Refelksi :  Jabatan presiden itu jabatan yang bukan saja berkusi empuk, tetapi 
juga jabatan negara tertinggi yang penuh rejekinya, jadi untuk apa main 
transparan. Perjuangan hidup atau mati untuk merebut kursi empuk pembawa berkat 
bin rejeki. Selain itu  kalau Golkar main transparan,  maka  sudah sejak zaman 
lama di NKRI tercipta bagi rakyat  kehidupan berkelimpahan surga  langit ke 7!

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0903/24/pol04.html

Penjaringan Capres Golkar Mengecewakan 


Jakarta-Anggota Fraksi Partai Golkar Yuddy Chrisnandi menilai, penjaringan 
calon presiden (capres) Partai Golkar tidak transparan. Hasil penjaringan yang 
sudah ada sejak awal Maret 2009 lalu, tak kunjung disampaikan, dengan alasan 
yang tidak jelas. Bukannya mengalami kemajuan, penjaringan capres Partai Golkar 
malah mengalami kemunduran dari metode konvensi yang diterapkan pada Pemilu 
2004 lalu.


"Saya kecewa dengan penjaringan capres Partai Golkar yang seperti ini," ujar 
Yuddy Chrisnandi kepada wartawan, Senin (23/3). Namun, Yuddy yang juga 
mendeklarasikan diri sebagai salah satu capres Partai Golkar tetap menunggu 
perkembangan selanjutnya. Sesuai dengan hasil Rapat Pimpinan Nasional 
(Rapimnas) Partai Golkar, Oktober 2008, ada tujuh nama yang disurvei untuk 
menjadi capres Partai Golkar, yakni Jusuf Kalla, Sri Sultan Hamengku Buwono X, 
Akbar Tandjung, Surya Paloh, Aburizal Bakrie, Fadel Muhammad, dan Agung Laksono.


Yuddy mengatakan, jika Golkar menetapkan Jusuf Kalla sebagai capres sebagaimana 
yang berkembang selama ini di tingkat DPD Partai Golkar, sebaiknya diambil 
calon wakil presiden (cawapres) di luar Partai Golkar. "Sosok Pak Sutiyoso yang 
tergolong nonpartisan juga bisa. Jadi sangat memungkinkan untuk Jusuf Kalla 
menjadikannya sebagai cawapres, karena sosok lain lebih banyak mengajukan diri 
menjadi capres," kata Yuddy. 


Sutiyoso dianggap mewakili komposisi Jawa dan luar Jawa sehingga memiliki 
peluang cukup besar untuk mengalahkan calon incumbent. Nama Sutiyoso juga 
sempat dikemukakan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Priyo Budhisantoso 
beberapa waktu lalu, untuk mendamping Jusuf Kalla. Menurut Yuddy, mantan 
Gubernur DKI Jakarta tersebut memenuhi syarat sebagai pemimpin yang tegas dan 
berani dalam mengambil keputusan. 


Sutiyoso sendiri mengaku sudah memiliki dukungan yang cukup untuk maju sebagai 
bakal capres dalam pemilu nanti. "Adalah hal yang salah jika partai politik 
yang saat ini sedang mencari pemimpin yang akan diajukan untuk bersaing sebagai 
capres, tidak melamar seseorang yang memiliki massa riil. Saya sendiri sudah 
mendapatkan dukungan dari massa riil sekurang-kurangnya puluhan juta orang di 
seluruh Indonesia," kata Sutiyoso. Sutiyoso saat ini merupakan capres yang 
diajukan Partai Indonesia Sejahtera (PIS). 

Kirim email ke