itu Pangdam VI/Tanjungpura Mayjen Tono Suratman garangnya kalau ama
rakyat sendiri. ama Malaysia, apalagi ama pengusahanya kok bersahabat
banget sehhhhhhhhhhhhhhhh.

seingatku itu orang (1999) yang melakukan tindak pidana pelanggaran
HAM (hak asasi manusia) berat di Timtim, baik berupa pembunuhan maupun
penganiayaan dan dibebaskan oleh pengadilan. 

salamsipil ah

--- In [email protected], "Sunny" <am...@...> wrote:
>
>  Refleksi:  Pengusaha Malaysia masuk hutan pindah patokan dan
tentara Malaysia diam saja karena konco dengan TNI? Masyaalloh!
> 
> http://www.sinarharapan.co.id/berita/0901/31/pol02.html
> 
> KSAD: Pergeseran Tapal Batas Dilakukan Pengusaha 
> 
> Jakarta-Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Agustadi
Sasongko Purnomo menegaskan, militer Malaysia tidak melakukan
pencabutan patok tapal batas di Kalimantan Barat (Kalbar). Pergeseran
tapal batas seperti yang selalu diberitakan akhir-akhir ini dilakukan
pengusaha. Namun, sejauh ini, hal tersebut dapat diselesaikan melalui
Komite Bersama Perbatasan (Joint Border Committee/JBC) antara
Indonesia-Malaysia. 
> 
> "Tidak ada Angkatan Darat Malaysia mencabuti patok, tapi pengusaha.
Bukan dicabut tapi dipindah. Kita kembalikan lagi lewat JBC, tidak
mudah. Itulah dinamikanya, sistem pengawasan tidak bisa seketat yang
diharapkan," kata Agustadi, Jumat (30/1). 
> Seperti diberitakan sebelumnya, Angkatan Darat Tentara Federasi
Malaysia disinyalir mencabut 15 unit patok tapal batas darat di
seberang Sungai Buwan, wilayah Rukun Tetangga (RT) Sentabeng, Dusun
Jagoi Kindau, Desa Sekidak, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten
Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
> 
> Titik patok yang diobrak-abrik tentara Malaysia mulai dari patok
ET117 hingga patok ET170. Hasil investigasi Komisi A DPRD Provinsi
Kalbar, setidaknya 15 titik patok hilang, yang sebagian besar di atas
Sungai Buwan, setelah patroli rutin militer Federasi Malaysia.
> 
> Menurut Sekretaris Komisi A (Bidang Hukum, Pemerintahan, dan
Keamanan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalbar
Zainuddin Isman mengatakan, akibat okupasi sepihak Malaysia, Indonesia
kehilangan wilayah darat sedikitnya 50 hektare. 
> 
> Kepastian tidak adanya pencabutan patok tapal batas oleh militer
Malaysia tersebut juga disampaikan Pangdam VI/Tanjungpura Mayjen Tono
Suratman secara terpisah. Tono menjelaskan, hilangnya patok tapal
batas umumnya terjadi karena terlindas mesin pengelola kebun kelapa
sawit. 
> Perusahaan kelapa sawit di sana sendiri ada yang milik pengusaha
Malaysia dan gabungan antara Indonesia dan Malaysia. 
> "Tidak ada patok yang dicabuti. Yang terjadi di lapangan, tapal
batas itu cukup panjang. Dia berada di garis yang bisa ditempatkan.
Ada yang patoknya kecil-kecil sehingga tidak bisa dilihat dari sisi
kebun sawit," paparnya. (tutut herlina)
>


Kirim email ke