> "alfaqirilmi" <alfaqiri...@...> wrote: > Cak Anam: Demokrasi Jadi Alat Kekuasaan > JAKARTA-Demokrasi di Indonesia selama > ini banyak diwarnai masalah yang rumit > karena hanya digunakan sebagai alat meraih > kekuasaan. Bukan untuk kesejahteraan > rakyat. >
Inilah contoh ulama pemuka Islam yang cuma memahami syariah Islam dan buta tentang system kenegaraan. Demokrasi itu bukanlah alat, bukan alat kekuasaan dan juga bukan alat untuk mensejahterakan rakyat. Demokrasi hanyalah system bagaimana menyuarakan keinginan rakyat, berbeda dengan alat kekuasaan itu adalah Polisi dan Tentara. Berbeda juga dengan alat untuk mensejahterakan rakyat adalah mencukupi sandang pangan dan menyediakan lapangan kerja. > Menurut Cak Anam, kisruh Daftar Pemilih > Tetap (DPT) dan amburadulnya > penyelenggaran Pileg, 9 April lalu, > yang hingga kini masih menjadi persoalan > serius, jadi bukti belum matangnya > demokrasi di Indonesia. "Demokrasi kita > baru menjadi alat mencari jabatan," kata > mantan Ketua PW GP Ansor Jatim ini. > Sekali lagi bangsat cak Anam ini betul2 buta ilmu management, DPT itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan Demokrasi, tetapi terkait dengan adanya korupsi dalam pengeluaran ktp sehingga banyak ktp yang rangkap dobel beredar dikependudukan sehingga seorang yang ber ktp sepuluh bisa memilih sepuluh kali. Belum pernah terjadi dimana Demokrasi bisa digunakan sebagai alat mencari jabatan..... menyesatkan sekali manusia ini. Seharusnya ulama tidak pada tempatnya untuk mencampuri urusan pemerintahan, uruslah sorga dan neraka saja. Kenyataannya pilgub di Jatim sudah kalah, diulangpun makin banyak kalahnya, jangan cari kambing hitam masalah DPT karena tidak ada suara yang hilang dari DPT itu, justru suara2 yang berlebih akibat ktp rangkap itulah yang berhasil digagalkan, dibatalkan dan diawasi untuk tidak bisa digunakan untuk memberikan suara2. Ny. Muslim binti Muskitawati.
