Refleksi: Hingga kini  belum  terbukti bahwa masa besar menghasilkan dan 
menjamin  rakyat berkehidupan memada menuju sejahtera dan aman, terkecuali 
kehidupan para petinggi negara dan partai politik di NKRI!

http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/01/28/Nasional/krn.20090128.155074.id.html

Kalla: Calon Presiden dari Partai Besar

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan pemimpin nasional harus 
memiliki elektabilitas tinggi, berkemampuan memimpin, dan berasal dari partai 
besar. Indonesia dinilai memiliki banyak pemimpin dengan tiga karakter itu. 

"Pemimpin sangat tergantung masanya. Tentu apa yang kita butuhkan di masa ini 
adalah pemimpin yang dapat membawa bangsa menjadi lebih baik, adil, makmur, dan 
tentu demokratis," katanya di gedung Lembaga Ketahanan Nasional kemarin. 

Menurut Kalla, kombinasi bakat, pendidikan yang baik, dan pengalaman dinilai 
melahirkan pemimpin harapan. Pemimpin mendatang harus mampu menyelesaikan 
persoalan bangsa, berkapasitas dan berintegritas di bidang politik. "Memilih 
pemimpin sama dengan pacaran atau mengambil istri," katanya. 

Adapun Ketua Alumni Lembaga Ketahanan Nasional Agum Gumelar mengatakan rakyat 
harus jeli memilih pasangan calon presiden. "Banyak anak bangsa yang ingin 
menjadi calon presiden. Itu baik, sejauh dia punya keinginan mengabdi dan 
memperbaiki bangsa ini," kata dia. 

Pemilih diharapkan memilih pasangan secara obyektif dan rasional. Apalagi, 
partai politik dalam menentukan kandidat kental dengan faktor kepentingan. 

Anggota Dewan Penasihat Lembaga Ketahanan Nasional, Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, 
mengatakan presiden mendatang harus siap menghadapi dinamika kenegaraan. 
Ketahanan nasional terbentuk berdasarkan kepemimpinan yang mampu memimpin dalam 
segala situasi. "Pemimpin yang siap menghadapi surprise di tengah jalan, dan 
berpikir out of the box." KURNIASIH BUDI

Kirim email ke