Senat Amerika Menolak Penjualan F35 Kepada Arab Saudia !
                                          
Rencana Arab Saudia untuk membeli pesawat tempur Amerika terbaru,
tercanggih, dan tercanggih akhirnya ditolak secara bulat oleh senat
Amerika.

Arab Saudia mengancam apabila rencananya ditolak maka mereka akan
membeli pesawat tempur buatan Soviet, namun senat Amerika lebih
mempersilahkasn Arab Saudia beralih membeli pesawat tempur Soviet
katimbang menjual F35 ini kepada Arab Saudia.

Arab Saudia selama ini merupakan patner Aliansi Amerika yang paling
rapat, bahkan lebih rapat hubungannya katimbang dengan Israel.  Selama
ini semua pesawat tempur Amerika terbaru telah dijual kepada Arab
Saudia dibandingkan kepada Israel.  Bahkan pesawat pengintai
tercanggih AWACS produksi Amerika ternyata hanya dijual kepada Arab
Saudia bukan kepada Israel, hal ini membuktikan betapa besarnya
kepercayaan Amerika kepada Arab Saudia sebagai aliansi NATO di Timur
Tengah.

Namun setelah peristiwa terror 911 yang melibatkan adik raja Arab
Saudia yang memberi beasiswa membiayai pelaku2 terror ini untuk
sekolah pilot di Amerika, maka kepercayaan Amerika kepada Arab Saudia
luntur sudah.

Padahal, kepercayaan Arab Saudia sangat tinggi kepada pesawat2 tempur
buatan Amerika ini karena sudah terbukti keberhasilan Arab Saudia
menghalau menembak jatuh semua pesawat2 tempur Iran yang menyerbu atau
menyerang angkasa Arab Saudia bagaikan airbah.  Pesawat2 tempur Iran
ini adalah buatan Soviet yang paling mutakhir dan juga buatan Amerika
sisa2 pesawat tempur milik pemerintahan lama Syah Iran yang disita
sebelumnya.

Sebagai ganti Arab Saudia, Pesawat tempur mutakhir F35 ini akan dijual
Amerika kepada Israel dan Inggris.

Israel sudah memesan 35 buah pesawat tempur F35 ini kepada Amerika
untuk mempersiapkan penghancuran instalasi2 nuklir yang baru dibangun
kembali setelah instalasi sebelumnya dihancurkan oleh serangan Israel
pada pertengahan tahun 2007.

Dengan pesawat tempur F35 ini diyakin Israel akan mampu menundukkan
semua penyerang2 dari seluruh bagian di Timur Tengah dengan lebih
cepat dan lebih akurat dibandingkan dengan perang 6 hari 1967.

Dengan makin melemahnya pertahanan negara2 Islam Sunni diseluruh dunia
ini ternyata ditutup gantinya dengan bertambah kuatnya negara2 Islam
Syiah didunia sekarang ini.  Diyakini bahwa Islam Syiah akan
menggantikan posisi Islam Sunni diseluruh dunia dimasa yang akan
datang.  Negara Iran, Irak, Libanon, dan Palestina dipastikan akan
menjadi negara Islam Syiah.

Kedua aliran Islam baik Syiah maupun Sunni sama2 memusuhi Amerika,
namun yang jelas2 mengkhianati berbagai perjanjian pertahanan dengan
Amerika adalah Islam Sunni yang tentu dimasa depan akan mengalami
nasib yang sangat menyedihkan dikorbankan kepada kebuasan dan
kebiadaban Islam Syiah yang bersiap membalas dendam darah masa lalu
mereka.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke