http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2009051623265616


      Minggu, 17 Mei 2009 
     
      BURAS 
     
     
     
Berebut Jadi Idola Orang Miskin! 

       
      H. Bambang Eka Wijaya



      "SATU contender--penantang--dan dua incumbent--presiden dan wakil 
presiden yang masih aktif--bersaing menjadi idola rakyat miskin dalam usaha 
memenangkan Pemilu Presiden 2009!" ujar Umar. "Lucunya, angka resmi orang 
miskin di negeri ini bukanlah penentu kemenangan pemilu! Menurut data Badan 
Pusat Statistik (BPS), angka terakhir orang miskin cuma 15,6% dari penduduk!"

      "Masalahnya orang miskin itu kelilip--pasir di mata penguasa, lambang 
kegagalan pemimpin!" timpal Amir. "Maka itu, agar kelilip itu tak menculek, 
cara penghitungan orang miskin selalu diakal-akali agar angkanya kecil! 
Contohnya kalau kemiskinan absolut oleh Bank Dunia ditetapkan batasannya 
konsumsi satu dolar per kapita per hari, negeri kita menetapkan batasan 
konsumsi di kisaran Rp177 ribu per kapita per bulan, alias separo dari batasan 
Bank Dunia! Karena itu pula, meski angka resmi orang miskin cuma 15,6 persen, 
tetap saja menjadi incaran penyumbang suara utama dalam pemilu karena para 
kandidat tahu persis jumlah sebenarnya berlipat dari angka resmi!"

      "Pantas, Boediono dalam pernyataan pertamanya selaku cawapres langsung 
membalikkan orientasi filosofisnya, dengan menegaskan akan prorakyat--maksudnya 
rakyat miskin yang dikorbankan selama pembangunan dijalankan dengan lebih 
berpihak kepentingan asing!" tegas Umar. "SBY juga menekankan ulang janjinya 
mengurangi kemiskinan saat deklarasi!"

      "Pasangan Mega-Prabowo yang berjargon Mega-Pro (rakyat miskin) saat 
pendaftaran di KPU malah mengurai rencana mengentaskan kemiskinan!" timpal 
Amir. "Sedang pasangan JK-Wiranto dengan jargon JK-Win (JK menang), lebih gesit 
lagi dengan menjanjikan mengurangi angka kemiskinan secara lebih cepat dan 
lebih baik!"

      "Pokoknya semua pasangan serba-oke buat kaum miskin!" sambut Imar. "Tapi 
apa sebenarnya, yang harus segera dilakukan setiap pemenang pilpres?"

      "Siapa pun yang menang, harus cepat membentuk task force untuk merehab 
jalan raya di seantero Tanah Air yang rusak parah! Seperti jalan lintas 
Sumatera dari Medan--Sibolga tembus perbatasan Sumbar sampai Jambi! Jalan 
lintas Sulawesi dan Kalimantan yang kebanyakan sudah jadi bubur! Juga berbagai 
infrastruktur yang sudah tak memadai, sebagai penyebab kemiskinan karena 
produksi rakyat angkutannya terhambat!" tegas Amir. "Lalu perbaikan bangunan 
sekolah yang lebih 70 persen di seluruh negeri tak layak pakai!"

      "Kok banyak sekali yang harus dikerjakan cepat?" entak Umar. "Katanya 
kepemimpinan nasional sekarang sukses, hingga tinggal melanjutkan saja? Apa 
tinggal melanjutkan penghancurannya, jalan dan sekolah yang rusak parah itu?"

      "Semua itu bisa dilihat rakyat!" tegas Amir. "Semua bersaing mendekati 
rakyat, antara lain agar pandangan rakyat terlindung dari semua kebobrokan 
itu!" ***
     


 Cetak Berita 

<<bening.gif>>

<<buras.jpg>>

<<cetak.gif>>

Kirim email ke