Tentara harus netral, artinya harus GOLPUT !!!!????
Yaaaa....  tentunya GOLPUT yang dihalalkan bukan yang diharamkan.



--- In [email protected], "Sunny" <am...@...> wrote:
>
> Refleksi: Tentara adalah  instrumen untuk menjaga terjamin keamaan
kekuasaan negara, demikian kurang lebih defenisinya.. Lihat saja pada
masa pemerintahan Soeharto dibilang TNI tidak boleh berpolitik maka
itu harus netral, tetapi tidak netral untuk gebuk oposisi atau orang
yang tidak setuju dengan politik Soeharto.  
> 
> Sekarang ini  situasainya agak lain dari zaman Soeharto, tetapi
jenderal-jenderal atau perwira-perwira tinggi TNI baik yang pensiunan
dan mempesiunkan diri saling  berebutan mendapat kursi dalam apartur
kekuasaan negara. Jadi pada prinsipnya TNI itu berpolitik, yang
berpolitik adalah jenderal sedangkan prajurit  krocok disuruh netral
dan arti kata ikut jangan ikut-ikutan  rebut kursi dalam perintahan,
itu rejeki kami bukan untuk kamu. Begitulah kasarnya berkenaan dengan
Pemilu.  Dengan lain kata juga Dwi Fungsi tetap hidup, cuma
kamuflasinya berubah, dulu boleh pakai pakai baju hijau  dalam tugas,
sekarang baju batik dan kopiah.  Silahkan koreksi!
> 
> ttp://www.sinarharapan.co.id/berita/0901/29/sh06.html
> 
> 
> Presiden Ingatkan Netralitas TNI-Polri dalam Pemilu  
> Oleh
> Dina Sasti damayanti
> 
> 
> Jakarta-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan agar jajaran
TNI dan Polri terus menjaga netralitas mereka dalam Pemilu 2009.
Netralitas TNI dan Polri dalam pemilu penting diwujudkan karena
merupakan harapan seluruh rakyat Indonesia. 
> Demikian disampaikan Presiden Yudhoyono saat memberikan sambutan
dalam pembukaan Rapim TNI dan Rakor Polri di Istana Negara, Jakarta,
Kamis (29/1) pagi ini.
> 
> Presiden juga mengatakan bahwa dipilihnya Istana Negara sebagai
bagian untuk menjaga netralitas TNI Polri. 
> "Saya pilih di Istana Negara, bukan di Cilangkap dan di Mabes Polri
agar tidak ada fitnah. Zaman sekarang ini, mudah orang berburuk
sangka. Ada apa Presiden datang ke Cilangkap? Apalagi rapat tertutup
kepada jajaran TNI dan Polri. Jangan-jangan diminta untuk memenangkan
atau memilih di Pemilu 2009. Kalau di Istana Negara ini, sudah lazim
dijadikan tempat forum-forum Rakenas, Rapim, dan lainnya," tandas
Presiden sambil mempersilakan wartawan untuk meliput semua yang
dikatakannya sebagai bagian dari akuntabilitas dan pertanggungjawaban
Yudhoyono selaku pimpinan negara. 
> Lebih lanjut, Presiden meminta agar dalam Pemilu 2009 tidak terulang
lagi kejadian seperti pada Pemilu 2004 silam ketika ada oknum pejabat
TNI Polri yang mengeluarkan kebijakan atau instruksi yang menganggu
netralitas TNI Polri. 
> 
> Menurut Presiden Yudhoyono, ini bukan kebijakan organisasi, tetapi
dilakukan oleh oknum. Bahkan pada saat ini saja, menjelang Pemilu
2009, Presiden Yudhoyono masih mendengar ada isu semacam ini.
> "Saya dengar informasi, ada petinggi Angkatan Darat yang mengatakan,
asal bukan capres X. Ada petinggi Polri yang diisukan membuat tim
sukses capres tertentu. Saya yakin informasi ini tidak benar.
Begitulah rentannya, rawannya, mudahnya satu isu bergulir ke sana ke
mari. Oleh karena itu, harus netral, lurus, jangan berpolitik praktis.
Saya tetap percaya para jenderal, laksamana, marsekal, Jenderal TNI
dan Polri akan benar-benar netral dalam Pemilu 2009," tegas Presiden
Yudhoyono.
> Presiden juga mengingatkan agar jajaran TNI Polri sebagai salah satu
pelaku reformasi tidak diganggu atau dirusak dari semangat reformasi
yang dicanangkan bersama. Presiden meminta agar berhati-hati dalam
me-ngeluarkan statement atau berbicara dengan pihak-pihak tertentu,
apalagi dalam bertindak. 
> 
> Lebih jauh, Presiden meminta kepada seluruh jajaran Polri untuk
melakukan pengamanan pada saat Pemilu 2009. Sementara itu, jajaran TNI
juga harus siap dalam membantu tugas-tugas kepolisian dalam
mengamankan Pemilu 2009. 
> 
> "Saya minta kepada jajaran TNI Polri berkaitan dengan ketertiban dan
keamanan Pemilu 2009 tidak boleh underestimate, semua akan baik-baik
saja, ringan-ringan saja. Tapi tidak perlu overestimate
diseram-seramkan. Bisa saja ada sesuatu yang berbeda dari Pemilu 2004,
tetapi yang paling baik, mencegah benturan fisik dan perusakan, serta
mengutamakan pendekatan persuasif," kata Presiden.
> Sementara itu, Presiden juga menyerukan kepada elite dan tokoh
politik agar bisa mengendalikan emosinya dan emosi para pendukungnya
yang menang tidak perlu berpesta pora serta melukai perasaan yang
tidak berhasil. Sementara itu, yang kalah tidak perlu mengamuk atau
melakukan hal anarki, tetapi semua pihak harus saling bertenggang rasa
agar kehidupan politik di negara ini menjadi teduh. n
>


Kirim email ke