Refleksi: Krisis ekonomi menyebabkan banyak orang kena PHK, berarti angka 
pengaguran bertambah. Pengaruan membawa kemiskinan. ''Kemiskinan memang masih 
besar, tapi angkanya sudah mulai menurun,'' kata Menteri Sosial Bachtiar 
Chamsyah. Hebat juga  NKRI  angka kemiskinan menurun pada saat krisis ekonomi 
global, suatu gejala istimewa bagi teori ekonomi :-)

http://www.radartarakan.co.id/berita/index.asp?Berita=UTAMA&id=147799

Selasa, 20 Januari 2009



Anggarkan Rp 70 T untuk Kemiskinan 
Depsos Dorong Hapus Budaya Meminta-minta

JAKARTA - Komitmen pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat patut 
diapresiasi. Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah mengatakan, tahun ini pemerintah 
menganggarkan Rp 70 triliun untuk mengatasi kemiskinan. Salah satu upayanya 
adalah menumbuhkan semangat bekerja keras dan menanggalkan budaya 
meminta-minta. 
''Kemiskinan memang masih besar, tapi angkanya sudah mulai menurun,'' kata 
Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah pada pembukaan Musyawarah Besar IX Persatuan 
Perintis Kemerdekaan Indonesia di Jakarta kemarin (19/1). 

Selain itu, untuk menanggulangi kemiskinan, pemerintah juga membuka tiga 
kluster. Kluster pertama terdiri atas bantuan dan jaminan sosial bagi mereka 
yang memang sangat miskin dengan program beras untuk rakyat miskin (raskin), 
serta program bantuan operasional sekolah (BOS). 

Selanjutnya, pemerintah melalui Depsos membuat program keluarga harapan (PKH) 
dan bantuan langsung tunai (BLT). 

Kluster kedua adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Di sini 
pemerintah memberikan dana kepada kecamatan-kecamatan dan kelompok-kelompok 
untuk meningkatkan penghasilan secara mandiri. Saat ini hampir setiap kecamatan 
telah mengalokasikan dana Rp 3 miliar untuk program tersebut. 

Kepada usaha kecil dan menengah, pemerintah memberikan kredit usaha rakyat 
(KUR) yang jaminannya diasuransikan Askrindo. Agar program itu berjalan mulus, 
pemerintah memberikan hampir Rp 2 triliun untuk Askrindo. Saat ini kredit sudah 
dikucurkan kepada masyarakat dan nasabahnya hampir 12.000 orang. ''Tahun ini 
diharapkan bisa meningkat menjadi Rp 24 triliun. Yang pasti, konteks semua itu 
adalah upaya kita mengurangi kemiskinan," katanya. 

Dalam kesempatan tersebut, Mensos atas nama pemerintah menyampaikan terima 
kasih kepada para perintis kemerdekaan. Sebab, pemerintah memahami benar dan 
mengetahui jasa-jasa para perintis kemerdekaan. Karena itu, sebagai sumbangsih 
dan penghargaan atas jasa-jasa mereka, pemerintah memberikan bantuan/tunjangan. 

Pemerintah juga memberikan anggaran yang memadai untuk perbaikan rumah-rumah 
para perintis kemerdekaan sekitar Rp 25 juta. ''Perintis kemerdekaan jumlahnya 
tidak banyak. Selain itu, setiap tahun disediakan biaya pengobatan Rp 2 juta,'' 
ujar Mensos. (z

Kirim email ke