Refleksi:  Pengusaha Malaysia masuk hutan pindah patokan dan tentara Malaysia 
diam saja karena konco dengan TNI? Masyaalloh!

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0901/31/pol02.html

KSAD: Pergeseran Tapal Batas Dilakukan Pengusaha 

Jakarta-Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Agustadi Sasongko 
Purnomo menegaskan, militer Malaysia tidak melakukan pencabutan patok tapal 
batas di Kalimantan Barat (Kalbar). Pergeseran tapal batas seperti yang selalu 
diberitakan akhir-akhir ini dilakukan pengusaha. Namun, sejauh ini, hal 
tersebut dapat diselesaikan melalui Komite Bersama Perbatasan (Joint Border 
Committee/JBC) antara Indonesia-Malaysia. 

"Tidak ada Angkatan Darat Malaysia mencabuti patok, tapi pengusaha. Bukan 
dicabut tapi dipindah. Kita kembalikan lagi lewat JBC, tidak mudah. Itulah 
dinamikanya, sistem pengawasan tidak bisa seketat yang diharapkan," kata 
Agustadi, Jumat (30/1). 
Seperti diberitakan sebelumnya, Angkatan Darat Tentara Federasi Malaysia 
disinyalir mencabut 15 unit patok tapal batas darat di seberang Sungai Buwan, 
wilayah Rukun Tetangga (RT) Sentabeng, Dusun Jagoi Kindau, Desa Sekidak, 
Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat 
(Kalbar).

Titik patok yang diobrak-abrik tentara Malaysia mulai dari patok ET117 hingga 
patok ET170. Hasil investigasi Komisi A DPRD Provinsi Kalbar, setidaknya 15 
titik patok hilang, yang sebagian besar di atas Sungai Buwan, setelah patroli 
rutin militer Federasi Malaysia.

Menurut Sekretaris Komisi A (Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Keamanan) Dewan 
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalbar Zainuddin Isman mengatakan, 
akibat okupasi sepihak Malaysia, Indonesia kehilangan wilayah darat sedikitnya 
50 hektare. 

Kepastian tidak adanya pencabutan patok tapal batas oleh militer Malaysia 
tersebut juga disampaikan Pangdam VI/Tanjungpura Mayjen Tono Suratman secara 
terpisah. Tono menjelaskan, hilangnya patok tapal batas umumnya terjadi karena 
terlindas mesin pengelola kebun kelapa sawit. 
Perusahaan kelapa sawit di sana sendiri ada yang milik pengusaha Malaysia dan 
gabungan antara Indonesia dan Malaysia. 
"Tidak ada patok yang dicabuti. Yang terjadi di lapangan, tapal batas itu cukup 
panjang. Dia berada di garis yang bisa ditempatkan. Ada yang patoknya 
kecil-kecil sehingga tidak bisa dilihat dari sisi kebun sawit," paparnya. 
(tutut herlina)
 

Kirim email ke