter," ungkap Vice President Cooporate
Communication Pertamina Anang Rizkani Noor di lokasi kebakaran Depo Plumpang,
Jakarta, Senin (19/1).
Sebelumnya, Anang sempat mengatakan kepada beberapa wartawan tanki yang
terbakar tersebut berisi 5.000 kilo liter premium. Namun dalam wancara terakhir
dia memastikan tanki berisi 1.300 kilo liter premium.
Saat ditanya penyebab kebakaran, Anang belum bisa memastikannya. "Belum dapat
diketahui, dan masih dalam penyelidikan dengan pihak terkait," terangnya.
Seperti diberitakan, kebakaran yang terjadi Depo III Pertamina Plumpang,
Jakarta Utara terjadi pukul 21.00 WIB malam tadi. Disertai dengan ledakan,
kebakaran menghanguskan satu tangki dengan nomor 24. Sebanyak 37 unit mobil
pemadam dikerahkan untuk menjinakkan api. (art/lop/pn