> Al Faqir Ilmi <alfaqiri...@...> wrote:
> Ketika Nabi Muhammad s.a.w. wafat, para sahabat
> serentak mencari pengganti beliau. Melalui proses
> yang dramatis, terpilihlah Abu Bakar Ash-Shiddiq
> r.a.. Para sahabat dengan suka rela dan antusias
> memberikan bai�at kepada Abu Bakar. 
>

Waktu nabi Muhammad wafat terjadi pembunuhan besar2an terhadap para
pengikutnya oleh sipengganti nabi yaitu Abu Bakar.


> Maka kelak, ketika Abu Bakar r.a. mulai
> merasa uzur, beliau menunjuk pengganti
> beliau. Begitu pula ketika Umar r.a. merasa
> ajalnya telah mendekat, beliau menunjuk
> enam orang untuk menentukan siapa penggantinya. 
> 


Abu Bakar akhirnya dibunuh bukan digantikan.  Dan pembunuhnya inilah
yang akhirnya menggantikan Abu Bakar.  Abu Bakar hanya berkuasa 6
bulan, namun banyak hadist2 menyebutnya bahwa dia berkuasa selama dua
tahun.


> Jadi, meski mereka bersepakat mengenai
> pentingnya (baca: wajibnya) keberadaan
> pemimpin, mereka berbeda-beda dalam cara
> menentukan pemimpin tersebut.
> Kenyataannya, perbedaan cara itu tidak
> menimbulkan resistensi di antara para
> sahabat terkemuka karena cara-cara itu
> berikut hasilnya (yakni pemimpin yang ditunjuk)
> tidak bertentangan dengan syariat. 
> 


Pergantian pemimpin dalam Islam selalu melalui pertumpahan darah, dan
barulah setelah dunia Islam diatur oleh orang2 kafir maka pertumpahan
darah tsb dilarang.  Khaliph itu bukan dipilih, bukan diangkat, dan
bukan ditunjuk, melainkan mengangkat diri sendiri setelah berhasil
membunuh kaliph yang berkuasa.

Hal inilah yang menyebabkan umat Islam tidak bisa maju dan selalu
saling menuduh dan saling membunuh.  Umat Islam selalu dibohongi
pemimpin2nya seperti dongeng2 anda diatas ini tentang adanya cara2
pemilihan dan pengangkatan pemimpin yang Demokratis.  Padahal sejak
wafatnya nabi, semua caliph2 mati terbunuh, dibunuh oleh caliph
sebelumnya.

Abu Bakar adalah Caliph pertama yang ditolak oleh Ali yang katanya
menjadi Caliph ketiga.  Ali kemudian dibunuh oleh konspirasi caliph2
Abu Bakar, Umar, dan Yazid.

Jadi janganlah berbohong dalam menceritakan kebobrokan2 sistem Syariah
Islam ini, karena akibat saling membunuh itulah dunia Islam terpecah
menjadi Syiah dan Sunni yang hingga detik inipun saling mengkafirkan
dan saling membunuh.  Pertumpahan darah diantara umat Islam yang
saling membunuh ini masih terus berlangsung diseluruh dunia dan Irak
inilah medan yang sedang dalam proses mendamaikan oleh Amerika negara
kafir ini.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke