Refleksi : Menjelang Pemilu baru diketahui sedikitnya toko buku? ? Jawa Pos [ Selasa, 24 Maret 2009 ]
JK Prihatin Sedikitnya Toko Buku Dialog Wapres dengan Guru di Pembukaan Gebyar Buku Murah SURABAYA - Berbagai persoalan mengenai pendidikan, mulai anggaran pendidikan, perbukuan, hingga ujian nasional (unas), dijawab dengan tangkas oleh Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla. Itu terjadi kemarin ketika berbincang-bincang dengan ratusan wakil guru di acara pembukaan Gebyar Buku Murah 2009 yang diselenggarakan Jawa Pos Group. Acara dialog yang dipandu Chairman Jawa Pos Dahlan Iskan itu diwarnai ger-geran karena Kalla menyelipkan guyonan segarnya. "Pendidikan di Indonesia semakin baik. Sampai ada lulusan SD dari Indonesia yang sekarang menjadi presiden Amerika Serikat (maksudnya, Barack Obama yang pernah bersekolah di SDN Menteng, Red). Sebaliknya, sampai sekarang belum ada satu pun lulusan perguruan tinggi Amerika yang menjadi presiden di Indonesia," kata Kalla dalam sambutannya sebelum acara dialog, disambut ger-geran ratusan undangan yang memenuhi studio lantai 2 JTV. Sejumlah pejabat penting Surabaya dan Jawa Timur hadir di acara tersebut. Selain Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan istri, juga ada Wakil Wali Kota Surabaya Arif Afandi, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Rasiyo, dan Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Sahudi. Dari Gresik, hadir Kepala Dinas Pendidikan Chusaini Mustas. Wakil guru yang datang adalah para peserta Program Untukmu Guruku yang dilaksanakan Jawa Pos. Mereka, antara lain, 10 finalis guru ideal, 10 guru favorit, dan 10 murid yang memilih guru favorit itu. Juga hadir sejumlah guru peserta lomba penulisan artikel dan guru peserta diklat teknologi informasi. Dari even semiloka pendidikan, selain narasumber, hadir 5 guru peserta, 60 instruktur beserta koordinatornya, dan 5 moderator. Selain itu, juga hadir wakil dari 50 penerbit, distributor, toko buku, dan lembaga pendidikan yang ikut dalam Gebyar Buku Murah yang diselenggarakan pada 22-26 Maret di DBL Arena. Dalam sambutannya, Kalla menyambut baik acara gebyar buku murah itu. "Gebyar Buku Murah ini untuk membantu masyarakat gemar membaca,'' katanya. Menurut Kalla, budaya membaca bangsa ini masih rendah. "Ada satu kota yang penduduknya sekitar 300 ribu, toko bukunya hanya ada dua. Tapi, toko yang menjual TV ada sekitar 20-an. Orang lebih suka menonton TV daripada membaca buku," katanya. Kalla lantas menceritakan pengalamannya ketika mengunjungi perpustakaan di sebuah kampus. "Saya jumpai, ada beberapa buku yang selama dua tahun nggak ada yang meminjam. Padahal, buku itu cukup bagus," ujarnya. "Saya juga pernah menjumpai perpustakaan yang tumpukan bukunya dibiarkan diikat," ujarnya, lagi-lagi disambut tawa undangan. Kalla menegaskan, buku murah tidak berguna jika tidak dibaca. ''Karena itu, peran guru sangat penting untuk membuat siswanya gemar membaca,'' tegasnya. Ketika masuk acara dialog, Dahlan Iskan membuka dengan menyebut sosok Kalla yang banyak akalnya. "Banyak program Pak Kalla yang awalnya ditentang, tapi lama-lama bisa diterima," kata Dahlan. "Dulu, unas awalnya ditentang. Tapi, sekarang akhrinya bisa diterima," lanjutnya. Soal unas ini, Dahlan mempertanyakan masalah kelanjutannya. Dasarnya, kepemimpinan SBY-JK sebentar lagi akan berakhir. "Apalagi jika nanti pisah, jangan-jangan unasnya rusak," ujarnya. Kalla menjamin, unas akan terus berlanjut meski pemerintahan berganti. Sebab, hal itu sudah masuk dalam peraturan perundang-undangan. Saat ini, pemerintah terus meningkatkan standar kelulusan unas. Awalnya, pada 2003, standar kelulusan hanya 3,5. Sekarang berubah, menjadi 5,5. Dengan usaha-usaha itu, diharapkan seluruh siswa terus terpacu dan termotivasi untuk belajar. Dengan unas, kata Kalla, para siswa jadi lebih keras berusaha sehingga tak lagi sempat melakukan aktivitas yang tidak perlu. "Gara-gara ada unas, murid-murid sibuk ikut les tambahan. Bahkan, ketika akan ujian, ada yang menggelar istighotsah. Jadinya, semakin jarang ada kasus siswa tawuran karena nggak sempat mikir tawuran," ujarnya. Pada sesi tanya jawab, beberapa guru diberi kesempatan bertanya. Salah satunya menanyakan kelanjutan sertifikasi. Kalla mengatakan, sertifikasi sangat penting diberlakukan kepada para guru. "Karena ilmu pengetahuan berjalan sangat dinamis. Dalam 18 bulan, IT (informasi dan teknologi) berkembang dua kali lipat. Sedangkan dunia kedokteran dalam tiga tahun berkembang dua kali lipat," paparnya. "Karena itu, di sinilah perlunya sertifikasi, yang tujuannya untuk terus meng-update kemampuan guru," katanya. Selengkapnya dialog tersebut bisa disaksikan besok (25/3) di JTV mulai pukul 22.00. Setelah berdialog, Kalla dan rombongan berkunjung ke stan pameran Gebyar Buku Murah di DBL Arena. Didampingi istrinya Mufida Jusuf Kalla, dia berkeliling dari satu stan ke stan yang lain. Terutama stan-stan pendidikan yang digelar oleh beberapa sekolah. Bahkan, Kalla sempat mencoba soccer robot yang dipamerkan SMPN 19 Surabaya. (sha/eko/kum)
