Refeleksi: Main yoyo itu  bisa dilang main naik turun, dan  gasing itu berputar 
sambil ngebor. Jadi  kalau dikombinasikan  gerak yoyo dan gasing akan  saling 
mengisi dan bagus buat kondisi jasmaniah dan rohaniah. Monggo, monggo silahkan 
main yoyo-gasing. hehehehe

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0901/29/sh03.html

Partai Demokrat:
Yoyo Lebih Baik dari Gasing 



Jakarta - Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI Sutan Bathoegana, Kamis 
(29/1), mengatakan, kebijakan pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono yang dikritik 
seperti "yoyo", justru lebih baik ketimbang "permainan gasing" di era 
pemerintahan Megawati Soekarnoputri. "Permainan yoyo itu jauh lebih baik 
ketimbang pemerintahan Megawati pada masa lalu, yang saya umpamakan seperti 
permainan gasing. Yoyo kan naik turun, sedangkan gasing hanya berputar-putar 
saja di tempat, malah melubangi tanah hingga rusak," kata Sutan menanggapi 
kritikan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri terhadap 
pemerintahan Yudhoyono.


Megawati, dalam pidato pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP di Solo 
beberapa hari lalu mengatakan, kebijakan pemerintah terkesan menjadikan rakyat 
seperti permainan yoyo, digoyang naik turun tanpa kejelasan ke mana arahnya.


Anggota Komisi VII DPR RI ini mengakui, yoyo itu memang naik turun. "Artinya, 
pendapatan per kapita kita naik dari US$ 600 per orang menjadi US$ 1.600. Juga 
devisa negara kita naik, anggaran pendidikan kita naik menjadi 20 persen dan 
sebagainya," ungkapnya.


Sebaliknya, lanjutnya, yang turun misalnya harga bahan bakar minyak (BBM). 
"Harga BBM turun sampai tiga kali, tingkat korupsi juga turun sesuai dengan 
catatan dari transparansi internasional. Begitu pula ancaman separatis turun, 
dan sebagainya," ujarnya.


Sementara itu, lanjutnya, gasing itu hanya terus saja berputar di tempat. "Dan 
tidak pernah maju, bahkan cenderung melubangi tempat gasing itu sendiri hingga 
rusak," katanya. Perumpamaan ini bermakna bahwa selama Megawati menjadi 
presiden tahun 2001-2004, tidak ada kemajuan sama sekali yang diraih, bahkan 
kondisi berbagai sektor banyak mengalami kemunduran. "Terbukti, dua pulau kita 
hilang, yakni Sipadan dan Ligitan. Juga beberapa badan usaha milik negara 
(BUMN) strategis kita dijual ke asing, seperti Indosat. Lalu VLCC (kapal tanker 
raksasa) yang sangat vital untuk Pertamina yang dilego, gas alam kita di 
Tangguh diobral murah, serta kasus BLBI triliunan rupiah yang sampai saat ini 
masih belum jelas," paparnya.


Selain itu, katanya, pada zaman pemerintahan Megawati, korupsi masih 
merajalela, disintegrasi bangsa tetap mengancam, terutama di Aceh dan Papua 
yang tidak pernah dapat dituntaskan.  "Jadi, mana yang lebih baik, yoyo atau 
gasing? Biarlah rakyat yang akan menentukannya," kata Sutan Bathoegana. (an

Kirim email ke