http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?id=26834
16 April 2009 06:31:20 Sepakat Ungkap Pelaku Teror JAYAPURA - Rangakaian teror yang terjadi di Papua khususnya di Kota Jayapura dan Wamena, mulai dari penyerangan Mapolsekta Abepura, pembakaran Rektorat Uncen, rentetan pembunuhan tukang ojek di Wamena, teror bom dan isu-isu yang disebarkan oleh oknum yang bertanggungjawab hingga membuat masyarakat resah, diseriusi oleh pemerintah Provinsi Papua. Pemprov Papua yang diwakili Wakil Gubernur Papua, Alex Hesegem yang menggelar pertemuan dengan Muspida di Mapolda Papua, Rabu (15/4) kemarin. Tampak hadir, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI AY Nasution, Kapolda Papua, Irjen Pol Drs FX Bagus Ekodanto, Kajati Papua, Widyapramono, Wakil Ketua I DPRP Komaruddin Watubun, SH dan Sekda Provinsi Papua, Tedjo Soeprapto, Wakil Walikota Jayapura, H Soedjarwo BE. Pertemuan berlangsung tertutup selama hampir 3 jam. Usai pertemuan, Wakil Gubernur Papua, Alex Hesegem SE mengatakan bahwa terkait kasus penyerangan dan pembakaran serta rangkaian teror tersebut, bukan dilakukan separatis, tetapi merupakan aksi kriminalitas.Pemerintah daerah dalam hal ini, bapak Gubernur Papua sudah mengutuk keras kegiatan-kegiatan masyarakat yang mengarah pada kriminalitas, merusak, membakar dan menghilangkan nyawa orang lain. Kami tetap mengutuk keras tingkah laku masyarakat seperti itu,î tegasnya. Wagub mengatakan dari informasi yang diterima melalui rapat bersama tersebut, pihaknya menyesalkan bahwa ada peristiwa terjadi seperti itu. Sebagai pemerintah daerah, juga sebagai tokoh masyarakat, Wagub Alex Hesegem menghimbau kepada masyarakat untuk menghentikan tingkah laku yang tidak terpuji dan melakukan tindak kriminal. Kami serahkan kepada aparat hukum untuk mencari dan menangkap kepada pelaku-pelaku yang melakukan pengrusakan, merugikan orang lain dan menghilangkan nyawa orang. Mereka ini harus dihukum menurut peraturan hukum yang berlaku,î ujarnya. Dalam pertemuan itu, ungkap Wagub Alex Hesegem, disepakati untuk berkumpul kembali dalam suatu kesempatan, mengumpulkan seluruh masyarakat untuk berdialog bersama dari hati ke hati untuk membicarakan apa yang harus dilakukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.ìKita mau supaya peri kehidupan masyarakat yang aman, tentram dan damai ini terus dipertahankan dan kita menghendaki pelaksanaan penghitungan suara ini berjalan dengan aman dan lancar, sehingga kita juga dapat mempersiapkan diri kita untuk masuk dalam pemilihan presiden masuk dalam aman dan damai serta melaksanakan pesta demokrasi,î ujarnya. Ditanya soal kelompok ini sudah bersenjata? Wagub mengatakan bahwa semua harus mencari tahu kelompok ini diorganisir dari mana dan oleh siapa. ì Tetapi, kegiatan eksesnya kriminal yang terlihat. Dan, itu cuma satu dua orang yang muncul, sehingga oleh aparat keamanan belum mengatakan itu kelompok separatis,î ujarnya. Soal dialog nanti, siapa yang dilibatkan? Wagub mengatakan bahwa pihaknya akan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai suku bangsa di Tanah Papua yang akan dikumpulkan untuk berbicara sama-sama. Bahkan, Wagub menyatakan nanti akan mengundang Dewan Adat Papua (DAP) dan PDP (Presidium Dewan Papua), hanya saja soal waktunya nanti masih akan dibicarakan. Hanya saja, waktunya tidak boleh terlalu lama. ìSaya himbau kepada masyarakat, untuk tidak lagi membuat kegiatan-kegiatan seperti itu, saudara yang melakukan kegiatan itu akan berhadapan dengan hukum, karena negara kita adalah negara hukum,î imbuhnya. Sementara itu, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI AY Nasution mengatakan bahwa pihaknya mengerahkan 1000 lebih personel untuk membackup Polda Papua yang ditempatkan dengan disebar di seluruh Polres dan Polresta. Pangdam mengatakan TNI bersikap menunggu, karena situasinya tertib sipil bukan darurat, sehingga dengan tertib sipil ini maka aparat kepolisian yang didepan untuk mengatasi masalahnya. ìKita sewaktu ñ waktu membantu jika diminta. Jika polisi minta ya kita siap, seperti pengamanan pemilu, kita ikut membantu mengamankannya dan pemilu telah berjalan dengan baik,î ujarnya. Ditanya siapa pelaku dalam rentetan kejadian teror di Papua dalam seminggu terakhir ini dan laporan dari intelijen TNI sendiri? Pangdam mengungkapkan kejadian-kejadian tersebut pasti bukan tindak kriminal biasa. ìPasti itu ada otaknya di belakang itu. Itu tugasnya polisi,î ujarnya. Bahkan, Pangdam menilai bahwa tindakan tersebut tidak jadi begitu saja, tetapi sudah terencana dengan baik, ada yang membuat dan ada yang mengkoordinirnya. ìIni tadi saya sampaikan dalam rapat agar Polda Papua agar dicari orangnya siapa dan diungkap,î tandasnya. Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Drs FX Bagus Ekodanto ketika ditanya apakah ada benang merah dari sejumlah kasus yang terjadi dalam satu minggu terakhir ini di Jayapura, Wamena dan Biak tersebut, Kapolda mengakui belum bisa mengkaitkan benang merahnya tersebut. Kapolda mengungkapkan bahwa pertemuan antara Wagub bersama Muspida Provinsi Papua tersebut merupakan rapat koordinasi masalah situasi di Papua. ìIni untuk mencari langkah-langkah agar masyarakat tidak resah, dari pemda apa? Dari sisi Polri sudah melakukan ini? Dan dari sisi instansi lain sudah melakukan apa?,î ujarnya. Hanya saja, dalam pertemuan itu, Kapolda mengungkapkan bahwa disimpulkan bahwa akan mengundang tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Papua. ìNanti dari Pemda yang akan mengundang dan dari kita yang akan menjelaskannya dan mereka juga akan menjelaskan itu,î ujarnya. Di samping itu, lanjut Kapolda, dalam pertemuan itu, agar tidak ada isu yang berkembang di tengah masyarakat, apalagi sekarang ini sudah ada isu-isu yang berkembang yang sifatnya sudah mengarah kepada SARA, sehingga hal tersebut harus dihindari. Dalam pertemuan ini, Kapolda mengatakan bahwa pihaknya juga mengantisipasi terhadap caleg-caleg yang gagal terpilih dalam pemilu tahun ini, terutama jika melakukan ketidakpuasannya dengan demo atau perbuatannya lainnya yang dapat merugikan. Terkait dengan renteten teror tersebut, Kapolda menegaskan akan melakukan penegakan hukum sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku. ìSaya tidak akan memberikan toleransi terhadap pelaku-pelaku pembakaran, perusakan dan tindak kriminal. Tidak akan ada toleransi,î tandasnya. Kapolda menambahkan bahwa pelaku pembakaran Uncen sudah terindentifikasi dan saat ini masih dalam pengejaran, begitu juga pelaku penyerangan Polsekta Abepura, sudah 5 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, hanya saja keempat tersangka yang sakit tersebut belum bisa diperiksa. Ditanya apakah sudah ada yang mengaku bertanggungjawab terkait rentetan kasus tersebut? Kapolda mengungkapkan bahwa sampai sekarang belum ada yang menyatakan itu. Hanya saja, Kapolda mengatakan kelompok yang sudah mengeluarkan pernyataan adalah dari Matias Wenda, sesuai dengan selebaran surat mereka bahwa mereka akan menggagalkan pemilu dan akan melakukan tindakan teror dan ternyata sudah dilakukan seperti penembakan tukang ojek di Skow-Wutung, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Selasa (14/4) pukul 10.30 wit kemarin. (bat)
